Pantangan dan Larangan Saat Rebo Wekasan 2026, Ini Deretan Amalan dan Doa untuk Memohon Keselamatan Lidaf'il Bala

Falakhudin • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 04:46 WIB
Pantangan dan Larangan Saat Rebo Wekasan 2026, Ini Deretan Amalan dan Doa untuk Memohon Keselamatan Lidaf
Pantangan dan Larangan Saat Rebo Wekasan 2026, Ini Deretan Amalan dan Doa untuk Memohon Keselamatan Lidaf'il Bala

 

RADARSEMARANG.ID — Tradisi Rebo Wekasan kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. 

Hari Rabu terakhir di bulan Safar ini sangat lekat dengan ritual spiritual dan kebudayaan di berbagai daerah Indonesia. 

Banyak warga mencari tahu kapan tanggal pastinya serta amalan apa saja yang dianjurkan untuk menolak bala.

Berikut adalah panduan lengkap jadwal, sejarah singkat, dan ragam amalan Rebo Wekasan 2026 yang dirangkum dari berbagai sumber keagamaan.

Baca Juga: Kapan Rebo Wekasan 2026? Ini Jadwal, Asal-Usul, dan Amalan Tolak Bala Menurut Ulama

 

Jadwal Rebo Wekasan 2026 Tahun Ini

Berdasarkan kalender Hijriah, bulan Safar 1448 H jatuh pada bulan Juli hingga Agustus 2026. 

Rebo Wekasan atau Rabu Pungkasan tahun ini diperkirakan jatuh pada:

Hari: Rabu

Tanggal: 12 Agustus 2026 (Mulai Selasa malam, 11 Agustus 2026)

Catatan: Kepastian tanggal tetap mengikuti konfirmasi penanggalan resmi dari otoritas keagamaan setempat.

Asal-Usul Tradisi Rebo Wekasan

Tradisi ini berakar dari perpaduan dakwah Islam dan budaya lokal di Jawa, Sunda, Madura, hingga Aceh.

Keyakinan Utama: Berdasarkan literatur klasik seperti kitab Kanzun Najah was-Surur, diyakini bahwa Allah SWT menurunkan ratusan ribu bala (musibah) ke bumi pada hari Rabu terakhir bulan Safar.

Tujuan Ritual: Masyarakat berkumpul untuk berdoa bersama meminta keselamatan, bukan karena mempercayai bulan Safar sebagai bulan sial, melainkan sebagai bentuk ikhtiar batin.

Baca Juga: Sejarah, Jadwal, Amalan Rebo Wekasan Kapan, Rabu Terakhir di Bulan Safar Apa Saja?

 

4 Amalan Rebo Wekasan Utama 

Untuk memohon perlindungan dari segala marabahaya, umat Muslim biasa mengisi malam dan hari Rebo Wekasan dengan aktivitas positif berikut:

Shalat Sunah Mutlak: Melaksanakan shalat dua atau empat rakaat dengan niat mendekatkan diri kepada Allah dan memohon hajat keselamatan (Shalat Hajat Lidaf'il Bala).

Istighosah dan Zikir: Membaca istighfar, shalawat nabi, dan surat Yasin secara berjamaah di masjid atau musala.

Air Doa (Air Salamet): Menuliskan ayat-ayat keselamatan (ayat as-salam) pada wadah lalu dilarutkan dengan air bersih untuk diminum bersama keluarga.

Sedekah Makanan: Membagikan kue kue tradisional, tumpeng, atau makanan pokok kepada tetangga sekitar sebagai penolak musibah.

Baca Juga: Sejarah Tradisi Rebo Wekasan, Rabu terakhir di bulan Safar 2026, Penjelasan Ulama dan 6 Sumber Kitab Referensi

 

Pantangan dan Larangan Saat Rebo Wekasan 

Rebo Wekasan memiliki pantangan dan larangan yang dipercaya masyarakat.

Sebab, Rebo Wekasan diyakini sebagai hari yang membawa kesialan dan turunnya penyakit, serta diyakini membawa energi negatif atau bencana.

Pada hari ini, banyak orang yang meyakini adanya berbagai pantangan dan larangan yang harus dipatuhi untuk menghindari kesialan dan malapetaka. 

Berikut hal-hal yang tidak boleh dilakukan di hari Rebo Wekasan.

Baca Juga: Sejarah Tradisi Rebo Wekasan, Rabu terakhir di bulan Safar 2026, Penjelasan Ulama dan 6 Sumber Kitab Referensi

 

1. Menghindari Keluar Rumah

Diyakini bahwa hari Rebo Wekasan merupakan hari yang penuh dengan energi negatif, sehingga banyak orang memilih mengurangi aktivitas di luar rumah. 

Sebaiknya, keluar rumah hanya dilakukan jika ada keperluan yang benar-benar mendesak. 

Hal ini untuk menghindari kemungkinan adanya kejadian yang tidak diinginkan.

2. Tidak Melakukan Perjalanan Jauh

Bepergian jarak jauh dianggap kurang baik pada hari Rebo Wekasan. 

Banyak orang yang mempercayai bahwa perjalanan di hari ini dapat membawa sial atau nasib buruk, bahkan kecelakaan. 

Oleh karena itu, mereka lebih memilih tetap berada di rumah dan menunda perjalanan hingga hari berikutnya.

Baca Juga: Sejarah Tradisi Rebo Wekasan, Rabu terakhir di bulan Safar 2026, Penjelasan Ulama dan 6 Sumber Kitab Referensi

 

3. Tidak Melakukan Aktivitas Berat dan Berbahaya

Melakukan pekerjaan berat atau berbahaya, seperti memanjat, menggunakan alat tajam, atau bekerja di tempat berisiko, juga dianggap tabu pada hari ini. 

Hal ini didasari kepercayaan bahwa hari Rebo Wekasan adalah hari yang rentan terhadap musibah, sehingga disarankan menghindari aktivitas yang bisa memperbesar risiko kecelakaan.

4. Tidak Mengadakan Pesta atau Perayaan

Mengadakan pesta atau perayaan besar dianggap kurang tepat pada hari Rebo Wekasan. 

Mengadakan acara penting seperti pernikahan, khitanan, atau acara besar lainnya pada hari Rebo Wekasan tidak dianjurkan.

Beberapa masyarakat percaya, acara yang diadakan pada hari ini tidak akan berjalan lancar atau bahkan bisa membawa malapetaka. 

Orang-orang juga percaya bahwa perayaan pada hari ini dapat membawa kesialan atau energi negatif.

Baca Juga: Aktualisasi Rebo Wekasan (Rabu Pungkasan) di Kalangan Generasi Muda Millenial Saat Ini

 

5. Tidak Memulai Pekerjaan Baru ataupun Mengambil Keputusan Besar

Memulai pekerjaan baru, usaha, atau proyek besar pada hari Rebo Wekasan dianggap kurang baik.

Banyak orang yang menunda pengambilan keputusan besar, seperti memulai bisnis baru, menandatangani kontrak penting, atau menikah pada hari Rebo Wekasan.

Hari ini dianggap kurang baik untuk memulai sesuatu yang baru atau mengambil keputusan penting. Jika dilanggar, hal ini bisa membawa kegagalan atau kesulitan dalam menjalankan usaha tersebut.

Baca Juga: Sejarah, Jadwal, Amalan Rebo Wekasan Kapan, Rabu Terakhir di Bulan Safar Apa Saja?

 

Semua larangan dan pantangan pada hari ini dipatuhi dan tidak dilanggar. 

Sebagai gantinya, banyak yang memilih berdoa dan mengadakan pengajian atau ritual keagamaan yang lebih tenang dan khusyuk. 

Masyarakat pun menggelar selamatan atau kenduri dengan membaca doa-doa.

Masyarakat juga percaya dengan menggelar tradisi Rebo Wekasan, seperti selamatan, akan menjauhkan dari bala dan malapetaka. 

Dengan begitu, tidak hanya mendapatkan berkah selalu dalam perlindungan Allah SWT, tetapi juga mendekatkan diri pada Yang Kuasa.

Baca Juga: Sejarah Tradisi Rebo Wekasan, Rabu terakhir di bulan Safar 2026, Penjelasan Ulama dan 6 Sumber Kitab Referensi

 

6. Tidak Boleh Meyakini dengan Berlebihan Rebo Wekasan

Meski ada hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat Rebo Wekasan karena dipercaya hari datangnya marabahaya, masyarakat tidak diperbolehkan meyakininya secara berlebihan. Bahkan, mengarah pada syirik. 

Apalagi dalam Islam semua hari adalah baik dan milik Allah SWT.

Ritual-ritual yang tidak ada dasarnya dalam syariat Islam, seperti membakar dupa atau melakukan sesajen tertentu, juga sebaiknya dihindari.

Baca Juga: Aktualisasi Rebo Wekasan (Rabu Pungkasan) di Kalangan Generasi Muda Millenial Saat Ini

 Islam mengajarkan ibadah hanya dilakukan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Juga tidak boleh menganggap amalan-amalan tertentu seperti doa-doa atau salat tertentu pada hari ini pasti menjamin keselamatan. 

Semua ikhtiar dan amalan dilakukan sebagai bentuk ibadah dan tawakal kepada Allah SWT, bukan sebagai jaminan mutlak.

 

Tata Cara Sholat Tolak Bala atau Sholat Sunah Lidaf'il Bala

Pelaksanaan Sholat Tolak Bala atau Sholat Sunah Lidaf'il Bala dapat dilaksanakan dengan mengikuti tata cara sebagai berikut: 

Baca Juga: Sejarah, Jadwal, Amalan Rebo Wekasan Kapan, Rabu Terakhir di Bulan Safar Apa Saja?

Doa Sholat Tolak Bala

Pamungkas dari sholat Tolak Bala (Sholat Sunah Lidaf'il Bala) adalah melafalkan Doa Sholat Tolak Bala sebagai berikut: 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمْ يَاشَدِيْدُالْقُوَّى وَيَاشَدِيْدَالْمِحَالِ اّللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوذُبِكَ بِكَلِمَتِكَ التَّّآمَّاتِ كُلِّهَا مِنَ الرِّيحِ الْاَحْمَرِ وَمِنَ الدَّاءِ الْاَكْبَرِ فِي النَّفْسِ وَالدَّمِّ وَاللَّحْمِ وَالْعُظْمِ وَالْْجُلُوْدِ وَالْعُرُوقِ سُبْحَانَكَ إِذَاقَضَيْتَ اَمْرًا أَنْتَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونَ, اَللهُ اَكْبَرْاَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ برحمتك يآارحم الرّا حمين

Bismillahirrahmanirrahim, ya sayyidaaquwaa way aa saadiidaalmihaali allahumma inni au’udzuubika bikalimaatika taammaati kullihaa minar riihil ahmari waminad daa-il akbari fin nafsi waddami wallahmi wal’udzmi wal uruuqi subhaanaka idzaa qhodhoita amron antaquula lahuu kun fayakuun. Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar birrahmatika yaa arhamarrohimin.

Baca Juga: Sejarah, Jadwal, Amalan Rebo Wekasan Kapan, Rabu Terakhir di Bulan Safar Apa Saja?

 

Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dengan kalimat-Mu yang sempurna dari angin merah dan penyakit yang besar di jiwa, daging, tulang dan urat. Maha Suci Engkau apabila memutuskan sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah” maka “jadilah ia”. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Dengan Rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Waktu pelaksanaan Sholat Tolak Bala Waktu pelaksanaan sholat Tolak Bala dapat dikerjakan di pagi hari seperti sholat dhuha. 

Sholat Tolak Bala juga bisa dilaksanakan setelah melaksanakan sholat isroq, sholat isti’adzah, dan sholat istikharah terlebih dahulu di malam hari. (fal)

 

Editor : Baskoro Septiadi
Rebo Wekasan 2026 Rabu Pungkasan Pantangan dan Larangan Saat Rebo Wekasan Amalan rebo wekasan Rebo wekasan