Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Hocer Cosplay Semarang, Belt Kostum Kamen Rider Habiskan Rp 9 Juta

Magang Radar Semarang • Senin, 17 Juli 2023 | 22:00 WIB

Para anggota Hocer Cosplay Semarang saat berkumpul dalam sebuah acara cosplay.
Para anggota Hocer Cosplay Semarang saat berkumpul dalam sebuah acara cosplay.
  

RADARSEMARANG.ID - Di Kota Semarang, tidak sedikit anak muda yang memilih berdandan ala cosplay (costume player, pemain kostum) untuk menghibur banyak orang atau pun memenuhi kepuasan diri.

Biasanya, cosplayer (orang yang berdandan cosplay) identik dengan kostum-kostum unik, sepatu necis, riasan wajah dan rambut yang menarik, hingga aksesoris yang menarik.

Keseruan pengunjung sangat antusias, nyaman, senang, dan bahagia menikmatinya. Terlihat ketika pengunjung melakukan sesi foto bersama dengan cosplayer karakter anime Jepang yang disukai.

Ketua Komunitas Hocer Cosplay Semarang Syavreza Naza menuturkan, ada beberapa hal yang dipersiapkan untuk menjadi seorang cosplayer. Di antaranya yaitu kostum, wig rambut, dan make up khusus cosplayer.

Inspirasi tiap kostum diambil dari pakaian yang dikenakan oleh tokoh-tokoh superhero, karakter anime, dan dari film yang sudah tayang.

Pelaksanaan event semua pemain yang datang, berkostum sesuai dengan tema yang diberikan. Cosplayer umumnya melakukan catwalk dan menyapa para pengunjung.

“Terkait tema biasa digunakan sesuai permintaan penyelenggara, berbeda lagi kalau kita yang meng-create dan menyelenggarakan event pemilihan kostum dibebaskan,” jelasnya.

Syavreza Naza menjelaksan, kostum koleksinya yang paling mahal adalah Kamen Rider. Sebab hanya untuk belt saja sudah menghabiskan Rp 9 juta.

Biasanya kostum milik komunitas ini dibikin atau dijahit sendiri. “Jadi butuh pengeluaran yang cukup banyak,” kata Syavreza Naza.

Anggota Hocer Cosplay Semarang bebas mengenakan kostum favoritnya. Tentu dengan menyesuaikan norma yang berlaku dan tidak melanggar simbol-simbol yang tidak diperbolehkan.

“Seperti yang kita tahu ya, ada beberapa karakter anime yang pakaiannya terlalu terbuka. Nah untuk pakaian seperti itu, tidak kami gunakan, jadi kita fokus menggunakan pakaian cosplay Jejepangan yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku dan tidak melanggar simbol-simbol yang tidak diperbolehkan,” katanya. (mg1/mg4/ton)

 

Editor : Agus AP
#Cosplay #Berita Semarang