Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mahasiswa PGSD UMK Menggelar Simfoni Bumi Nusantara sebagai Ajang Aksi Nyata Kreasi dan Ekspresi Dari Generasi Pendidik Mendatang

H. Arif Riyanto • Kamis, 25 Juni 2026 | 18:53 WIB
Pembukaan Pameran dan Pagelaran Seni Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis (25/6/2026). (HUMAS UNIVERSITAS MURIA KUDUS)
Pembukaan Pameran dan Pagelaran Seni Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis (25/6/2026). (HUMAS UNIVERSITAS MURIA KUDUS)

RADARSEMARANG.ID, Kudus–Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) dipenuhi semangat kreativitas dan nuansa budaya Nusantara dalam gelaran Pameran dan Pagelaran Seni Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Tahun 2026, Kamis (25/6/2026).

Mengusung tema "Simfoni Bumi Nusantara: Nada, Gerak, dan Warna dalam Satu Irama", kegiatan ini menjadi panggung bagi mahasiswa untuk menunjukkan kompetensi, kreativitas, sekaligus kecintaan terhadap seni dan budaya Indonesia sebagai bagian dari pembentukan karakter calon pendidik.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut merupakan luaran mata kuliah Kreasi Produk Seni yang diikuti mahasiswa semester IV PGSD UMK. 

Tidak sekadar menjadi ajang penilaian akademik, kegiatan ini dirancang sebagai ruang apresiasi seni yang mempertemukan karya, inovasi, dan nilai-nilai budaya dalam satu perhelatan yang terbuka bagi sivitas akademika maupun masyarakat.

Ketua Program Studi PGSD UMK Dr. Eka Zuliana, M.Pd. menyampaikan, seni merupakan bagian penting dalam pendidikan guru Sekolah Dasar.

Dikatakan, guru SD masa depan tidak hanya dituntut menguasai kompetensi pedagogik dan akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas estetika, kemampuan berkolaborasi, serta kreativitas dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi murid.

Penampilan kelompok karawitan saat Pameran dan Pagelaran Seni Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis (25/6/2026). (HUMAS UNIVERSITAS MURIA KUDUS)
Penampilan kelompok karawitan saat Pameran dan Pagelaran Seni Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis (25/6/2026). (HUMAS UNIVERSITAS MURIA KUDUS)

 

Menurut Dr. Eka, tema "Simfoni Bumi Nusantara" dipilih sebagai representasi keberagaman budaya Indonesia yang berpadu dalam harmoni. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk memaknai seni sebagai media pembelajaran sekaligus sarana pelestarian budaya lokal di tengah derasnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI),” katanya.

Seni dipandang sebagai ruang yang tetap membutuhkan sentuhan nilai kemanusiaan, empati, dan kreativitas yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.

Pada cabang seni musik, enam kelompok mahasiswa menampilkan pertunjukan karawitan dengan berbagai aransemen yang memadukan teknik bermain gamelan, kekompakan kelompok, serta interpretasi musikal yang khas.

Suara kenong, bonang, saron, kendang, dan gong berpadu menghasilkan harmoni yang memukau penonton.

Setiap kelompok menghadirkan karakter musikal yang berbeda, sehingga mampu menunjukkan kekayaan ekspresi seni tradisional Jawa yang tetap relevan di kalangan generasi muda.

Penampilan karawitan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa PGSD tidak hanya mempelajari teori seni, tetapi juga mampu mengimplementasikan keterampilan musikal melalui latihan intensif dan kerja sama tim.

Kekompakan antarpemain menjadi salah satu aspek yang paling menonjol selama pertunjukan berlangsung.

Riuh tepuk tangan penonton mengiringi setiap penampilan yang sukses menghadirkan suasana hangat dan penuh apresiasi.

Pengunjung menyaksikan deretan karya seni rupa yang memenuhi ruang pamer di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis (25/6/2026).(HUMAS UNIVERSITAS MURIA KUDUS)

 
Pengunjung menyaksikan deretan karya seni rupa yang memenuhi ruang pamer di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis (25/6/2026).(HUMAS UNIVERSITAS MURIA KUDUS)  

Sementara itu, area pameran seni rupa menghadirkan puluhan karya dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D) hasil eksplorasi mahasiswa.

Beragam media dan teknik digunakan, mulai dari lukisan, ilustrasi, kriya, hingga karya tiga dimensi berbahan campuran.

Setiap karya memuat pesan, gagasan, dan interpretasi mahasiswa terhadap fenomena sosial, lingkungan, budaya, hingga nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia.

Pengunjung terlihat antusias mengamati setiap karya yang dipajang di sepanjang area pameran.

Tidak sedikit yang mengabadikan karya-karya tersebut melalui telepon genggam sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa.

Keberagaman konsep yang ditampilkan menunjukkan bahwa calon guru sekolah dasar juga memiliki kemampuan berpikir kreatif, inovatif, dan reflektif dalam menghasilkan produk seni yang bernilai edukatif.

Dosen pengampu mata kuliah seni, Wasis Wijayanto, S.Sn., M.S., menjelaskan, kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang menempatkan mahasiswa sebagai kreator sekaligus problem solver.

"Melalui proses berkarya, mahasiswa belajar mengembangkan ide, bekerja sama, mengelola waktu, menyelesaikan permasalahan, hingga mempresentasikan hasil karyanya kepada publik. Kompetensi seperti inilah yang nantinya sangat dibutuhkan ketika mereka menjadi guru sekolah dasar," ujarnya.

Menurutnya, pendidikan seni di program studi PGSD UMK memiliki peran strategis dalam membentuk calon guru yang mampu menghadirkan pembelajaran kreatif di kelas.

“Guru tidak cukup hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga harus mampu mengembangkan imajinasi, apresiasi budaya, kemampuan berkolaborasi, serta karakter peserta didik melalui aktivitas seni,” bebernya.

Meski tahun ini cabang seni tari belum dapat dipentaskan, karena dosen pengampu berhalangan hadir.

Hal tersebut tidak mengurangi kemeriahan acara.

Seluruh rangkaian kegiatan tetap berlangsung dengan penuh antusiasme, bahkan mampu menghadirkan atmosfer akademik yang berpadu harmonis dengan nuansa kebudayaan.

Untuk menjaga objektivitas penilaian, penampilan karawitan dinilai oleh Wasis Wijayanto selaku dosen pengampu mata kuliah bersama Muhammad Rochim, S.Sn. sebagai juri eksternal.

Sementara karya seni rupa dinilai langsung oleh Dr. Nur Fajrie, S.Pd., M.Pd. berdasarkan aspek kreativitas, orisinalitas, teknik, estetika, dan kemampuan menyampaikan pesan melalui karya.

Keberhasilan penyelenggaraan acara juga tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Himpunan Program Studi (HIMPARO) PGSD, staf Program Studi PGSD UMK, panitia pelaksana, dosen, hingga seluruh mahasiswa yang terlibat.

Ketua HIMAPRO PGSD UMK Resti Anastasia mengaku, persiapan yang dilakukan dalam waktu relatif singkat.

Namun pihaknya mampu menghasilkan sebuah perhelatan seni yang tertata, edukatif, dan memberikan pengalaman belajar yang autentik bagi mahasiswa.

“Kegiatan ini menjadi refleksi bahwa pendidikan guru pada era digital tidak boleh meninggalkan akar budaya bangsa,” katanya.

Di tengah kemajuan teknologi dan berkembangnya kecerdasan buatan, kreativitas manusia tetap menjadi fondasi utama dalam membangun pendidikan yang humanis.

Seni memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar berpikir divergen, menghargai keberagaman, serta menumbuhkan kepekaan sosial yang menjadi karakter penting seorang pendidik.

Melalui "Simfoni Bumi Nusantara", mahasiswa PGSD UMK berhasil menunjukkan bahwa seni bukan sekadar pelengkap pembelajaran, melainkan wahana pembentukan karakter, penguatan identitas budaya, dan pengembangan kompetensi abad ke-21.

Harmoni gamelan yang menggema di auditorium dan deretan karya seni yang memenuhi ruang pamer menjadi simbol bahwa kreativitas, budaya, dan pendidikan dapat berjalan beriringan dalam membentuk calon guru yang adaptif, inovatif, sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai luhur bangsa.

Kegiatan ini pun menjadi bukti nyata komitmen Program Studi PGSD UMK dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan budaya, daya cipta, dan kemampuan menghadirkan pembelajaran yang inspiratif bagi generasi masa depan.

Dari setiap nada yang dimainkan, setiap warna yang dituangkan, dan setiap karya yang dipamerkan, mahasiswa telah menunjukkan bahwa kreativitas adalah bahasa universal yang mampu menjembatani ilmu pengetahuan, seni, dan kemanusiaan dalam satu harmoni: Simfoni Bumi Nusantara. (aro)

 

Top of Form

 

Bottom of Form

 

Editor : H. Arif Riyanto
#pgsd umk #universitas muria kudus #pagelaran seni #PAMERAN #umk