RADARSEMARANG.ID - Nama Longchamp pastinya sudah cukup dikenal di kalangan fashion dunia.
Brand asal Prancis itu dikenal dengan tas-tas kulit yang fashionable dan stylish hingga banyak diburu para penggemar fashion.
Sejarah Longchamp dimulai pada tahun 1948 di Paris. Jean Cassegrain menjadi pionir setelah ia memproduksi cangklong berlapis luxury leather pertama di dunia.
Seiring berjalannya waktu, Longchamp terus memperluas produk mereka seperti dompet dan pouch.
Hingga akhirnya pada tahun 1955, label tersebut merilis lini produk tas yang akhirnya menjadi salah satu artikel paling ikonik dari label tersebut.
Pada tahun 1972, Phillipe Cassegrain menggantikan posisi sang sebagai presiden Longchamp.
Ia berhasil membawa Longchamp ke era baru pada tahun 1993 dengan produk Le Pliage. Terinspirasi dari origami Jepang, tas tersebut bisa dilipat dan membentuk siluet trapesium yang inovatif.
Tas tersebut pun hadir dengan filosofi desain yang menggabungkan simplisitas, relevansi dan elegansi.
Pada era yang sama, label tersebut juga menciptakan gebrakan dengan penggunaan material Nylon, yang terus direspon positif secara global.
Hingga kini, label yang masih dikelola secara eksklusif oleh keluarga tersebut selalu berkreasi untuk menciptakan perkembangan.
Buat keluarga Cassegrain, perkembangan adalah berpegang teguh dengan idealisme fashion di Paris.
Salah satu faktor yang membuat brand fashion ini begitu dikenal, yaitu karena produk-produknya yang ikonik.
Produk pertama Longchamp ini bahkan pernah dipakai oleh Elvis Presley.
Sejak 1955, Longchamp mulai memproduksi tas-tas kulit yang hingga kini masih digemari banyak orang.
Pada 1993, Longchamp dipimpin oleh Phillipe Cassegrain yang memperkenalkan produk Le Pliage.
Sampai saat ini, koleksi produk tas Le Pliage masih terus diminati meskipun dengan harga yang tak murah.
Selain fakta sejarah diatas, berikut ini dua fakta lain yang harus diketahui para penggemar tas Longchamp.
1. Bisnis aksesori untuk merokok
Siapa sangka label yang terkenal akan produk aksesori bahan kulitnya ini justru awalnya bergerak di bidang rokok.
Pendiri Longchamp yakni Jean Cassegrain mewarisi perusahaan yang bergerak di bisnis tembakau pada tahun 1948.
Setelah perusahaan tembakau warisan sang Ayah jatuh ke tangannya, Ia pun mulai sering menjual produk tembakaunya kepada para tentara yang bergelut di Perang Dunia ke-2.
Selain tembakau, Jean juga menjual pipa rokok yang kemudian menjadi produk paling laku di perusahaannya dan para tentara di masa itu akhirnya menjadi pelanggan setia perusahaannya.
Tahun 1950 menjadi cikal bakal dirinya bergelut di aksesori berbahan kulit dengan menciptakan pipa rokok pertama di dunia yang dilapisi oleh bahan kulit hewan eksotis.
2. Hippodrome de Longchamp
Sebelum menamakan labelnya menjadi Longchamp, Jean Cassegrain awalnya menamakan perusahaannya sebagai 'Jean Cassegrain et compagnie'.
Namun dikarenakan sanak saudaranya sudah lebih dahulu menggunakan nama 'Cassegrain' untuk sebuah perusahaan yang menghasilkan kertas premium, Ia pun memasarkan produknya dengan nama lain.
Jean pun kemudian mengadopsi nama Longchamp dari sebuah tempat pacuan kuda yang bernama Hippodrome de Longchamp yang terletak di kota Paris. Diikuti dengan menjadikan jockey di pacuan kuda sebagai logo dari brand Longchamp. (bas)
Editor : Baskoro Septiadi