RADARSEMARANG.ID - Semangkuk Soto SBY akan membuat badan terasa hangat. Warung soto ini berada di Wonosobo. Sudah 30 tahun berjualan, soto ini memiliki pelanggan tetap yang fanatik.
Semangkuk soto disantap pada pagi hari yang dingin di Wonosobo, rasanya hemmm menyegarkan.
Soto SBY salah satu kuliner yang tergolong legendaris di Wonosobo. Warung ini berada di Jl. Kyai Muntang, Kecamatan Wonosobo Timur.
Berdiri pada tahun 1994, hingga sekarang Soto SBY masih tetap ramai pengunjung. Terutama pada pagi hari, saatnya orang sarapan.
Warung soto ini didirikan oleh Sri, yang aslinya dari Magelang. kemudian menetap di Wonosobo. Sejak pertama kali buka warung soto, 30 tahun lalu, cita rasanya tidak berubah.
Mulai dari kuahnya, beragam jenis sate yang disediakan hingga sambalnya
tetap enak. Pada awalnya, warung soto ini mangkal di lapangan Seruni Jaraksari.
Namun, karena lapangan tersebut dialihfungsikan menjadi restoran, Sri
lantas memindahkan dagangannya ke sisi kiri Jalan Kyai Muntang tak jauh dari lokasi lama.
Menurutnya, sejak pertama kali berjualan, warung soto ini sudah berpindah tempat
sebanyak lima kali.
“Dulu waktu pertama buka namanya Soto Gudang Rongsok soalnya jualannya pas di sebelah gudang rongsok. Lama-kelamaan banyak anak muda pelanggan saya yang ngasih saran namanya diubah jadi Soto SBY agar laris,” ungkap Sri.
Dia juga tidak tahu persis kepanjangan SBY. Namun ada yang menyebut SBY singkatan dari Sotonya Bu Yusri.
Kuah soto ini berbeda dengan umumnya soto bening. Soto SBY kuahnya gurih karena menggunakan santan.
Dengan isian potongan ayam, kecambah, daun seledri dan daun kemangi sangat cocok dinikmati sebagai sarapan.
Keberadaan daun kemangi merupakan ciri khas soto SBY. Sri mengaku bahwa soto
buatannya ini terinspirasi dari kuliner khas Magelang yakni soto lesah yang menggunakan santan.
Untuk melengkapi soto, disediakan beberapa lauk pilihan. Di antaranya sate ayam, sate telur, sate usus, sate ati ampela, uritan ayam, baceman dan gorengan.
Beragam sate dan ati ampela memiliki cita rasa manis dan gurih yang khas dan berbeda dari warung soto lain.
Lauk pauk tersebut semakin melengkapi cita rasa yang menggugah selera di dalam semangkuk soto.
Ketika memulai usaha, Sri mematok harga seporsi soto Rp 10.000. Untuk harga
lauk mulai dari yang Rp 2000.
Salah satu pelanggan tetap Soto SBY, Sri Hartati mengaku cocok dengan cita rasa Soto SBY. Ia sudah menjadi pelanggan sejak warung ini buka pertama kali. (mg27/lis)
Editor : Baskoro Septiadi