Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Nongkrong Sambil Menikmati Menu Tradisional di Kopi Pak Tjarik Mijen

Agus AP • Minggu, 6 Maret 2022 | 18:46 WIB
Nongkrong asyik, sambil menikmati keindahan bunga dan tanaman hias di Angkringan Kembang. (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)
Nongkrong asyik, sambil menikmati keindahan bunga dan tanaman hias di Angkringan Kembang. (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID - Bosan dengan suasana nongkrong di kafe modern? Kopi Pak Tjarik Mijen bisa menjadi alternatif pilihan menarik. Dengan konsep ala jawa, menawarkan suasana dan menu tradisional khas tempo dulu.

Kopi Pak Tjarik memiliki konsep tempo dulu. Dengan tempat utama rumah joglo tradisional jawa lengkap dengan hiasan kuno dan benda-benda antik. Seperti aneka alat musik gong warna-warni terpajang di dinding, lukisan vintage, sepeda dan motor vespa jadul yang terparkir di sudut resto. Menjadikan tempat ini sangat instagramable.

Suana semakin indah dengan pemandangan alam. Bertempat di tengah kebun tempat ini baru beroperasi Oktober 2020. Tepatnya di Jalan Raya Kaligates, Jatibarang, Kecamatan Mijen. Meski begitu, tempatnya cukup ramai. Dengan musik Jawa membuat pengunjung yang datang semakin betah sambil menikmati secangkir kopi.

Menu yang ditawarkan semua makanan rumahan tradisional khas. Mulai sayur jipang, oseng godong kates, kering tempe, lodeh kluwih, singkong goreng, jadah goreng dan lain-lain. Untuk minuman ada kopi, wedang jahe, wedang uwuh, teh sereh serta masih banyak lagi.

Harga ditawarkan cukup terjangkau. Tempat ini memiliki banyak spot foto yang memberikan kesan klasik. Jadi sangat tepat untuk nongkrong atau kumpul keluarga, mengerjakan tugas, meeting, hingga event.

Selain konsep tradisional, tempat ini memiliki menu andalan yang banyak diburu. Untuk makanan, mangut pedas, opor jipang, dan lodeh kluwih. Sementara minuman unik yakni wedang uwuh dan wedang empon-empon.

“Untuk minuman tradisional lengkap dengan gula batu. Kalau wedang empon-empon pakai gula merah,” kata Kasir Kopi Pak Tjarik Mijen kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Meski konsep tradisional bukan berarti pengunjungnya dari kalangan tua. Justru anak-anak muda, banyak yang datang. Untuk sekedar nongkrong, me time atau menikmati suasana jadoel.

“Ini tempat favoritku nongkrong. Sering datang kesini tempatnya enak dan menunya unik-unik,” aku seorang pelanggan Seli. Dara 25 tahun tersebut hampir setiap weekend menghabiskan waktu di Kopi Pak Tjarik Mijen.

Ia mengaku nyaman dengan suasana yang ditawarkan. Sejuk, pemandangan alam indah membuatnya bisa rileks usai rutinitas pekerjaan setiap hari. “Kalau tidak ada kerjaan ya kesini, me time aja. Kadang sama teman, kadang sendiri,” ujarnya.

Tenang, untuk harga yang ditawarkan sangat terjangkau. Menu daharan, nyamikan, lawuh serta unjukkan mulai dari Rp 1 ribu hingga 15 ribu. Kopi Pak Tjarik buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 22. 00 WIB.

Jadi menjadi tempat yang patut dicoba untuk nongkrong atau menghabiskan waktu bareng keluarga. Biasanya tempat ini akan semakin ramai ketika weekend. (mg2/mg4/fth) Editor : Agus AP
#menu tradisional #Kopi Pak Tjarik #Kopi Pak Tjarik Mijen #Kafe