RADARSEMARANG.ID - Ada tempat kongkow asyik untuk menghabiskan waktu dan bersantai sambil ngopi.
Tempatnya ada di Kopi Klotok Tjap Sebeh Semeh, Kota Semarang. Menawarkan suasana ngopi nyaman sambil ditemani ribuan koleksi barang antik.
Tempat nongkrong asyik ini tepatnya berada di wilayah Jalan Bugen Lor Jalan Syuhada Raya Timur Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.
Sekilas dari luar, konsep bangunannya sudah terasa berbeda. Menawarkan suasana masa lalu.
Begitu masuk, pengunjung semakin tercengang. Berbagai barang-barang unik atau jadul terpampang di setiap sudut bangunan.
Berbagai barang tersebut buatan dari tahun 40an hingga 90an. Dari zaman kolonial hingga milenial terpampang di kedai kopi ini.
"Sebenarnya ini awalnya galeri pribadi, kemudian pingin buat warung kopi. Ternyata malah jadi instagramable banyak dikunjungi,” kata Pemilik Kopi Klotok Tjap Sebeh Semeh, Adi.
Ia sangat bersyukur, kedai miliknya yang dibuka sejak Agustus 2021 lalu mendapat respon baik dari masyarakat.
Tempatnya yang nyaman dan tidak bising jauh dari suara motor. Di sini ada tiga gazebo, dan satu gazebo khusus Musala. Ada indoor, outdoor, dan keduanya ada di kedai ini.
"Awalnya buka indoor, lalu responnya bagus. Saya buka di sekitarnya, sehingga ada tiga tempat ngopi yang tak berjauhan," katanya.
Konsep awalnya membuat tempat ngopi atau wedangan jaman dulu. Bahkan, ciri khas dari tempat ngopi ini adalah kopi Klotok dan Rondo royal yang jarang ditemui di era sekarang.
"Khasnya Semarang pisang plenet, tape, ketela, rondo royal. Kita lestarikan. Kesini, tidak ada hanya wedangan. Minuman modern ada es campur, ada es soda gembira dan lainnya ada," katanya.
Menu disediakan dengan varian banyak untuk mengundang pengunjung datang lagi ke Kopi Klotok Tjap Sebeh Semeh.
Semua menu makanan atau minuman dimasak secara fresh. Sehingga, para pengunjung harus memaklumi jika agak lama menyajikannya. Seperti kopi Klotok direbus dadakan.
“Nama Sebeh Semeh berasal dari bahasa prokem Semarangan, artinya ayah dan ibu. Meski sudah meninggal, orang tua tetap dikenang karena doa orang tua selalu menyertai meskipun kita sudah sukses bagaimanapun," tambahnya.
Salah satu pengunjung, Marselino bersama lima orang temannya mengerjakan tugas sambil berdiskusi di Kopi Klotok Tjap Sebeh Semeh.
Menurutnya, dirinya sering mengunjungi di Kopi Klotok Tjap Sebeh Semeh karena tempatnya sangat mudah diakses dan tak jauh dari rumahnya. Selain itu, makanan dan minuman sangat ramah di kantong kaum mahasiswa.
“Tempatnya sangat unik karena mengusung konsep zaman dulu dengan barang-barang antik. Kami menikmati semua fasilitas dan sarana yang ada, meskipun banyak nyamuknya, tapi diberi lotion anti nyamuk," akunya. (fgr/fth)
Editor : Baskoro Septiadi