Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Musim Hujan, STMJ Karang Doro Semarang Jadi Jujukan

Ida Fadilah • Minggu, 28 Januari 2024 | 17:33 WIB
Warung STMJ Karang Doro legendaris di Kota Semarang, sudah berdiri sejak 1950 menyediakan tambahan varian menu. IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG
Warung STMJ Karang Doro legendaris di Kota Semarang, sudah berdiri sejak 1950 menyediakan tambahan varian menu. IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID - Susu Telur Madu Jahe (STMJ) menjadi pilihan cocok di kala musim hujan. Tak hanya menghangatkan, juga bermanfaat meningkatkan stamina.

Di Kota Semarang, ada sebuah warung legendaris yang menyediakan menu ini. Terhitung sejak 1950, warung ini konsisten menjual STMJ. 

Lokasinya tak jauh dari tempat wisata Kota Lama. Tepatnya di kawasan Karang Doro, Jalan Raden Patah No 112.

Tak sulit menemukannya, warung berwarna biru ini ada di sisi kanan jalan. Cat biru ini tak berubah sejak dulu, sebagai ciri khas. 

Pengelola warung STMJ Karang Doro Ariel Indira menyatakan, menu STMJ ini andalan alias best seller.

Sesuai namanya STMJ, pihaknya memberikan layanan tambah salah satu komponen. Misalnya madu ataupun telur.

Untuk telur, pembeli bisa memilih berapa kuning telur dalam satu porsi. Bahkan ada yang memesan hingga lima telur dalam segelas besar.

"Biasanya dua kuning telur, tapi pernah ada yang minta lima kuning telur. Ya kami mengikuti saja sesuai permintaan customer," tuturnya pada Jawa Pos Radar Semarang

Mengenai rasa, perpaduan keempatnya pas. Susunya tidak apak, telurnya tidak amis, madunya cukup manis, dan jahenya terasa sedikit pedas. 

Ariel menyebutkan, susu yang digunakan merupakan susu sapi murni, bukan sasetan. "Sejak dulu pakai susu sapi murni, konsisten sampai sekarang dan seterusnya," ungkapnya. 

Seiring berkembangnya zaman, pihaknya juga menambah variasi menu. Kini, pembeli bisa memesan susu murni coklat, susu jahe, susu kopi, susu sirup dan lainnya.

Yang terbaru, menyediakan variasi susu strawberry, melon, dan beng-beng. Ia menuturkan, menu-menu baru itu untuk anak-anak.

"Segmen kami bukan lagi hanya dewasa, tapi ada anak-anak sehingga kami tambah varian itu biar tertarik," jelasnya. 

Mengenai harga, segelas STMJ ukuran besar dibanderol Rp 14 ribu. Untuk gelas kecil Rp 13 ribu. Selain itu, bisa juga memesan susu dalam ukuran liter dengan harga mulai Rp 21 ribu.

Uniknya, meski era sudah digital pembayaran hanya menerima tunai saja. Untuk jam bukanya di mulai sejak pukul 04.00-22.00. 

Selain menu minuman, pendampingan nyusu di sini beragam. Ada aneka jajan pasar seperti arem-arem, martabak mini, pisang godok dan lainnya.

Juga tersedia beragam cemilan kering di antaranya kerupuk ikan, makaroni, dan lainnya. Ada pula roti bakar dengan beragam rasa.

"Kami memang tidak menyediakan makan berat, adanya jajan pasar dan makanan kering. Semuanya dari setoran keluarga," tambahnya. 

Sementara itu, Kuntadi asal Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak sudah berlangganan sejak SMP atau 20 tahun lalu.

Ia mulanya diajak sang ayah dan ketagihan sendiri hingga kini. Setiap pulang kerja dari Pelabuhan Tanjung Emas, ia menyempatkan menyeruput STMJ.

"Rutin ke sini, biasanya pesan pakai dua butir telur. Efeknya di badan lebih segar dan berstamina, hilangkan capek," tuturnya. 

Sedangkan dari generasi milenial Silviana, menjatuhkan pilihannya nyusu di sini. Menurutnya, selain susunya yang fresh, ada beragam varian menu yang patut dicoba.

"Tidak melulu STMJ, tapi menunya banyak jadi bisa ganti-ganti nyoba gitu. Apalagi pas hujan begini sangat cocok nyusu," kata dia. (ifa/ton)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #stmj #legendaris