RADARSEMARANG.ID - Durian buah tropis yang dikenal sebagai "Raja Buah," terkenal dengan aromanya yang sangat kuat.
Bagi sebagian orang, bau durian adalah salah satu aspek yang paling disukai, namun bagi yang lain, aromanya terlalu menyengat dan bahkan menjijikkan.
Bau khas durian ini telah menjadi topik pembicaraan di seluruh dunia, dengan beberapa negara bahkan melarang buah ini dibawa ke tempat umum karena aromanya yang dianggap mengganggu. Namun, apa sebenarnya yang membuat durian memiliki bau yang begitu menyengat?
1. Kandungan Senyawa Sulfur
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa bau durian disebabkan oleh kombinasi senyawa volatil, yang salah satunya adalah senyawa sulfur.
Durian mengandung senyawa sulfur organik, yang juga ditemukan pada makanan beraroma tajam lainnya seperti bawang putih, bawang merah, dan telur busuk. Senyawa-senyawa ini memiliki bau yang kuat dan mudah terdeteksi oleh hidung manusia.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Journal of Agriculture and Food Chemistry, durian memiliki setidaknya 50 senyawa volatil yang berbeda.
Salah satu senyawa utama yang berkontribusi pada bau tajam durian adalah etanetiol, senyawa yang mengandung sulfur dan dikenal karena baunya yang sangat menyengat.
Etanetiol dilepaskan dalam jumlah besar saat durian matang, memberikan bau yang sangat khas yang kita kenal.
2. Proses Fermentasi Alami
Saat durian matang, terjadi proses kimia alami di dalam daging buahnya. Pematangan ini melibatkan proses fermentasi alami yang memecah molekul-molekul kompleks menjadi senyawa-senyawa volatil.
Fermentasi ini adalah salah satu alasan mengapa durian yang matang memiliki bau yang jauh lebih kuat dibandingkan durian yang masih muda. Semakin matang durian, semakin banyak senyawa volatil yang dilepaskan ke udara.
3. Kombinasi Kompleks Senyawa Aromatik
Selain etanetiol, durian mengandung berbagai senyawa kimia lain yang berkontribusi pada kompleksitas baunya. Senyawa seperti metil tiol, diethyl disulfide, dan dimetil trisulfida menambah lapisan aroma yang lebih dalam.
Kombinasi dari senyawa-senyawa inilah yang membuat bau durian begitu sulit untuk dijelaskan—beberapa orang mendeskripsikannya sebagai campuran antara buah-buahan manis dengan bawang, keju, atau bahkan daging busuk.
Baca Juga: BELUM BANYAK YANG TAHU! Ini 4 Manfaat Durian untuk Kesehatan Tubuh yang Perlu Kamu Tahu
Penelitian lebih lanjut menemukan bahwa durian juga mengandung senyawa yang umumnya terkait dengan aroma bunga dan buah-buahan tropis, seperti estragole dan ethyl cinnamate. Kombinasi inilah yang menyebabkan aroma durian begitu unik, mencampurkan bau manis dan menyengat dalam satu paket.
4. Adaptasi Alami untuk Menarik Hewan Penyebar Biji
Dari sudut pandang evolusi, bau kuat durian mungkin merupakan cara alami untuk menarik perhatian hewan yang membantu menyebarkan bijinya.
Di alam liar, bau durian yang kuat dapat menarik berbagai hewan, seperti tupai, kelelawar, atau monyet, yang tertarik pada aroma tersebut dan memakan buahnya.
Setelah memakan daging buah, hewan-hewan ini akan menyebarkan biji durian di hutan, membantu reproduksi dan penyebaran tanaman durian. Dengan demikian, bau kuat durian adalah bagian penting dari strategi bertahan hidup tumbuhan ini.
5. Perbedaan Persepsi Bau
Aroma durian sering kali diperdebatkan, di mana sebagian orang menyukainya dan sebagian lagi merasa terganggu.
Ternyata, preferensi terhadap aroma durian sangat dipengaruhi oleh persepsi individu dan faktor genetika.
Penelitian menunjukkan bahwa beberapa orang memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap senyawa sulfur tertentu, yang membuat mereka merasakan bau yang lebih kuat dan kurang menyenangkan.
Sebaliknya, mereka yang kurang sensitif terhadap senyawa ini dapat menikmati aroma manis yang khas dari durian.
6. Kebiasaan dan Budaya
Perbedaan budaya juga mempengaruhi persepsi bau durian. Di negara-negara seperti Thailand, Malaysia, dan Indonesia, di mana durian menjadi bagian dari budaya kuliner, aroma durian sering kali dipandang positif dan dianggap menggugah selera.
Sebaliknya, di negara-negara yang tidak terbiasa dengan buah ini, baunya sering kali dianggap mengganggu.
Aroma durian yang kuat bahkan menyebabkan beberapa hotel, transportasi umum, dan bandara melarang buah ini karena kekhawatiran akan bau yang menyebar dan mengganggu.
Jadi, bau menyengat durian yang khas dihasilkan oleh kombinasi senyawa volatil yang sebagian besar mengandung sulfur, seperti etanetiol.
Proses pematangan buah ini semakin meningkatkan pelepasan senyawa-senyawa tersebut, menciptakan aroma yang kuat dan beragam.
Meskipun baunya kontroversial, bagi para pecinta durian, aroma ini adalah bagian integral dari kenikmatan menikmati buah eksotis ini.
Jadi, di balik aroma yang menyengat, durian menyimpan proses kimiawi yang kompleks dan evolusi alam yang menarik.
Bagi sebagian orang, ini mungkin membuat mereka menghindarinya, tetapi bagi yang lain, bau khas ini justru merupakan daya tarik utama durian. (mg17/bas)
Editor : Baskoro Septiadi