RADARSEMARANG.ID - Perkembangan teknologi berpengaruh besar terhadap kreativitas dan karya seni. Salah satunya dengan semakin canggihnya handphone (HP) atau smartphone.
Sekarang bermodal smartphone siapa saja bisa menciptakan hasil foto yang memukau. Cukup sekali klik, sudah mendapatkan hasil yang bagus. Bahkan tidak kalah dengan kamera DSLR.
Kamera smartphone terus mengalami upgrade. Mulai dari peningkatan resolusi megapixel, penambahan mode potrait, hingga jenis lensa yang beragam.
Walaupun tidak sesempurna kamera profesional, fotografi menggunakan smartphone rupanya mempunyai peminatnya.
Nah, banyaknya anak-anak muda yang tertarik dengan smartphone, maka lahirlah Phonegraphy Semarang.
Komunitas regional dari Phonegraphy Indonesia yang mewadahi pecinta fotografi, khususnya bagi pengguna smartphone.
Komunitas ini lahir 2 Februari 2023 dan sekarang memiliki 25 anggota aktif. "Mayoritas terdiri dari anak muda di daerah Kota Semarang," kata admin komunitas Phonegraphy regional Semarang, Joni Shinc.
Ia mengaku sudah senang fotografi sejak lulus SMA. Berbagai momen berharga setiap hari selalu diabadikan di smartphone miliknya.
"Suka dengan fotografi, karena suatu waktu bisa jadi momen tersebut tidak akan terulang," ujarnya.
Phonegraphy Semarang kerap menggelar hunting foto bareng setiap bulannya di tempat-tempat yang eye catching.
Baca Juga: Di Balik Fashion on the Street di Kota Lama, Awalnya Geli Foto Bareng Ular, Ternyata Seru Juga
Seperti Kota Lama, Pasar Johar dan tempat menarik lainnya. Bahkan, kerap melakukan challenge fotografi di akun instagram @phonegraphysemarang dengan tema-tema kekinian.
Foto terbaik akan mendapat hadiah. "Kami juga aktif mengadakan sharing tips dan trik, tanya jawab dan bedah foto di grup telegram Phonegraphy Semarang," akunya.
Dengan bermodal smartphone, berbagai hasil foto istimewa bisa dihasilkan. Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro ini mengakui, setiap foto mempunyai penilaiannya berbeda tiap orangnya.
Masing-masing mempunyai perspektifnya dalam suatu hasil foto. "Jadi kami ingin mewadahi semua kalangan yang ingin belajar dalam dunia fotografi smartphone," tambahnya.
Kemajuan teknologi di bidang grafik visual dengan bantuan artificial intelligence (AI), diakui, menyebabkan dunia fotografi semakin terpinggirkan.
Namun, ia tetap optimistis, AI bisa menjadi sarana pengembangan diri bagi para fotografer smartphone.
Untuk dapat menggunakan AI sebagai bahan referensi dan bantuan fotografi, bukan bersikap antipati terhadap perkembangan teknologi.
"Kami ingin merangkul dan mengembangkan bakat-bakat anak muda pecinta fotografi dengan smartphone. Agar terus berkarya dan terus memanfaatkan teknologi dengan baik," tambahnya. (mg4/fth)
Editor : Baskoro Septiadi