RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pada Hari Raya Idul Adha, banyak masyarakat menerima daging kurban dalam jumlah besar.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana cara menyimpan daging.
Terutama daging kambing, agar tetap awet, higienis, dan tidak cepat rusak.
Dr. Laila Nuraini, Ahli Pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), mengingatkan pentingnya teknik penyimpanan yang tepat agar kualitas daging tetap terjaga.
"Penyimpanan yang salah bisa membuat daging cepat busuk, menimbulkan bau, bahkan berisiko menjadi media pertumbuhan bakteri," jelasnya.
Berikut beberapa cara menyimpan daging kurban, terutama daging kambing yang benar agar tahan lama:
1. Jangan Dicuci Sebelum Disimpan
Meskipun mencuci daging terasa seperti langkah higienis, para ahli menyarankan tidak mencuci daging kambing sebelum disimpan.
Air justru dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan merusak tekstur daging.
2. Tiriskan dan Potong Sesuai Porsi Masak
Sebelum dimasukkan ke dalam kulkas atau freezer, daging dapat ditiriskan terlebih dahulu dari sisa darah.
Selanjutnya, potong daging sesuai porsi masak.
Hal ini akan memudahkan Anda saat hendak mengolah daging tanpa harus mencairkan seluruh stok.
3. Gunakan Wadah atau Plastik Tertutup
Simpan daging dalam wadah kedap udara atau plastik ziplock.
Pastikan tidak ada udara masuk, sebab udara dapat mempercepat proses oksidasi dan pembusukan.
4. Simpan Sesuai Jangka Waktu Konsumsi
Untuk konsumsi dalam 1-2 hari, dapat disimpan di chiller, atau bagian bawah kulkas dengan suhu 0-4° C.
Untuk jangka panjang, simpan di freezer dengan suhu -18°C.
Daging dapat bertahan hingga 3 bulan atau lebih.
5. Beri Label Tanggal Penyimpanan
Catat tanggal saat pertama kali menyimpan daging.
Hal ini dapat membantu mengatur rotasi stok dan mencegah daging disimpan terlalu lama hingga lupa digunakan.
6. Hindari Mencairkan dan Membekukan Kembali
Setelah daging dikeluarkan dari freezer dan dicarikan, jangan dibekukan kembali.
Proses ini bisa merusak serat daging dan meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.
Menyimpan daging kambing dengan benar bukan hanya soal keawetan.
Melainkan juga untuk menjaga rasa, nutrisi, dan keamanan pangan.
Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana itu, masyarakat dapat menghindari pemborosan.
Selain itu juga dapat tetap menikmati daging yang segar hingga berbulan-bulan setelah Idul Adha.
Editor : Baskoro Septiadi