RADARSEMARANG.ID — Tradisi Rebo Wekasan kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Hari Rabu terakhir di bulan Safar ini sangat lekat dengan ritual spiritual dan kebudayaan di berbagai daerah Indonesia.
Banyak warga mencari tahu kapan tanggal pastinya serta amalan apa saja yang dianjurkan untuk menolak bala.
Berikut adalah panduan lengkap jadwal, sejarah singkat, dan ragam amalan Rebo Wekasan 2026 yang dirangkum dari berbagai sumber keagamaan.
Jadwal Rebo Wekasan 2026 Tahun Ini
Berdasarkan kalender Hijriah, bulan Safar 1448 H jatuh pada bulan Juli hingga Agustus 2026.
Rebo Wekasan atau Rabu Pungkasan tahun ini diperkirakan jatuh pada:
Hari: Rabu
Tanggal: 12 Agustus 2026 (Mulai Selasa malam, 11 Agustus 2026)
Catatan: Kepastian tanggal tetap mengikuti konfirmasi penanggalan resmi dari otoritas keagamaan setempat.
Asal-Usul Tradisi Rebo Wekasan
Tradisi ini berakar dari perpaduan dakwah Islam dan budaya lokal di Jawa, Sunda, Madura, hingga Aceh.
Keyakinan Utama: Berdasarkan literatur klasik seperti kitab Kanzun Najah was-Surur, diyakini bahwa Allah SWT menurunkan ratusan ribu bala (musibah) ke bumi pada hari Rabu terakhir bulan Safar.
Tujuan Ritual: Masyarakat berkumpul untuk berdoa bersama meminta keselamatan, bukan karena mempercayai bulan Safar sebagai bulan sial, melainkan sebagai bentuk ikhtiar batin.
4 Amalan Rebo Wekasan Utama
Untuk memohon perlindungan dari segala marabahaya, umat Muslim biasa mengisi malam dan hari Rebo Wekasan dengan aktivitas positif berikut:
Shalat Sunah Mutlak: Melaksanakan shalat dua atau empat rakaat dengan niat mendekatkan diri kepada Allah dan memohon hajat keselamatan (Shalat Hajat Lidaf'il Bala).
Baca Juga: Makanan Khas Rebo Wekasan di Bulan Safar Agustus 2025
Istighosah dan Zikir: Membaca istighfar, shalawat nabi, dan surat Yasin secara berjamaah di masjid atau musala.
Air Doa (Air Salamet): Menuliskan ayat-ayat keselamatan (ayat as-salam) pada wadah lalu dilarutkan dengan air bersih untuk diminum bersama keluarga.
Sedekah Makanan: Membagikan kue kue tradisional, tumpeng, atau makanan pokok kepada tetangga sekitar sebagai penolak musibah.
Baca Juga: Kapan Waktunya Mandi dan Sholat Rebo Wekasan di Bulan Safar?
Pandangan Ulama dan Hukumnya
Terdapat dua sudut pandang utama terkait pelaksanaan amalan ini:
Boleh: Selama niat ibadahnya adalah shalat sunah mutlak, berdoa, dan bersedekah secara umum tanpa meyakini adanya "sial" yang menyalahi takdir. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi