Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

MPD Universitas Muria Kudus Memantapkan Kurikulum untuk Pondasi Menuju Akreditasi Internasional

H. Arif Riyanto • Kamis, 2 Oktober 2025 | 19:52 WIB

Workshop Review Kurikulum Program Magister Pendidikan Dasar (MPD) Universitas Muria Kudus (UMK) yang digelar di lantai satu Gedung Rektorat UMK, 1-2 Oktober 2025.
Workshop Review Kurikulum Program Magister Pendidikan Dasar (MPD) Universitas Muria Kudus (UMK) yang digelar di lantai satu Gedung Rektorat UMK, 1-2 Oktober 2025.
 RADARSEMARANG.ID, Kudus—Suasana berbeda terasa di lantai satu Gedung Rektorat Universitas Muria Kudus (UMK), Rabu (1/10/2025) pagi.

Ruang VIP yang biasanya digunakan untuk pertemuan internal, hari itu dilaksanakan forum akademik penuh bermakna.

Acara Workshop Review Kurikulum Program Magister Pendidikan Dasar (MPD) Universitas Muria Kudus (UMK) digelar selama dua hari, 1–2 Oktober 2025.

Acara secara resmi dibuka oleh Kaprodi Magister Pendidikan Dasar Program Pascasarjana UMK, Dr. Nur Fajrie, M.Pd., yang menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat mutu akademik dan menyiapkan program studi menuju akreditasi internasional.

Dalam sambutannya, Kaprodi menegaskan bahwa review kurikulum bukan hanya formalitas, tetapi menjadi upaya sistematis agar MPD UMK terus relevan dengan kebutuhan pendidikan dasar di era global.

Lebih lanjut review kurikulum ini bukan hanya untuk memenuhi tuntutan administratif, tetapi merupakan kebutuhan strategis agar MPD UMK mampu menjawab tantangan zaman.

“Harapan kami, dengan masukan dari para pakar, kurikulum ini bisa semakin tajam, relevan, dan pada akhirnya menuntun MPD UMK menuju akreditasi internasional,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (2/10/2025).

Prof. Dr. Endang Widi Winarni, M.Pd. narasumber workshop dari Universitas Bengkulu.
Prof. Dr. Endang Widi Winarni, M.Pd. narasumber workshop dari Universitas Bengkulu.

Workshop ini menghadirkan dua pakar pendidikan.

Yakni, Prof. Dr. Endang Widi Winarni, M.Pd. dari Universitas Bengkulu menjadi narasumber pertama.

Disusul Prof. Dr. Sri Utaminingsih, M.Pd., Direktur Pascasarjana Universitas Muria Kudus, sebagai narasumber kedua.

Kehadiran para pakar ahli kurikulum tersebut menandai pentingnya forum ini, bukan sekadar agenda rutin evaluasi, melainkan pijakan strategis untuk membawa kurikulum MPD UMK melangkah ke arah akreditasi internasional.

Dalam paparannya, Prof. Endang menekankan urgensi Outcome Based Education (OBE) sebagai paradigma global yang kini menjadi standar akreditasi internasional.

Ia mengapresiasi capaian MPD UMK yang telah terakreditasi Unggul, sejalan dengan status akreditasi Universitas Muria Kudus secara kelembagaan.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa potensi dan modalitas kurikulum MPD UMK sebenarnya sudah sangat kuat.

Namun, untuk menembus level internasional, struktur kurikulum harus lebih berorientasi pada luaran (outcome), bukan sekadar proses.

“Integrasi dengan teknologi digital juga mutlak diperlukan,” tegas Prof. Endang di hadapan para dosen MPD UMK sebagai peserta workshop.

Menurutnya, kurikulum berbasis OBE bukan hanya soal merancang mata kuliah, melainkan memastikan setiap lulusannya benar-benar memiliki kompetensi global.

Misalnya, kemampuan riset yang terpublikasi di jurnal bereputasi, keterampilan mengajar berbasis teknologi, hingga kepedulian sosial yang berakar pada nilai-nilai lokal.

Sesi berikutnya diisi oleh Prof. Sri Utaminingsih, M.Pd., memaparkan detail tentang Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan sub-CPMK.

Menurutnya, penyusunan CPMK menjadi kunci agar mahasiswa benar-benar memperoleh kompetensi sesuai bobot mata kuliah yang diambil.

“Kita tidak bisa menyusun kurikulum hanya berdasarkan konten. Setiap capaian harus relevan dengan kebutuhan mahasiswa, baik akademis maupun profesional. Proporsi SKS, metode pembelajaran, dan bentuk evaluasi harus selaras dengan indikator CPM,” bebernya.

Diskusi antara narasumber dan peserta berlangsung dinamis.

Beberapa dosen mengajukan pertanyaan seputar penerapan OBE dan menanyakan relevansi CPMK dengan kebutuhan di lapangan.

Peserta workshop Dr. Irfai Fathurohman, M.Pd., mengaku mendapatkan banyak pencerahan dari kegiatan ini.

“Selama ini, kami hanya tahu kurikulum dari sisi mata kuliah yang diajarkan. Tapi ternyata ada proses panjang bagaimana kurikulum disusun agar kami punya kompetensi yang jelas setelah lulus,” katanya.

Dr. Nur Fajrie, M.Pd., menegaskan, workshop ini bukan agenda seremonial belaka.

Evaluasi kurikulum menjadi langkah konkret menuju akreditasi internasional.

Dengan capaian akreditasi Unggul di tingkat nasional, langkah berikutnya adalah mengajukan program studi ke lembaga akreditasi luar negeri.

Meski peluang besar, tantangan juga tidak kecil.

Salah satunya adalah kesiapan dosen dalam merancang pembelajaran berbasis OBE.

“Dibutuhkan pelatihan berkelanjutan agar para pengajar mampu mengubah orientasi dari input-based menjadi outcome-based,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Prof Endang, kebutuhan sarana digital juga menjadi fokus.

Integrasi teknologi dalam pembelajaran tidak hanya memerlukan perangkat, tetapi juga budaya akademik yang adaptif.

“Kalau kita bicara internasionalisasi, maka tidak cukup hanya dengan dokumen kurikulum. Harus ada bukti nyata praktik pembelajaran modern, publikasi internasional, dan jejaring global,” jelasnya.

Namun peluang UMK terbuka lebar.

Dengan posisi geografis strategis di Jawa Tengah, dukungan tradisi akademik yang kuat, serta komitmen lembaga yang tinggi, MPD UMK dinilai siap bersaing. Langkah strategis Pascasarjana UMK sebagai sebagai tindak lanjut workshop, memiliki beberapa strategi, yaitu pertama, menyempurnakan kurikulum MPD berbasis OBE terintegrasi teknologi digital.

Kedua, menyusun CPMK dan sub-CPMK yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa. 

Ketiga, melakukan benchmarking ke universitas yang sudah terakreditasi internasional.

Keempat, memperkuat publikasi dosen dan mahasiswa di jurnal bereputasi.

Kelima, mengembangkan jejaring kerjasama akademik dengan universitas luar negeri.

Workshop dua hari ini akhirnya ditutup pada Kamis (2/10/2025) hari ini dengan penuh optimisme.

Senyum dan puas peserta saat meninggalkan ruangan mencerminkan harapan besar bahwa kurikulum MPD UMK akan semakin kokoh.

Program MPD UMK kembali menegaskan dirinya bukan hanya kampus daerah yang berorientasi lokal, melainkan perguruan tinggi yang serius menuju standar global.

Dengan rekonstruksi kurikulum berbasis OBE, integrasi teknologi digital, serta komitmen pada mutu, Program Magister Pendidikan Dasar UMK kini berada di jalur strategis menuju akreditasi internasional. (aro/web)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Nur Fajrie #Universitas Bengkulu #Magister Pendidikan Dasar #universitas muria kudus #akreditasi internasional #mpd umk