RADARSEMARANG.ID - Kelinci hias kerap menjadi alternatif hewan peliharaan. Salah satu daya tarik pemeliharaan kelinci ini terletak pada ukuran tubuh yang mungil.
Selain itu, pemilik peternak kelinci Semarang Lia Candra Ambarsari mengatakan, jenis kelinci hias yang umum ditemui di Indonesia meliputi Rex Carpet, Dutch, Netherland Dwarf, Fuzzy Lop, Anggora, dan Holland Lop.
"Dari berbagai jenis kelinci hias yang ada, bagi peminat yang sudah tahu kelinci hias pastinya akan lebih menyukai jenis Holland Lop, sedangkan bagi orang awam lebih tertarik jenis Rex Carpet karena termasuk jenis kelinci biasa dan paling murah." sambungnya.
Tak perlu merogoh kocek dalam, untuk memiliki kelinci hias ini pelanggan hanya perlu menyiapkan Rp 50.000 sampai Rp 300.000 per kelinci. Dari patokan harga tersebut, ditentukan tergantung dengan bobot dan jenis kelinci yang diminati.
Tidak hanya itu, Lia Candra menambahkan bahwa penjualan kelinci hias juga didasarkan atas masa penyapihan. "Biasanya kelinci hias baru bisa dijual ketika menginjak usia 2 bulan, yang penting sudah tidak minum susu dan bisa dipisahkan dari induknya," jelasnya.
Mengenai perawatan, wanita berjilbab itu mengatakan kelinci hias tak perlu perhatian khusus.
Hanya saja, kelinci hias tidak bisa dengan cuaca yang terlalu panas, tempat makanan yang digunakan harus selalu bersih agar terhindar dari bakteri penyebab penyakit skabies dan diare.
“Kemudian memberikan pakan dua kali sehari dengan jangka waktu 13 jam kira-kira pagi pukul 6 dan sore pukul 7, dan tentunya kelinci tidak boleh sampai dehidrasi," kata Lia ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang.
Lebih lanjut, wanita berusia 33 tahun itu mengungkapkan bahwa perawatan terhadap kelinci hias tidak terlalu menguras kantong. Itulah mengapa perawatan ekonomis kelinci hias ini, menarik sejumlah peminat
"Pakannya murah berbentuk pelet, untuk satu sampai dua kelinci perminggu hanya menghabiskan sekitar 1kg dan harganya hanya 10.000,00/kg, penggunaan pelet sebagai pakan berguna agar kotoran dan pipisnya tidak menimbulkan bau yang menyengat," imbuhnya.
Di Semarang, Ibu dua anak itu mengungkapkan kelinci hias banyak diminati oleh anak-anak. "Ada nilai edukasinya juga. Anak itu ketika sudah mendapatkan seekor kelinci atau hewan peliharaan, dia akan berlatih untuk bertanggungjawab, bagaimana caranya memelihara agar hewan tersebut tetap hidup," pungkasnya. (mg15/mg14/bas)
Editor : Baskoro Septiadi