RADARSEMARANG.ID - Rawon merupakan makanan khas Jawa Timur. Tetapi di Kota Semarang kita tetap bisa menikmatinya. Tentunya dengan sedikit modifikasi dan menyesuaikan lidah wong Jawa Tengah.
Salah satu rawon yang banyak diburu adalah Rawon Mbok Rah. Lokasinya ada di Jalan Brigjen Katamso, Karangtempel, Kota Semarang. Sebelah Kantor DPD PDI Perjuangan.
Menariknya, tempat makan ini mulai buka malam hari mulai pukul 21.00 WIB hingga 05.00 WIB.
Pemilik warung, Dwipayana yang asli Nganjuk, Jawa Timur ingin mengenalkan makanan tersebut di Kota Semarang.
Ia melihat potensi besar karena kebanyakan kuliner mayoritas soto dan gule. “Makanya saya membuka di Semarang,” ujarnya.
Rawon buatannya juga sudah dimodifikasi. Tidak begitu pekat dengan rasa gurih dan pedas. Rawon miliknya rasanya gurih dan manis.
Kluwek yang menjadi rempah utama pada masakan ini dikurangi. Hal ini untuk menyesuaikan lidah orang Jawa Tengah yang biasa dominan dengan rasa manis.
“Dibumbunya kluwek dikurangi. Karena orang Jawa Tengah lebih suka rasa manis. Jadi rasa rawonnya lebih ke manis gurih. Kalau di Jawa Timur kan memang dominan pahit,” akunya.
Untuk bumbu rawon langsung didatangkan dari Nganjuk Jawa Timur. Setiap dua minggu sekali Dwipa akan mendapat kiriman bumbu dari sang Ibu. Ia pun tinggal mengolah untuk dijadikan kuah rawon.
"Bumbu 100 persen langsung dari Nganjuk buatan Mbok Rah, ibu saya. Jadi rempah-rempah semua asli dari sana," tegasnya.
Dwipa menyampaikan ada beberapa menu yang ditawarkan di warung rawon miliknya. Di antaranya rawon setan, rawon balungan, rawon spesial, rawon daging, dan lain sebagainya. Harganya pun dibanderol mulai Rp 7000 hingga Rp 35.000.
"Favoritnya rawon setan. Isiannya daging sapi balungan sama tetelan ditambah tauge dan taburan bawang goreng diatasnya," bebernya.
Warung Mbok Rah juga menyediakan beragam menu tambahan. Seperti gorengan, telur asin, serta lauk pauk lainnya.
"Kita lauk pauknya ada gorengan terus juga ada telur asin ya untuk teman makan rawon," tandasnya.
Dwipa yang juga berprofesi menjadi DJ ini mengaku warungnya akan ramai pengunjung setelah pukul 00.00 WIB.
Kendati demikian juga tak pasti, terkadang sebelum jam tersebut warungnya juga sudah tutup.
"Ini kuliner malam, jadi warga selepas pulang kerja terus lapar bisa mampir," tambahnya.
Salah satu pembeli Nando mengaku Rawon Mbok Rah menjadi andalannya ketika lapar di malam hari.
Selain buka sampai malam, kata dia, rasa yang ditawarkan juga enak. Terlebih rasa kluwek tidak begitu pahit, sesuai dengan lidahnya.
"Rasanya enak, manisnya pas terus aromanya dihirup enak. Dagingnya empuk dan kuahnya seger," akunya. (kap/fth)
Editor : Baskoro Septiadi