RADARSEMARANG.ID - Sega Ponggol atau Nasi Ponggol merupakan makanan khas daerah Tegal dan sekitarnya yang disajikan mirip nasi campur.
Umumnya Nasi ponggol berisi nasi putih, sambal goreng tempe, mie atau bihun goreng, oseng-oseng sayur, dll yang dibungkus menggunakan daun pisang.
Pada perkembangannya terdapat banyak lauk dan varian lain dari makanan sederhana ini, Salah satunya adalah Ponggol Setan.
Jika mendengar namanya pasti sudah terpikirkan hal yang menyeramkan, namun apa sebenarnya makna dibalik penamaannya.
Penamaan Ponggol Setan sendiri berasal dari pedagang yang kebanyakan menjualnya mulai dari sore hingga dini hari.
Karena malam hari pada zaman dahulu diidentikkan dengan hal yang menyeramkan seperti hantu atau setan, sehingga dinamakan dengan Ponggol Setan.
Selain itu zaman dahulu saat berjualan di malam yang gelap, pembeli sering kali tidak bisa melihat penjual yang menyajikan secara langsung.
Sehingga disebutkan bahwa interaksi antara penjual dan pembeli dilakukan dengan tak kasat mata.
Namun saat ini penyajian Ponggol Setan tak terbatas hanya di malam hari saja, namun ada yang menjualnya untuk makan siang bahkan sarapan.
Selain itu kata Setan pada makanan ini bisa dimaknai dengan rasanya yang lebih pedas dari Ponggol biasa.
Untuk isian Ponggol Setan sendiri memang tidak berbeda jauh dengan varian aslinya, namun yang membedakan pada sambal goreng tempenya yang lebih terasa lebih pedas.
Rasa pedas pada sambal goreng tempenya memang sangat terlihat jelas. Dengan warna cokelat kemerahan, orang-orang akan tahu bahwa ponggol memiliki rasa lebih pedas.
Cocok untuk dicoba oleh para pecinta makanan pedas, apalagi disajikan dengan nasi hangat dan sambal goreng pedasnya.
Salah satu Ponggol Setan terkenal di Kota Tegal adalah di Warung Ponggol Setan Ibu Kusniroh di Jalan Kemuning, Kejambon, Tegal Timur.
Editor : Baskoro Septiadi