Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ayam Lebih Empuk dan Lembut Jika Dimasak di Atas Tungku

Agus AP • Minggu, 15 Januari 2023 | 22:39 WIB
Cara memasak dengan pawon tradisional menjadi daya tarik pembeli. Karena pembeli bisa ambil sendiri sepuasnya. (Denisa Putri/Jawa Pos Radar Semarang)
Cara memasak dengan pawon tradisional menjadi daya tarik pembeli. Karena pembeli bisa ambil sendiri sepuasnya. (Denisa Putri/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID - Kuliner satu ini disajikan dengan cara unik. Pembeli bebas mengambil nasi lauk langsung dari wajan di atas tungku pawon. Dengan suasana tradisional dengan kuliner tradisional.

Rumah Makan Pawon Markisa namanya. Lokasinya di Jalan Markisa, Mantenan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Semua menu tradisional dimasak menggunakan kayu bakar. Ada lauk bebek, entok, ayam yang diolah menjadi opor, goreng, dan bakar.

Baru buka sekitar 9 bulan lalu. Tapi sudah mendapat tempat di hati pecinta kuliner. Pembeli bebas mengambil nasi dan lauk sepuasnya di dapur atau pawon.

Begitu masuk dapur, terlihat deretan pawon atau tungku tradisional. Lengkap di atasnya ada wajan yang berisi daging entok, bebek dan ayam. Pawon berbahan bakar kayu ini terus menyala apinya. Tak heran bila dagingnya empuk dan bumbunya meresap.

Pengunjung bisa memilih sendiri lauk di wajan diatas tunggu yang ada kuahnya. Bila ingin digoreng maupun bakar akan dilayani.

Jika ingin menyantap opor, tinggal diambil dari wajan, siap disantap. Ada juga sate. Menu itu ditambah sambal cabai hijau dan merah, plus lalapan dan petai.

“Pawon Markisa diambil dari bahasa Jawa ‘pawon’ yang berarti dapur dan markisa karena berada di Jalan Markisa. Selain itu karena semua jenis usaha yang saya jalani bernama Markisa,” kata pemilik kuliner, Syarifudin. Rumah makan ini buka Selasa - Minggu mulai pukul 09.30 WIB hingga 20.30 WIB.



Untuk harga mulai Rp 18 ribu sampai Rp 27 ribu. Pembeli dapat makan dan minum sepuasnya. Rumah makan tersebut hampir setiap hari ramai pembeli. Terlebih lagi di jam makan yaitu pukul 12.00 WIB sampai 15.00 WIB dan setelah Magrib.

Setiap hari menghabiskan rata-rata 25 sampai 30 kg beras. Sedangkan entok, bebek, ayam kampung masing-masing 25 ekor per hari.

Salah seorang pengunjung Rini mengku baru kali pertama menemui rumah makan yang mengambil sendiri di dapur. Jadi ia merasa puas bisa ambil sendiri. "Cita rasanya juga pas di lidah,” ujar warga Secang.

Ia juga senang bisa melihat langsung cara memasaknya masih tradisional memakai kayu di pawon. Mengingatkan tempo dulu di rumah neneknya di desa. Cita rasa lebih lezat dan bumbunya juga mantap.

"Daging entok dimasak hingga empuk. Begitu juga dengan bebek maupun ayam kampung, dagingnya empuk dan tidak amis," akunya. (mg9/mg10/ton) Editor : Agus AP
#Mantenan #Rumah Makan Pawon Markisa #Kabupaten Magelang #Mertoyudan #Jalan Markisa