RADARSEMARANG.ID - Warmindo merupakan singkatan dari Warung Makan Indomie alias mie instan yang sering dimakan oleh masyarakat Indonesia.
Konsep usaha ini sudah sangat banyak digunakan oleh para pengusaha kuliner di Indonesia terutama di kota-kota besar.
Siapa sangka Warmindo yang sering kita jumpai dan menganggap remeh ini sudah ada sampai ke benua biru alias Eropa.
Baca Juga: Warung Kopi Sinden Semarang Sajikan Selera Kuliner Khas Jawa
Pemiliknya adalah Ika Petra Moerbeek, perempuan asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini telah membuka kedai Warmindo pertama di negeri kincir angin, Belanda bersama dengan suami bulenya.
Warmindo ini merupakan bagian dari Cafe Warung Pas, kafe yang menyediakan menu-menu makanan dan minuman khas Indonesia, terletak di Noordwal 1, Amsterdam atau di wilayah Sexyland.
Sexyland merupakan satu wilayah di Amsterdam yang dijadikan tempat berkumpulnya para seniman dan sering dikunjungi oleh warga lokal di sana.
Baca Juga: Wajib dicoba! 7 Rekomendasi Kuliner Khas Kabupaten Pati, Dijamin Enak dan Bikin Nagih
Dikutip dari wawancara yang dilakukan oleh Indozone, Petra mengungkapkan jika alasan dia memilih usaha Warmindo karena dia merasa kangen dengan Indomie, ditambah menurutnya Indomie akan lebih enak jika dibuatkan oleh orang lain.
Walaupun tujuan awal Petra membuka Warmindo adalah untuk mengobati rasa kangen para diaspora di Belanda, namun ternyata pelanggan yang datang 70 persennya adalah warga asli Belanda sedangkan sisanya baru para diaspora Indonesia.
Petra mengatakan jika harus bekerja lebih ekstra cepat, karena warga Belanda sangat tidak sabar menunggu Indomienya selesai.
Baca Juga: Kuliner Legendaris Semarang, Kue Pukis Petudungan Konsisten Jaga Cita Rasa Sejak Tahun 1983
Petra tidak merasa kesulitan untuk mencari bahan-bahan jualannya seperti sayur dan bakso, karena sudah banyak Toko Asia yang tersebar di Amsterdam.
Petra menjual porsi lengkap Indomie di Belanda dengan harga 7,5 Euro atau Rp.131rb, dan jika tanpa bakso dijual seharga 5,5 Euro atau Rp.96rb.
Warmindo milik Petra buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 22.00 waktu setempat, khusus saat weekend buka pukul 15.00 hingga 22.00 waktu setempat. (mg3/bas)
Baca Juga: Menelusuri Latar Belakang Warung Lembah, Permata Tersembunyi Kuliner Ter-Ghibli di Semarang
Editor : Baskoro Septiadi