Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mencicipi Belut Goreng Pak Dhe Semarang, Digoreng Garing, Renyah, Cita Rasa Manis Gurih Bikin Nagih

Khafifah Arini Putri • Minggu, 21 Januari 2024 | 17:00 WIB

 

Belut Goreng Pak Dhe Kota Semarang
Belut Goreng Pak Dhe Kota Semarang

RADARSEMARANG.ID - Pecinta kuliner, kurang lengkap jika ke Kota Semarang tidak mencoba belut goreng Pak Dhe? Belut digoreng garing, renyah dan cita rasa manis gurih bikin nagih.

Kuliner Warung Belut Goreng Pak Dhe ini termasuk salah satu yang legend di Kota Semarang.

Berdiri sejak 1996 terletak di Jalan Purwosari Raya, Rejosari, Kecamatan Semarang Timur.  Buka pukul 15.30 hingga 23.00.

Nampak dari luar, Warung ini tidak jauh berbeda dengan penyetan atau tempat makan lainnya.

Namun bagi yang sudah merasakan berbagai menu yang disajikan pasti akan ketagihan. Tidak hanya menjual belut, warung ini juga menjual ayam, lele, dan beragam menu lain.

Menu menjadi tentu belut goreng. Ada belut goreng original serta belut yang digoreng menggunakan tepung. Rasanya renyah di luar lembut di dalam.

Pemilik Warung Belut Goreng Pak Dhe Supriyanto mengatakan tempat makan ini sudah berdiri sejak tahun 1996.

Ide jualan belut goreng, kata dia karena beda dengan menu penyetan pada umumnya. Terlebih peminatnya juga banyak.  "Peminatnya banyak, tapi jarang yang jual," ungkapnya.

 Baca Juga: Nongki Santai di Kedai Merekah, Tempat Ngopi Asyik di Tengah Sentra Literasi Kota Semarang

Ia menambahkan menu favoritnya adalah belut goreng balut tepung. Untuk satu porsi dijual Rp 25 ribu.

Pembeli akan mendapatkan satu lepek (piring kecil) belut krispi. Menariknya pembeli bisa request rasa, juga tingkat kematangan.

Supriyanto menyebut terkadang ada juga pembeli yang meminta belut goreng tanpa tepung atau original.

Untuk menu satu ini harganya Rp 30 ribu.  Setiap satu porsi belut pembeli akan mendapatkan lalapan juga sambal terasi yang bisa request tingkat kepedasan.

Perpaduan belut dengan sambal ini bakal menggoyang lidah.  "Isi belutnya lebih banyak yang original," imbuhnya.

Dalam sehari bisa menjual 5 kg belut dengan jumlah lebih dari 50 porsi. Belum termasuk menu lainnya. Yang dipakai adalah belut sawah. Ia biasanya membeli di daerah Demak. 

Belutnya selalu fresh. Kalau mau dijual baru dimatikan. "Kita belinya posisi masih hidup. Ambilnya dari daerah Demak," akunya.

Ketika musim kemarau dan belut sawah susah di dapat. Ia terpaksa tidak menyediakan menu unggulannya. Meski ada belut tambak, rasanya hambar. 

"Pernah satu bulan nggak ada belut karena kemarau. Ya terpaksa off karena kalau pake belut tambak rasanya sepo, kasihan pembelinya," bebernya.

Karena itu ia selalu mengutamakan kualitas. Sehingga pelanggan tidak kecewa. Langganannya bahkan banyak yang dari luar kota. Seperti Jakarta juga Surabaya.

Bahkan ada pula langganan yang request untuk dikirim setengah matang. Sehingga lebih awet, dan ketika sampai di rumah pelanggan bisa diolah kembali. 

"Ada langganan dari Kudus biasanya dikirim setengah matang. Kalau sudah sampai nanti digoreng lagi," akunya.

Salah satu pelanggan Arifin mengatakan belum lama jadi langganan Warung Belut Goreng Pak Dhe.

Awalnya penasaran karena tempatnya ramai terus banyak pembeli. Setelah merasakan secara langsung ia pun ketagihan. 

"Awalnya penasaran karena selalu ramai pembeli. Setelah mencoba ternyata rasanya enak, apalagi belutnya bikin nagih," ujarnya. (kap/fth)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #Kuliner #belut goreng