RADARSEMARANG.ID, Semarang – Seni lukis dinding atau mural saat ini mulai diminati oleh masyarakat. Mural memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Semarang karena memuat seni yang berbentuk komunikasi visual.
"Mural itu kan gambar atau visual bukan suatu hal yang abstrak, nah dalam pengerjaan mural, kita sebagai penyedia jasa harus bisa mengomunikasikan sesuatu dalam bentuk visual," ungkap Angela Stefany Budi, pemilik Fun Art Semarang ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang Selasa (26/7/2023)
Tidak hanya itu, perempuan yang biasa disapa Angela mengatakan, awal kemunculan mural tahun 2018.
Pada tahun tersebut mural mulai dikenal masyarakat Semarang sebagai seni yang eye catching.
"Mulai banyak kafe yang tidak lagi pakai wallpaper dan mulai menggunakan jasa mural, nah mulai tahun 2018 sampai sekarang, peminat mural semakin banyak terlebih karena perkembangan teknologi yang semakin masif," tambahnya.
Perempuan berusia 32 tahun itu mengungkapkan, jasa mural miliknya dapat dipesan sesuai keinginan pelanggan.
"Kita sebagai penyedia jasa, menyediakan sesi konsultasi untuk memberikan rekomendasi sesuai dengan konsep yang diinginkan oleh pelanggan, agar mereka puas dengan mural yang dikerjakan nantinya," sambungnya.
Lebih lanjut, perempuan berambut panjang tersebut mengatakan bahwa peminat jasa mural di Semarang tidak hanya mentok pada rumah pribadi.
"Kebanyakan peminat jasa mural ini adalah hotel, rumah makan, bahkan kafe," kata Angela.
Untuk mendapatkan jasa mural dengan kualitas terbaik dari Fun Art Semarang, pelanggan hanya perlu menyiapkan Rp 300.000 sampai Rp 350.000 per meternya.
Dari patokan harga tersebut didasarkan atas kerumitan gambar, warna yang digunakan, risiko kerja, dan tentunya ukuran dinding.
Kualitas dinding sangat berpengaruh terhadap keawetan mural yang dituangkan pada dinding.
"Kalau kualitas dindingnya bagus, tidak lembab, saya jamin untuk ketahanan mural sendiri bisa sampai 10 tahun, jadi jika terdapat kerusakan bukan karena cat yang digunakan tapi kualitas dinding yang kurang baik," jelasnya.
Proses pembuatan mural sendiri, lanjut Stefany memerlukan waktu paling lama selama satu Minggu.
Sedangkan pewarnaan mural didasarkan atas percampuran warna primer yang kemudian dicampur untuk menghasilkan warna yang dimau, butuh sekali color theory untuk menghasilkan warna yang sempurna
"Hal tersebut biasanya diawali dengan survei tempat terlebih dahulu untuk mengukur dinding dengan menggunakan skala, kemudian menyesuaikan desain yang telah ditetapkan antara pelanggan dan penyedia jasa, selanjutnya mulai membuat sketsa, dan tahap terakhir yaitu penentuan warna yang cocok dengan melihat warna primer yang kita punya," imbuhnya.
Mural tidak hanya berkaitan dengan bakat seni yang dimiliki, namun juga tingkat keberanian yang tinggi.
"Tantangan tersulit sebenarnya terletak dari omongan orang sih, karena kan mungkin mereka melihat kita sebagai perempuan jadi menyepelekan, tapi tidak hanya mentok pada omongan, keberanian akan ketinggian juga diperlukan untuk ditangguhkan, karena pernah saya mural paling tinggi itu 10 meter di atas tanah," ungkapnya.
Tak hanya jasa mural, Fun Art Semarang juga menyediakan jasa les menggambar bagi anak-anak.
"Sebelum mural itu ada, Fun Art awalnya hanya menyediakan jasa les menggambar, dengan ini anak akan mendapatkan edukasi terlebih tidak hanya seputar kepandaian dalam membentuk gambar tetapi juga bisa melatih otot tangan untuk lebih bagus dalam hal menulis, bisa juga melatih kesabaran untuk anak, dan kreativitas anak dalam berimajinasi," pungkasnya. (mg15/mg14/bas)
Editor : Baskoro Septiadi