Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kuliner Legendaris Semarang, Kue Pukis Petudungan Konsisten Jaga Cita Rasa Sejak Tahun 1983

Ida Fadilah • Minggu, 2 Juni 2024 | 17:23 WIB
Pemilik Kue Pukis Petudungan, Mardjuki sedang membuat berbagai rasa. Kue Pukis Petudungan sangat enak dinikmati saat panas. IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG
Pemilik Kue Pukis Petudungan, Mardjuki sedang membuat berbagai rasa. Kue Pukis Petudungan sangat enak dinikmati saat panas. IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID - Kue Pukis Petudungan, menjadi salah satu kuliner jadul di Kota Semarang.

Makanan tradisional sudah ada sejak 1983. Sampai sekarang masih bisa tetap eksis dengan cita rasa yang masih terjaga.

Kue Pukis Petudungan, memang hanya dijual di lapak gerobak. Berada di Jalan MT Haryono no 123, Semarang. Meski begitu, kue ini selalu ramai pembeli.

Pemilik Kue Pukis Petudungan Mardjuki, mengatakan, nama kue mengambil dari nama Jalan Petudungan. Tujuannya agar melekat di masyarakat jika beli pukis di Semarang di Petudungan.

"Ini di Jalan Petudungan juga, pilih ini bukan nama MT Haryono karena jika jalan tersebut panjang, jadi biar fokus gitu," ujarnya.

Ia sudah menggeluti bisnis kue pukis sejak 41 tahun lalu. Sampai sekarang masih bisa bertahan karena konsisten menjaga kualitas. Hal ini dibuktikan dari segi rasa yang tak berubah dari tahun ke tahun.

Bahkan, harga selalu mengalami kenaikan setiap tahun. Mardjuki menyebut, bahan pokok seperti tepung terigu, telur, susu, gula yang ia gunakan berkualitas premium.

"Kuncinya rasa harus konsisten, rasa tidak berubah, mutu terjamin. Awalnya harga Rp 60. Menyesuaikan zaman dan harga bahan pokok otomatis kan naik, saya pakai bahan premium. Sekarang Rp 4.500 per pcs ," jelasnya.

Dengan harga tersebut, ukuran kue pukis cukup lumayan besar. Dari segi rasa, memang kue pukis ini memiliki rasa yang lezat, dan manis.

Terlebih ada varian moca yang sangat khas, berbeda dari kue pukis pada umumnya. Kue ini sangat nikmat dimakan saat masih panas.

Aneka rasanya pun beragam, mulai dari coklat, kacang, keju, nanas, strawberry, moca, pisang, abon, dan lainnya.

Setiap harinya, sejak dibuka mulai 16.30 pembeli akan menyerbu. Dalam waktu kurang lebih tiga jam, 600 pcs kue pukis ludes terjual.

Dalam menjaga kualitasnya, Mardjuki sudah memiliki sertifikasi halal dan terdaftar merek di Kementerian Hukum dan HAM.

Dia hal ini menjadi bukti bahwa produk yang ia jual memang berkualitas. Serta hak paten yang didaftarkan agar memiliki payung hukum sehingga terlindungi jika ada yang mau meniru karyanya ini.

Adapun tokoh terkenal yang langganan Chris John. Ia mengatakan, setiap kali petinju itu datang ke Semarang dipastikan mampir untuk menikmati kue pukis ini. 

Pria 63 tahun ini mengungkap jika bisnisnya ini ia rintis sendiri saat masih muda. Namun kini dibantu sang anak dan satu orang karyawan. Setiap hari berjualan mengenakan seragam warna putih.

"Mulanya tak begitu dikenal masyarakat Kota Semarang. Kini, kue pukis ini menjadi yang terlaris dan legendaris," akunya. (ifa/fth)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Kuliner #Kue Pukis Petudungan #kue pukis #kuliner legendaris semarang #Kuliner Semarang