RADARSEMARANG.ID, Semarang – Bagi Kaum Hawa, mempercantik kuku tak kalah pentingnya dengan perawatan wajah.
Seni menghias kuku ini tidak hanya membuat kuku semakin cantik dan indah, tapi juga bisa menambah kepercayaan diri.
Namun yang menarik, saat ini penggemar nail art tidak hanya datang dari kalangan perempuan saja.
Kaum Adam juga memiliki minat yang sama terhadap nail art. Hal itu diungkapkan oleh owner Nail Art Amooi Semarang, Lidya.
“Banyak laki-laki yang berminat karena nail art itu sebetulnya sudah meluas, jadi nail art nggak hanya untuk wanita tapi juga bisa untuk laki-laki, biasanya laki-laki minta tipe nail art model gambar metal atau hanya polosan tetapi ada juga yang minta model kuku cantik,” ungkapnya ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang Kamis (6/7/2023).
Lidya mengungkapkan bahwa usaha nail art miliknya menyediakan jasa custom sesuai dengan keinginan pelanggan.
“Selain itu, kami biasanya juga memberikan rekomendasi sesuai dengan medan atau kondisi kuku pelanggan,” sambungnya.
Lebih lanjut Lidya mengatakan, perkembangan zaman membuat tren nail art serta jasa pembuat seni tersebut semakin menjamur di berbagai daerah, khususnya Semarang.
Tren nail art berkembang pesat di Semarang sejak tahun 2020 hingga sekarang.
Seni memperindah kuku berkaitan erat dengan berbagai treatment lain seperti menicure dan pedicure.
“Setelah saya terjun langsung, wawasan saya bertambah ternyata range usia untuk orang nail art itu dari anak kecil pun kalau kukunya sudah oke sudah bisa di-nail art atau mungkin hanya sekedar dikasih kuteks tipis sudah mulai bisa,” kata Lidya.
Tak perlu merogoh kocek dalam, pelanggan hanya perlu menyiapkan Rp 100.000 sampai Rp 300.000 per orang untuk mendapatkan perawatan kuku.
Dari kisaran harga tersebut, pelanggan dapat memilih perawatan kuku sesuai dengan kebutuhan.
Salah satu pelanggan Nail Art Amooi Semarang, Lina mengatakan, keindahan kuku seorang perempuan dipandang sebagai kebutuhan pokok dalam mempercantik penampilan.
“Mempercantik kuku perlu untuk perempuan agar enak dipandang oleh orang lain,” ungkapnya. (mg15/mg14/bas)
Editor : Baskoro Septiadi