RADARSEMARANG.ID - Kabar kisah tentang Rajah Kalacakra yang dipasang Sunan Kudus sedang ramai dibicarakan.
Selama ini, di Kudus berkembang mitos pejabat yang berani melewati Jembatan Tanggulangin dan kawasan Menara Kudus akan lengser dari jabatannya.
Mitos serupa juga ada di kawasan Menara Kudus. Pejabat yang melewati pintu gerbang depan kompleks Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus maka juga akan lengser dari jabatan yang diembannya.
Mitos di Jembatan Tanggulangin dan pintu gerbang depan kompleks Masjid Menara Kudus itu tak terlepas dari kisah tentang Rajah Kalacakra yang dipasang Sunan Kudus.
Konon, Kangjeng Sunan Kudus sangat tidak suka terhadap orang yang sok-sokan berkuasa, serta penguasa yang tak amanah.
Karena itu, Kangjeng Sunan Kudus, memasang ajian Rajah Kalacakra di pintu masuk utama ke area Komplek Masjid Menara dan juga area yang kelak menjadi makamnya.
Sesiapa saja yang melintasi pintu yang terpasang Rajah Kalacakra itu, maka kesaktian, kedigdayaan, dan kekuasaannya akan luntur.
Karena itu, hingga kini dipercaya, banyak pejabat yang enggan berziarah ke Makam Sunan Kudus maupun Masjid Menara, sebab mereka takut jabatannya akan luntur atau lengser.
Ada beberapa kota yang disebut memiliki kekuatan mistis sehingga bisa melengserkan seorang penguasa, salah satunya adalah Kudus.
Rajah Kalacokra dipasang oleh Sunan Kudus sebagai upayanya memediasi konflik pewaris Dinasti Kerajaan Demak.
Sunan juga ingin menghindarkan Panti Kudus (pesantren yang diasuh Sunan Kudus) dari pengaruh politik.
Pasca Wafatnya Pati Unus, sultan kedua Kesultanan Bintoro Demak, penerus tahta berikutnya yakni Sultan Trenggono tidak didukung sepenuhnya oleh kalangan internal.
Pasalnya ada dua sosok yang berkonflik yakni Sultan Hadiwijaya dengan Aryo Penangsang. Kisah Raja Kretek dari Kudus yang Diabadikan Namanya dalam Pidato Bung Karno.
Ketika konflik itu, kedua pihak menemui Sunan Kudus untuk meminta nasihat. Sunan menghendaki semua dikembalikan pada titik nol yakni meninggalkan posisi politik, jabatan ataupun kekuasaan.
Sunan Kudus memasang Rajah Kolocokro untuk menihilkan semua kekuatan, kedigdayaan dan kekuasaan bagi pihak yang berkonflik bisa melewati pintu rajah.
Aryo Penangsang yang datang ke Sunan Kudus malah melewati pintu itu hingga hilang jabatannya.
Sunan Kudus sendiri selama hidupnya selalu memberikan motivasi kepada para santrinya maupun warga umum untuk memegang pedoman hidup ‘gusjigang’ akronim dari bagus, ngaji, dagang (intelektual, spiritual, dan ekonomi). (bas)
Editor : Baskoro Septiadi