RADARSEMARANG.ID, SEMARANG — Produk kuliner lokal tidak hanya menyimpan cita rasa, tetapi juga membawa cerita tentang identitas sebuah daerah.
Mengusung tagline ‘Berasa Rempahnya’, semangat tersebut diangkat dalam Festival Kuliner Kecap Cap Kakap yang diselenggarakan pada 5–6 September 2026 di Jalan Menteri Supeno, tepat di sebelah Taman Indonesia Kaya, Semarang.
Mengusung tema “Ketika Kecap Lokal Naik Kelas: Kecap Cap Kakap Perkenalkan Warisan Rasa kepada Generasi Baru”, festival ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali Kecap Cap Kakap sebagai kecap asli Semarang kepada masyarakat, khususnya generasi baru.
Hadir sejak tahun 1958, Kecap Cap Kakap memiliki perjalanan panjang sebagai salah satu produk pangan yang tumbuh dan berkembang di Semarang. Namun, di tengah perubahan tren kuliner dan gaya hidup masyarakat, produk lokal juga dituntut untuk terus beradaptasi agar tetap relevan dan dikenal oleh generasi berikutnya.
Melalui festival ini, Kecap Cap Kakap ingin menunjukkan bahwa produk dengan sejarah panjang tetap dapat dikemas secara modern, dekat dengan masyarakat, dan menjadi bagian dari perkembangan industri kuliner masa kini.
“Warisan kuliner tidak cukup hanya dipertahankan, tetapi juga perlu diperkenalkan kembali dengan cara yang relevan dengan generasi sekarang. Kami ingin Kecap Cap Kakap tidak hanya dikenal sebagai kecap yang sudah ada sejak 1958, tetapi juga sebagai bagian dari identitas kuliner Semarang yang bisa terus tumbuh dan dikenal lebih luas,” ujar Ibu Aini Syarifah, Direktur Utama PT Mazzoni Java Utama.
Menghidupkan Kembali Produk Lokal Melalui Kolaborasi
Revitalisasi kuliner lokal dalam Festival Kuliner Kecap Cap Kakap tidak hanya diwujudkan melalui pengenalan produk, tetapi juga melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Salah satunya melalui kehadiran stand kuliner UMKM lokal yang berkolaborasi bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang serta komunitas Rangkul. Para pelaku UMKM mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada pengunjung sekaligus membuka peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Kehadiran kuliner lokal juga semakin diperkuat melalui program makan gratis 250 porsi Mie Kopyok Pak Dhuwur, yang memperkenalkan salah satu kuliner khas Semarang kepada masyarakat yang hadir di festival.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa revitalisasi kuliner lokal tidak harus dilakukan oleh satu pihak. Produsen, UMKM, komunitas, pelaku kuliner, hingga masyarakat dapat menjadi bagian dari ekosistem yang bersama-sama menjaga dan memperkenalkan kekayaan kuliner daerah.
Dari Produk Lokal Menjadi Oleh-Oleh Khas Semarang
Sebagai produk yang lahir dan berkembang di Semarang sejak 1958, Kecap Cap Kakap juga memiliki visi untuk membawa identitas lokal tersebut ke tahap berikutnya.
Kecap Cap Kakap ingin memperkuat posisinya sebagai salah satu oleh-oleh khas asli Semarang yang dapat dibawa pulang oleh wisatawan maupun masyarakat yang berkunjung ke kota ini.
Selama ini, oleh-oleh khas daerah identik dengan makanan siap santap atau produk kuliner tertentu. Kecap Cap Kakap ingin memperluas perspektif tersebut dengan menghadirkan produk pangan lokal yang memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pilihan oleh-oleh dari Semarang.
Dengan membawa pulang Kecap Cap Kakap, masyarakat tidak hanya membawa sebuah produk, tetapi juga membawa bagian dari cerita kuliner Semarang yang telah berlangsung selama lebih dari enam dekade.
Festival Kuliner yang Dekat dengan Generasi Baru
Untuk memperkenalkan warisan kuliner dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat masa kini, Festival Kuliner Kecap Cap Kakap menghadirkan beragam kegiatan yang memadukan kuliner, hiburan, komunitas, dan kreativitas.
Selama dua hari, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas mulai dari lomba band, zumba, hingga lomba memasak yang diikuti oleh ibu-ibu PKK.
Festival juga menghadirkan penampilan spesial dari Chef Muto, yang dikenal sebagai Kungfu Chef, yang menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung.
Rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar festival tidak hanya menjadi tempat untuk mengenalkan produk, tetapi juga menjadi ruang interaksi yang menyenangkan bagi masyarakat dari berbagai usia.
Di satu sisi, generasi yang lebih lama dapat kembali mengenal produk yang telah menjadi bagian dari perjalanan kuliner Semarang. Di sisi lain, generasi baru mendapatkan pengalaman mengenal produk lokal melalui pendekatan yang lebih modern dan interaktif.
Baca Juga: Mooncake Grand Candi Hotel, Warisan Rasa untuk Merayakan Kebersamaan
Warisan Lama, Cara Baru
Perjalanan Kecap Cap Kakap sejak 1958 menjadi bukti bahwa produk lokal dapat bertahan melewati perubahan zaman. Namun, keberlanjutan sebuah warisan kuliner tidak hanya bergantung pada lamanya sebuah produk berdiri, melainkan juga pada bagaimana warisan tersebut terus diperkenalkan kepada generasi berikutnya.
Festival Kuliner Kecap Cap Kakap menjadi salah satu langkah untuk membawa cerita tersebut ke ruang yang lebih luas.
Dengan menggabungkan produk lokal, UMKM, komunitas, kuliner khas Semarang, hiburan, dan kreativitas, Kecap Cap Kakap ingin membuktikan bahwa kuliner lokal dapat naik kelas tanpa kehilangan akar dan identitasnya.
Ke depan, Kecap Cap Kakap berharap dapat semakin dikenal sebagai kecap asli Semarang dan salah satu oleh-oleh khas yang merepresentasikan identitas kuliner Kota Semarang.
Karena ketika sebuah produk lokal terus dikenal, digunakan, dan dibawa ke generasi berikutnya, yang diwariskan bukan hanya sebuah rasa, tetapi juga cerita tentang kota tempat produk tersebut berasal.
Editor : Tasropi