RADARSEMARANG.ID, Kudus— Dalam momentum pelepasan 115 calon wisudawan dan wisudawati Program Pascasarjana Universitas Muria Kudus (UMK) yang digelar di Hotel Griptha Kudus, Kamis (9/10/2025), Pascasarjana UMK secara resmi meluncurkan Pusat Kajian Kearifan Lokal.
Peluncuran ini menjadi langkah strategis Pascasarjana UMK dalam memperkuat kontribusi akademik terhadap pembangunan peradaban global berbasis nilai-nilai budaya lokal.
Para calon wisudawan yang dilepas berasal dari empat program studi, yakni Magister Manajemen, Magister Ilmu Hukum, Magister Pendidikan Dasar, dan Magister Pendidikan Bahasa Inggris.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan, dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, serta keluarga para lulusan.
Direktur Program Pascasarjana UMK Prof. Dr. Sri Utaminingsih, S.Pd, M.Pd, menyampaikan, peluncuran Pusat Kajian Kearifan Lokal merupakan bentuk nyata komitmen Pascasarjana UMK untuk menjadikan budaya lokal sebagai sumber inspirasi, nilai, dan arah dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
“Kearifan lokal adalah jati diri bangsa. Melalui pusat kajian ini, Pascasarjana UMK berupaya menghadirkan ruang ilmiah yang menempatkan nilai-nilai budaya lokal sebagai fondasi dalam membangun peradaban global yang humanis, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Prof Utami.
Dikatakan, Pusat Kajian Kearifan Lokal Pascasarjana UMK memiliki visi Menjadi pusat unggulan penelitian, pendidikan, dan pengembangan kearifan lokal yang mendukung penguatan budaya, inovasi pendidikan, dan pembangunan masyarakat di tingkat regional dan nasional.
Untuk mewujudkan visi tersebut, lanjut Prof. Sri Utaminingsih, pusat kajian ini mengusung empat misi utama, yaitu: Mengembangkan kajian akademik berbasis kearifan lokal yang relevan dengan berbagai disiplin ilmu; Menjalin kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah, dan lembaga penelitian untuk pengembangan budaya lokal; Meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah di bidang kearifan lokal, serta Memberikan kontribusi pada pengembangan kurikulum berbasis budaya lokal di program pascasarjana.
Selain peluncuran pusat kajian, kegiatan pelepasan juga menjadi momen apresiasi bagi para lulusan yang telah menyelesaikan studinya.
Dari total 115 lulusan, sebanyak 41 persen berhasil lulus dalam waktu tiga semester atau 1,5 tahun.
Hal ini menunjukkan kualitas dan kedisiplinan tinggi mahasiswa Pascasarjana UMK dalam menjalani studi.
Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi akademik, Pascasarjana UMK juga menetapkan wisudawan terbaik dari masing-masing program studi, yaitu:
Denada Grehastuti (NIM 202301009) – Magister Manajemenl; Septiana Novitasari (NIM 202302017) – Magister Ilmu Hukum; Akhmad (NIM 202303046) – Magister Pendidikan Dasar, dan Lisa Karlina (NIM 202304005) – Magister Pendidikan Bahasa Inggris.
Suasana haru dan bangga menyelimuti acara ketika para lulusan terbaik dari masing-masing program studi menerima penghargaan atas prestasi akademik mereka.
Kegiatan juga diwarnai dengan penayangan video refleksi perjalanan akademik mahasiswa serta penampilan musik yang mempererat suasana kekeluargaan.
Dengan peluncuran Pusat Kajian Kearifan Lokal ini, Pascasarjana Universitas Muria Kudus menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang tidak hanya fokus pada keunggulan akademik, tetapi juga berkomitmen menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari penguatan peradaban global. (aro/web)
Editor : H. Arif Riyanto