Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kenalkan Lagi Kue Ganjel Rel Khas Kota Semarang ke Gen Z, Sudah Bisa Produksi 10.000 Potong

Figur Ronggo Wassalim • Minggu, 2 Maret 2025 | 17:24 WIB

 

Pembuat kue Ganjel Rel, Aunil Masjuki saat ditemui di areal Masjid Agung Semarang. FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
Pembuat kue Ganjel Rel, Aunil Masjuki saat ditemui di areal Masjid Agung Semarang. FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
 

RADARSEMARANG.ID - Kue Ganjel rel, merupakan jajanan khas Semarang yang sampai saat ini masih tetap eksis.

Saat acara Dugderan kue ini menjadi incaran warga Kota Semarang. Kue bentuk persegi panjang, berwarna coklat ini memiliki tekstur padat dengan taburan biji wijen di atasnya.

Adalah Aunil Masjuki salah satu warga yang tetap bertahan untuk membuat kue jadul tersebut.

Ia merupakan generasi ketiga pembuat kue ganjel rel dalam keluarganya. Bahkan dipercaya Masjid Agung Semarang untuk memproduksi setiap tahunnya untuk dibagikan pada 1 atau 2 hari sebelum Ramadan.

Ia menceritakan tahun 2009 kue ganjel rel tersebut hampir punah, dan sudah tidak banyak yang mengetahuinya.

"Saya hanya memproduksi 500 potong, mungkin karena terbuat dari gaplek yang rasanya keras," jelasnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, ia terus berinovasi. Tahun 2019, ia melakukan inovasi yang semula terbuat dari gaplek, kini lebih memperbanyak telur, sehingga tidak merubah kepadatan kue dan lebih empuk. 

Sebelumnya sudah dilakukan kurasi langsung dari pihak takmir masjid, orang kauman asli dan orang yang paham persis kue ganjel rel, sehingga tercipta kue yang padat namun empuk seperti sekarang. “Saat itu kami bisa produksi 8000 hingga 10.000 potong," ujarnya.

Saat pandemi Covid-19, Aunil terpaksa tidak memproduksi selama dua tahun. Kembali pada 2023 dengan pesanan 4000 potong, dan 2024 hingga 6000 potong.

"Tahun 2023 hanya membuat sedikit, ternyata warga sudah mulai mengenal kembali dan merasa kurang sehingga 2024 ditambah lebih banyak hingga 4.000 potong," ujarnya.

Jajanan khas Semarang yang dibuat dari berbagai rempah-rempah ini memiliki banyak filosofi.

Kue tersebut dibuat dari beberapa rempah seperti jahe, kembang lawang, cengkeh dan kayu manis.

"Kue ganjel rel ini merupakan padanan dari Ontbijtkoek dari Belanda yang tidak semua orang, karena Semarang memiliki aneka rempah kenapa kita tidak membuat kue serupa namun dengan bahan gaplek dan toping biji wijen," katanya.

Dalam filosofinya, penamaan ganjel rel memiliki pengertian sendiri, Ganjel (bantalan) arti melepas semua beban sebelum memasuki puasa, Rel yang diambil dari kata "rela", yang artinya rela menjalankan ibadah puasa.

"Kalau dari bentuk dan warna coklat diambil dari bentuk kayu yang digunakan sebagai bantalan rel kereta api, sedangkan persegi panjang mengandung arti ada pemberangkatan dan berhenti, jadi berpuasa dari awal hingga akhir," ujarnya. (fgr/fth)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #Ganjel Rel #Dugderan #kue