Sebuah pameran tunggal yang memamerkan puluhan karya lukisan dan beberapa bingkai kliping catatan perjalanan hidupnya.
Pameran ini digelar di Tan Artspace, Jalan Papandayan 11 Gajahmungkur, Semarang. Berlangsung sejak 20 Agustus-1 September mendatang. Pameran ini mengusung tema ‘Merdeka Menggambar’.
Mbah Gagoek sapaan akrabnya, memilih tema tersebut karena dia dapat menggambar dengan sesuka hati tanpa memperdulikan hasilnya bagus atau tidak.
Mbah Gagoek merayakan prestasi ini sebagai ungkapan rasa syukur menjelang ulang tahunnya yang ke-70. Selain itu sebagai penutup dari tugas-tugas rutinnya.
Bagi Mbah Gagoek, menggambar adalah aktivitas yang sangat digemarinya. Melalui seni menggambar, dia dapat menjalin banyak persahabatan sekaligus mendapatkan teman sebidang.
Kadang-kadang, dia juga merasa bahagia dapat membuat orang lain senang dengan hasil karyanya.
Gelar karya ini merujuk pada konsep ‘Gambar Ilustrasi Terapa’. Mbah Gagoek menekankan bahwa ini bukanlah sketsa atau lukisan. Melainkan gambar yang secara jelas memvisualisasikan objek sesuai kenyataannya.
Ia dengan lugas menyatakan bahwa hasil karyanya banyak dimanfaatkan dalam berbagai produk. Mbah Gagoek menyatakan bahwa salah satu tujuan pameran ini adalah untuk berkontribusi dalam memeriahkan dunia seni rupa di Kota Semarang.
”Bagi saya, pameran bukan sekedar bentuk pamer karya. Tapi merupakan tanggung jawab dan ukuran bagi para seniman dalam proses berkarya. Bagi saya, pameran adalah cara untuk menguji keberanian diri sendiri, yakni berani menampilkan karya-karya di hadapan publik, bukan hanya menyimpannya dalam lemari,” tegasnya.
Mbah Gagoek memamerkan berbagai karya menggambarnya mulai dari karya berskala kecil hingga besar.
Dalam pameran Mbah Gagoek juga memperlihatkan karya seni terapannya dalam bentuk buku.
“Semoga saya masih tetap terus bisa berkarya meskipun usia saya sudah 70,” pungkasntya. (mg20/mg21/bud)
Editor : Baskoro Septiadi