RADARSEMARANG.ID, MAKANAN fermentasi terus mengalami perkembangan hingga menjadikannya sebagai trend gaya hidup sehat masa kini.
Tak heran jika makanan ini digemari oleh masyarakat diberbagai belahan dunia. Setiap negara tentunya memiliki jenis makanan fermentasi dengan ciri khasnya tersendiri.
Perbedaan tersebut biasanya bergantung pada bahan pangan yang ada di masing-masing negara.
Salah satu bahan yang banyak digunakan masyarakat untuk difermentasi adalah kedelai.
Khususnya masyarakat Asia banyak menggunakan kedelai sebagai bahan tambahan untuk masakan.
Fermentasi kedelai adalah praktik kuno yang telah menghasilkan berbagai produk kuliner di seluruh dunia.
Berikut adalah beberapa produk kedelai fermentasi dari berbagai negara:
1. Indonesia:
- Tempeh:
Kedelai yang difermentasi dengan jamur Rhizopus oligosporus, menghasilkan produk yang padat dan kaya protein.
- Tauco:
Pasta kedelai yang difermentasi dan digunakan sebagai bumbu dalam berbagai hidangan.
- Kecap:
Kecap manis dan kecap asin yang terbuat dari fermentasi kedelai dengan garam, gula, dan bahan lainnya.
2. Jepang:
- Miso:
Pasta kedelai yang difermentasi dengan jamur Aspergillus oryzae, sering digunakan dalam sup miso dan berbagai bumbu.
- Natto:
Kedelai yang difermentasi dengan bakteri Bacillus subtilis, dikenal karena teksturnya yang lengket dan aroma khas.
- Shoyu (Kecap Jepang):
Kecap asin yang dibuat dari fermentasi kedelai dan gandum, memiliki rasa umami yang mendalam.
3. Korea
- Doenjang:
Pasta kedelai yang difermentasi, digunakan sebagai bahan dasar dalam sup dan saus.
- Ganjang:
Kecap asin yang difermentasi, mirip dengan shoyu Jepang, namun dengan rasa dan aroma yang sedikit berbeda.
- Cheonggukjang:
Kedelai yang difermentasi singkat dengan bakteri Bacillus subtilis, memiliki aroma yang kuat dan tekstur yang lengket.
4. China:
- Doubanjiang:
Pasta pedas yang terbuat dari kedelai dan kacang-kacangan yang difermentasi, digunakan dalam masakan Sichuan.
- Douchi:
Kedelai hitam yang difermentasi, digunakan sebagai bumbu dalam berbagai hidangan.
- Soy Sauce (Kecap Asin):
Kecap asin yang terbuat dari fermentasi kedelai dan biji gandum dengan garam.
5. Filipina:
Tausi: Kedelai hitam yang difermentasi, mirip dengan douchi dari China, digunakan sebagai bumbu dalam masakan lokal.
6. Vietnam
Tương: Pasta kedelai yang difermentasi, mirip dengan miso, digunakan sebagai bumbu dalam sup dan saus.
7. Thailand
Tao Jiew: Pasta kedelai yang difermentasi, digunakan sebagai bumbu dalam berbagai hidangan lokal.
8. India
Kinema: Kedelai yang difermentasi, populer di wilayah Timur Laut India seperti Sikkim dan Nagaland.
9. Nepal
Kinema: Mirip dengan kinema dari India, kedelai yang difermentasi yang dimasak dalam kari atau sup.
Produk-produk ini menunjukkan beragam cara fermentasi kedelai digunakan untuk menciptakan rasa dan tekstur yang unik di berbagai budaya kuliner di seluruh dunia.
Produk kedelai yang dapat dianggap sebagai pengganti terasi nabati atau terasi untuk para vegan atau vegetarian memiliki rasa umami yang kuat, mirip dengan terasi udang atau ikan.
Beberapa produk kedelai fermentasi yang bisa digunakan sebagai alternatif terasi nabati antara lain:
1. Miso (Jepang):
Miso adalah pasta kedelai yang difermentasi dan memiliki rasa umami yang mendalam.
Miso dapat digunakan dalam berbagai masakan sebagai pengganti terasi, terutama dalam sup, saus, dan tumisan.
Miso merah atau miso yang lebih gelap cenderung memiliki rasa yang lebih kuat dan kompleks, mirip dengan terasi.
2. Doenjang (Korea):
Doenjang adalah pasta kedelai yang difermentasi yang memiliki rasa umami yang kaya dan kompleks.
Ini bisa digunakan sebagai bumbu dalam masakan Korea dan sebagai pengganti terasi dalam resep yang membutuhkan rasa kuat dan gurih.
3. Natto (Jepang):
Natto adalah kedelai yang difermentasi dengan bakteri Bacillus subtilis, memiliki tekstur lengket dan rasa yang kuat.
Meskipun natto memiliki aroma yang khas dan berbeda dari terasi, rasa umami yang kuat bisa menjadi pengganti yang baik dalam beberapa masakan.
4. Doubanjiang (China):
Doubanjiang adalah pasta pedas yang terbuat dari kedelai dan kacang-kacangan yang difermentasi.
Rasa pedas dan umami yang kuat menjadikannya alternatif yang baik untuk terasi dalam hidangan pedas dan beraroma.
5. Douchi (China):
Douchi adalah kedelai hitam yang difermentasi yang memiliki rasa umami yang kuat dan sedikit manis.
Ini sering digunakan dalam masakan Cina dan bisa menjadi pengganti yang baik untuk terasi dalam berbagai resep.
6. Tao Jiew (Thailand):
Tao Jiew adalah pasta kedelai yang difermentasi yang digunakan dalam masakan Thailand.
Rasa umami dan asin yang kuat menjadikannya alternatif yang baik untuk terasi dalam hidangan Asia Tenggara.
Produk-produk ini bisa digunakan sebagai pengganti terasi untuk para vegan atau vegetarian dalam berbagai resep, memberikan rasa umami yang kaya tanpa menggunakan bahan-bahan hewani.
Editor : Tasropi