Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pecinta Kuliner Wajib Cicipi Makanan Khas Magelang Jemunak, Olahan Singkong punya Cita Rasa Manis dan Gurih

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Minggu, 31 Maret 2024 | 16:29 WIB

Warga membuat makanan jadul bernama Jemunak. Dengan cita rasa manis serta gurih. ROFIK SYARIF G P/JAWA POS RADAR SEMARANG
Warga membuat makanan jadul bernama Jemunak. Dengan cita rasa manis serta gurih. ROFIK SYARIF G P/JAWA POS RADAR SEMARANG
 

RADARSEMARANG.ID - Desa Gunungpring, Muntilan, Kabupaten Magelang memiliki kuliner khas yang hanya ada saat Ramadan. Namanya Jemunak.

Kudapan dari singkong yang menawarkan cita rasa manis dan gurih. Biasa jadi incaran saat berbuka puasa dan tidak menimbulkan efek kenyang berlebih.

Jemunak, menjadi hidangan tradisional yang lekat setiap bulan Ramadhan dan sudah ada sejak puluhan tahun. 

Kudapan khas ini berbahan dasar singkong dan ketan. Jemunak menjadi salah satu kudapan manis yang selalu diburu masyarakat. 

Uniknya, hanya bisa diperoleh di bulan Ramadhan saja.

Tempat produksi Jemunak tersebar di sejumlah dusun di Desa Gunungpring. Kebanyakan mereka meneruskan resep leluhur yang telah diwariskan hingga berganti generasi.

Salah satu tempat produksi jemunak di Gunungpring Muntilan adalah jemunak Mbah Mul, di Dusun Karaharjan. Produksi Jemunak Mbah Mul diteruskan Poningsih dan adiknya Kasmirah yang merupakan generasi kelima.

Aktivitas membuat jemunak dimulai dengan mengupas singkong dan dicuci bersih sejak pukul 07.00 WIB. Kemudian diparut kasar.

Selain itu ada bahan beras ketan harus dikukus hingga setengah matang. Dua bahan baku ini kembali dikukus hingga matang.

Setelah itu, barulah dicampur dan ditumbuk hingga halus. Setelah itu, jemunak akan dibungkus menggunakan daun pisang dan siap disajikan.

Kasmirah, penerus Jemunak Mbah Mul generasi kelima mengatakan, jemunak ini sudah ada turun temurun dari mbah.

Ia mengatakan, jemunak  hanya bisa diperoleh di bulan Ramadhan. Konon, jemunak merupakan akronim dari bahasa Jawa ketemu kepenak.

“Habis puasa makan ini bisa bikin kenyang dan banyak yang bilang nemu kepenak. Hanya ada saat puasa. Di hari biasa, nggak ada. Kalau ada pesanan pun, kami nggak mau buat,” akunya.

Kasmirah mengaku bisa menghabiskan 25 kg ketela dan 5 kg beras ketan. Sehari bisa membuat 750 bungkus, dan dijual dengan harga murah Rp 3.000.

Dewi Anggraeni, salah satu pembeli mengaku, rasa dari jemunak ini enak, ada manisnya dari gula jawa.

Seperti makan ketan lupis. Ia mengaku baru nemuin makanan enak seperti Jemunak.

“Cita rasanya unik. Ada gurih, manis dan ada rasa kelapanya. Kalau mau Ramadhan makanan Jemunak ini selalu berseliweran di berada IG saya, jadi penasaran,” ucapnya. (rfk/fth)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Jemunak #Magelang