Soto "PK" Pak Joko berada di sebuah ruko kecil. Ukurannya 4 × 3 meter. Cat rukonya berwarna hijau pudar. Kendati ruko kecil, antrean untuk menikmati soto PK berjubel.
Salah satu pengelola sekaligus karyawan, Tutik, 48, mengatakan soto PK memang berbeda. Pada umumnya soto dijajakan pagi hingga malam hari. Namun itu tidak berlaku di Soto PK. Soto sengaja buka pukul 23.00-06.00. "Iya, dari istrinya Pak Joko (alm) dari dulu bukanya jam segini. Karena jam segitu, enak cari rezeki," katanya.
Memang benar. Satu jam setelah dibuka, antrean sudah bejubel. Mereka yang lapar tengah malam, sengaja beli di Soto PK. Khususnya bagi yang suka kuliner tengah malam. "Jadi ada ceritanya kenapa Soto Pak Joko diberi nama Soto PK,"imbuh Tutik.
Nama Soto PK yang disematkan ke warung soto milik Pak Joko ada sejarahnya. Dijelaskan Tutik, nama PK merupakan singkatan dari pemandu karaoke. Dari ceritanya, sejak awal berdiri 30 tahun lalu, warung soto tersebut menjadi langganan PK di Kota Semarang. “Setiap malam banyak PK yang ke sini, karenanya disebut soto PK. Dulu terkenal begitu," jelasnya.
Nama itupun kemudian menjadi tren di kalangan pemuja kuliner Semarang tengah malam. Para PK yang kelaparan, memilih membeli di Soto PK. Selain imej buka sampai pagi, harga yang dibanderol juga terjangkau. Itu yang menjadi alasan tersendiri bagi pembeli. "Sampai sekarang jadi tambah ramai, alhamdulillah,” kata Tutik, karyawan yang diberi kepercayaan untuk mengelola warung soto tersebut.
Meski buka mulai pukul 23.00, sejak jam 22.00 sudah banyak orang yang mengantre. "Ada yang mangkuk kecil dan mangkuk besar. Rata-rata suka yang mangkuk kecil. Porsinya pas,"ungkap Tutik.
Cita rasanya pas di lidah. Lauk yang dihidangkan sama seperti warung soto lainnya. Tersedia gorengan, sate telur, usus, dan kerupuk. Harga dari satu porsi soto juga tidak mahal. Satu mangkuk soto seharga Rp 11 ribu untuk yang kecil. Ukuran besar harga Rp 15 ribu. "Kemudian untuk harga gorengan di setiap jenisnya dipatok sama yakni Rp 2 ribu,"bebernya.
Salah satu pembeli, Lilis, mengaku langganan tetap Soto PK. Selain karena murah, tempatnya juga dekat dengan kediamannya. Menjelang subuh, Soto PK kerap diserbu oleh para pedagang pasar. "Rasanya enak. Paling senang sate ususnya besar-besar,"jelasnya. (avi/lis)
Editor : Agus AP