Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Krenyes! Menikmati Sensasi Makan Bakwan Jembak Khas Umbul Senjoyo Semarang, Isiannya Selada Air

Maria Novena Sinduwara • Minggu, 9 Februari 2025 | 17:22 WIB
Bakwan jembak khas mata air Senjoyo, Cebongan, Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang   
Bakwan jembak khas mata air Senjoyo, Cebongan, Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang  

RADARSEMARANG.ID - Di Kabupaten Semarang ada kuliner khas dan unik. Namanya Bakwan Jembak. Kuliner yang menjadi ikon objek Wisata Umbul Senjoyo.

Bakwan Jembak sangat ikonik dan tak seperti bakwan pada umumnya dengan isian sayuran kubis, wortel dan tauge.

Bakwan jembak dibuat dengan isian selada air. Warga Senjoyo biasa menyebut jembak atau kenci.

"Ya ini khasnya jembak. Ditempat lain tidak ada," kata Sutrisno salah satu pedagang gorengan bakwan jembak.

Bakwan Jembak menjadi kuliner wajib yang harus dicoba ketika berkunjung ke obyek wisata Umbul Senjoyo. Satu gorengan cukup merogoh kocek Rp 1.000.

Menariknya, cita rasa yang gurih didukung hawa yang sejuk membuat kuliner ini sangat nikmat dinikmati di lokasi. Tetapi, kalau mau dibawa pulang tidak masalah.

“Jadi pengunjung bisa membawanya pulang sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah,” ujarnya.

Warga sekitar sudah puluhan tahun melestarikan kuliner jadul ini. Bahan utama selada air atau jembak yang digunakan bahan utama bakwan jembak mudah ditemukan di sekitar Sendang Senjoyo.  Karena airnya banyak, dan biasanya beli dari petani di sawah.

“Kalau pembuatan bakwan Jembak masih menggunakan tungku api berbahan bakar kayu. Justru proses itulah yang menjadikan bakwan jembak lebih khas dan bercita rasa,” tambahnya.

Tidak hanya bakwan jembak, pecel jembak pun juga tersedia disana. Jembrak sendiri dipercaya berkhasiat melancarkan pencernaan dan beberapa penyakit.

Ia di Senjoyo sudah sejak 1984 dan sudah ada jembak. Jadi memang sudah lama sekali menjadi ikon makanan khas di Umbul Senjoyo.

“Tidak ada bumbu rahasia adonan tepung terigu dikasih penyedap dan jembak. Tapi memang jembraknya saya cuci sampai tiga kali biar bersih tidak direbus jadi mentah langsung dicampur adonan," tambahnya.

Saat weekend biasanya wisatawan banyak yang datang. Sutrisno bisa menghabiskan delapan ikat jembak untuk dibuat bakwan.

Jika penasaran, segera berkunjung ke objek Wisata Umbul Senjoyo dan nikmatilah gurihnya Bakwan Jembak. (ria/fth)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Sendang Senjoyo #Kuliner #Bakwan Jembak #Kabupaten Semarang