Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Seminar Nasional PGSD FKIP Universitas Muria Kudus: Pembelajaran Bahasa Seharusnya Memuliakan Potensi, Bukan Sekadar Mengejar Nilai

H. Arif Riyanto • Rabu, 20 Agustus 2025 | 21:03 WIB
Seminar Nasional Revitalisasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar yang digelar PGSD FKIP Universitas Muria Kudus di Hotel @HOM Kudus.
Seminar Nasional Revitalisasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar yang digelar PGSD FKIP Universitas Muria Kudus di Hotel @HOM Kudus.

RADARSEMARANG.ID, Kudus— Suasana Hotel @HOM Kudus dipenuhi energi positif, Rabu (20/8/2025) mulai pukul 08.00.

Ratusan mahasiswa PGSD Universitas Muria Kudus (UMK) tampak bersemangat memasuki ruang seminar, sementara peserta dari luar kota bergabung melalui platform daring.

Tercatat 430 peserta mengikuti Seminar Nasional (Semnas) yang diselenggarakan oleh Program Studi PGSD FKIP Universitas Muria Kudus, dengan mengangkat tema besar “Revitalisasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar”.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari ketua panitia, yang menekankan pentingnya forum ini sebagai ruang akademik untuk melahirkan gagasan-gagasan segar.

Suasana semakin khidmat saat Kaprodi PGSD Dr. Eka Zuliana, M.Pd secara resmi membuka acara.

Ia menegaskan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar harus bertransformasi.

“Bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana menumbuhkan karakter dan menjaga akar budaya bangsa,” katanya.

Tiga narasumber utama tampil dengan pemikiran inspiratif.

Ratusan mahasiswa PGSD Universitas Muria Kudus (UMK) mengikuti Seminar Nasional Revitalisasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar di Hotel @HOM Kudus.
Ratusan mahasiswa PGSD Universitas Muria Kudus (UMK) mengikuti Seminar Nasional Revitalisasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar di Hotel @HOM Kudus.

Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Kudus Drs Nur Budi, M.Pd, membuka sesi dengan mengupas konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).

Ia menjelaskan, perbedaan mendasar antara pembelajaran yang hanya sebatas hafalan (surface learning) dengan pembelajaran mendalam yang kontekstual dan penuh makna.

Melalui contoh konkret, ia memperlihatkan bagaimana materi gurindam dapat diolah menjadi puisi, komik, vlog, hingga kampanye sosial.

Peserta mayoritas mahasiswa PGSD tampak antusias saat ia menekankan bahwa pembelajaran bahasa seharusnya memuliakan potensi, bukan sekadar mengejar nilai.

Narasumber lainnya, Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd dari Universitas Sebelas Maret membawa peserta menyelami pentingnya sosiolinguistik dan etnopedagogi.

Ia menegaskan bahwa kearifan lokal adalah fondasi pembelajaran yang menumbuhkan identitas kebangsaan.

“Bahasa Indonesia di sekolah dasar harus menumbuhkan literasi kritis, sekaligus menjadi cermin budaya bangsa,” ujarnya dengan penuh penekanan.

Sesi terakhir menghadirkan Dr. Yuni Ratnasari, M.Pd dari Universitas Muria Kudus.

Dengan gaya komunikatif, ia menyampaikan bagaimana teknologi digital dapat menjadi sahabat pembelajaran Bahasa Indonesia.

Ia mencontohkan integrasi media digital interaktif yang tetap berakar pada kearifan lokal, sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan siswa.

Pesannya sangat relevan bagi mahasiswa generasi digital.

“Teknologi harus menjadi jembatan, bukan penghalang, agar kearifan lokal tetap hidup di ruang kelas,” katanya.

Hingga pukul 12.00 WIB, rangkaian seminar utama ditutup dengan diskusi interaktif yang hangat.

Mahasiswa PGSD UMK yang menjadi peserta utama tampak aktif mengajukan pertanyaan, berbagi ide, dan menyampaikan refleksi kritis tentang strategi revitalisasi pembelajaran Bahasa Indonesia.

Selepas istirahat siang, pukul 13.00 WIB, acara dilanjutkan dengan prosiding pemakalah.

Dalam sesi ini, para dosen, peneliti, dan mahasiswa berkesempatan mempresentasikan hasil penelitian mereka yang relevan dengan tema seminar.

Prosiding menjadi ruang penting untuk memperkaya khazanah keilmuan, sekaligus membuka peluang publikasi bagi para akademisi muda.

Kegiatan seminar nasional yang berlangsung hingga sore hari ini meninggalkan kesan mendalam bagi peserta.

Bagi mahasiswa PGSD UMK, seminar ini bukan hanya ruang belajar, tetapi juga laboratorium inspirasi.

Mereka tidak sekadar menyerap materi, melainkan juga mempersiapkan diri sebagai calon guru yang mampu menghadirkan pembelajaran Bahasa Indonesia yang bermakna, berakar pada kearifan lokal, dan siap menjawab tantangan zaman. (aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#pgsd umk #universitas muria kudus #Bahasa Indonesia #Kaprodi