Teks Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Amalan Khusus Rebo Wekasan di Bulan Safar Akhir dan Perwujudan Syukur HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indo

Falakhudin • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 04:36 WIB
Teks Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Amalan Khusus Rebo Wekasan di Bulan Safar Akhir dan Perwujudan Syukur HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia
Teks Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Amalan Khusus Rebo Wekasan di Bulan Safar Akhir dan Perwujudan Syukur HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

 

RADARSEMARANG.ID — Naskah khutbah jumat terbaru ini menjelaskan tentang beragam amalan sunnah akhir di bulan Safar. 

Sebab, sebagaimana layaknya bulan-bulan lainnya, bulan Safar juga memiliki amalan sunnah yang layak dilakukan umat Islam. 

Bulan Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriah. Bulan ini dinamai Safar karena pada bulan ini, orang-orang Arab dulunya sering melakukan perjalanan jauh (safar). 

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Naskah Pertama dan Kedua Hikmah Rebo Wekasan Bulan Safar

Di akhir bulan safar terdapat juga amalan khusus Rebo Wekasan yang berguna untuk menolak bala’ 320.000 musibah.

Kemerdekaan Indonesia adalah rahmat Allah yang besar. Cara terbaik mensyukurinya adalah dengan meningkatkan ketakwaan dan menjaga integritas dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah merdeka secara fisik, tantangan terbesar seorang Muslim saat ini adalah menjaga amanah pekerjaan, memanfaatkan waktu luang untuk kebaikan, dan konsisten melawan kebiasaan buruk.

Baca Juga: Viral di Kalangan Ulama! Ternyata Ini Amalan Rahasia Bulan Safar yang Bikin Hidup Tenang! Ini Teks Khutbah Jumat 7 Agustus 2026

khutbah jumat singkat I 

اَلْحَمْدُ ِللّٰهِ اَلْحَمْدُ ِللّٰهِ الَّذِىْ جَعَلَ الْإِسْلَامَ طَرِيْقًا سَوِيًّا وَوَعَدَ لِلْمُتَمَسِّكِيْنَ بِهِ وَيَنْهَوْنَ الْفَسَادَ مَكَانًا عَلِيًّا ,وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْراً أَمَّا بَعْدُ عِبَادَ اللهِ، فَإِنِّي أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيرِ الْقَائِلِ فِي مُحْكَمِ كِتَابِهِ: الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالأَسْحَارِ. ويقولُ: يَآ أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ. 

 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Puji dan syukur kita ucapkan pada Allah yang Maha Kuasa, berkat rahmat dan kuasanya, hari ini kita bisa melaksanakan ibadah shalat Jumat secara berjamaah. 

Selanjutnya, shalawat kepada Rasulullah SAW, yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang islami penuh keberkahan.

Baca Juga: Mau Hidup Berkah Sepanjang Tahun? Jangan Lewatkan Amalan Khusus di Bulan Safar Ini Khutbah Jumat 7 Agustus 2026

Semoga kita akan mendapatkan syafaatnya di yaumil akhir. 

Selanjutnya, sebagai khatib sudah menjadi kewajiban kami untuk mengajak diri pribadi secara khusus, dan kita semua, secara umum untuk meningkatkan takwa dan iman pada Allah SWT, agar kebahagiaan dunia dan akhirat bisa kita raih.

 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Bulan Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriah. 

Bulan ini dinamai Safar karena pada bulan ini, orang-orang Arab dulunya sering melakukan perjalanan jauh (safar). 

Baca Juga: Membongkar Mitos Bulan Safar Sial Lewat Teks Khutbah Jumat 31 Juli 2026

Bulan ini sering kali dikaitkan dengan berbagai keyakinan dan tradisi yang berkembang dalam masyarakat, termasuk dalam tradisi Islam. Salah satu yang populer adanya pemahaman bahwa bulan ini mengandung kesialan. 

 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Mitos terkait kesialan di Rebo Wekasan

Bulan Safar kerap diidentikan masyarakat khususnya di Jawa sebagai bulan sial terutama pada momen Rebo Wekasan yang berada di akhir bulan Safar.

Padahal, dalam syariat Islam tidak ada istilah hari sial.

Baca Juga: Mau Hidup Berkah Sepanjang Tahun? Jangan Lewatkan Amalan Khusus di Bulan Safar Ini Khutbah Jumat 7 Agustus 2026

 

Muslim juga tidak boleh berperasangka buruk (tasya’um) pada hari tertentu. 

Bulan Safar dalam pandangan Islam, itu sama dengan bulan lainnya.

Bukan bulan bala atau bulan yang penuh musibah dan lain-lainnya.

Namun menurut sebagian ulama ahli ma’rifat dari golongan ahli mukasyafah dalam kitab “Kanzun Najah Wassurur” karya Syekh Abdul Hamid Al Qudsy, menerangkan bahwa “Setiap tahun Allah menurunkan bala’ ke dunia sebanyak 320.000 macam bala’ (malapetaka) untuk satu tahun”.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Naskah Pertama dan Kedua Hikmah Rebo Wekasan Bulan Safar

 

Tepatnya bala’ itu turun pada Rabu terakhir di bulan Safar atau yang terkenal dengan sebutan “Rebo Wekasan” untuk satu tahun ke depan.

Bentuk ritual lain Rebo Wekasan yaitu

Baca Juga: Membongkar Mitos Bulan Safar Sial Lewat Teks Khutbah Jumat 31 Juli 2026

Ritual dan amalan tersebut sebagai bentuk permohonan agar dijauhkan dari marabahaya di Rebo Wekasan.

Rasulullah Saw telah meluruskan mitos terkait kesialan di Rebo Wekasan Bulan Safar tersebut.

Nabi SAW bersabda:

لا عدوى ولا طيرة ةلا هامة ةلا صفر وفر من المجذوم كما تفر من الأسد

Artinya: 

Tidak ada wabah (yang menyebar secara sendirinya), tidak pula ramalan sial, tidak pula burung hantu dan juga Safar. Menghindarlah dari penyakit kusta sebagaimana engkau menghindari singa.”

Baca Juga: Khutbah Jumat 31 Juli 2026 Hari Ini: Meluruskan Aqidah dari Takhayul Bulan Safar

 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Menjelang perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan positif pertama yang bisa kita lakukan untuk menghargai tanggal 17 Agustus adalah dengan mengucap syukur kepada Allah Swt. 

Tanpa anugerah dari Allah, perjuangan selama puluhan hingga ratusan tahun untuk mendapatkan kemerdekaan Indonesia tidak akan pernah menjadi kenyataan. 

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Naskah Pertama dan Kedua Hikmah Rebo Wekasan Bulan Safar

 

Meskipun kita mungkin tidak melihatnya secara langsung, sejarah mencatat bahwa kemerdekaan ini adalah hasil dari usaha para pahlawan. 

Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita mendoakan para pahlawan dan berterima kasih kepada Allah atas kemerdekaan yang kita nikmati saat ini. 

Di sisi lain, meskipun penjajahan sudah berakhir, kita harus menyadari bahwa Indonesia masih terus menghadapi tantangan. Kita perlu berjuang untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang memberikan manfaat. 

Sebagai makhluk yang diciptakan dengan sempurna, kita seharusnya terus berupaya memperbaiki diri dan memberikan kontribusi nyata untuk perubahan yang positif.

Hal ini termaktub dalam Al-Qur'an surah Al-Isra' ayat 70:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًاࣖ ۝٧٠

wa laqad karramnâ banî âdama wa ḫamalnâhum fil-barri wal-baḫri wa razaqnâhum minath-thayyibâti wa fadldlalnâhum ‘alâ katsîrim mim man khalaqnâ tafdlîlâ

Baca Juga: Mau Hidup Berkah Sepanjang Tahun? Jangan Lewatkan Amalan Khusus di Bulan Safar Ini Khutbah Jumat 7 Agustus 2026

Artinya:"Sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam dan Kami angkut mereka di darat dan di laut. Kami anugerahkan pula kepada mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna."

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Tahun 2026 bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-81 Republik Indonesia. 

Ini berarti, selama delapan dekade terakhir, kita telah menikmati kebebasan yang ada. Namun, kebebasan bukanlah titik akhir dari perjuangan. 

Baca Juga: Khutbah Jumat 31 Juli 2026 Hari Ini: Meluruskan Aqidah dari Takhayul Bulan Safar

Kita semua memiliki tanggung jawab untuk membangun negara ini dengan pikiran, ide, dan usaha keras agar dapat menjadi bangsa yang berkemajuan dan berdaulat. 

Kebebasan yang kita miliki seharusnya menjadi sesuatu yang perlu kita syukuri. 

Dengan demikian, kita bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk tanpa rasa takut terhadap musuh dan serangan mereka. 

Ungkapan rasa syukur tersebut bisa kita tunjukkan dengan menjadi warga yang patuh pada hukum dan norma sosial. 

Selain itu, wujud syukur juga dapat terlihat dari kontribusi kita kepada bangsa dan negara melalui dedikasi yang nyata. 

Menunjukkan rasa syukur adalah hal fundamental dalam iman. Segala nikmat yang kita terima seperti kesehatan, keimanan, dan kebebasan adalah pemberian dari Allah. Melalui rasa syukur inilah, Allah akan memberi dan menambah nikmat bagi kita semua.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Naskah Pertama dan Kedua Hikmah Rebo Wekasan Bulan Safar

Kita ingat firman-Nya surah Ibrahim ayat 7:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ۝٧

wa idz ta'adzdzana rabbukum la'in syakartum la'azîdannakum wa la'ing kafartum inna ‘adzâbî lasyadîd

Artinya:"(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”

Baca Juga: Viral di Kalangan Ulama! Ternyata Ini Amalan Rahasia Bulan Safar yang Bikin Hidup Tenang! Ini Teks Khutbah Jumat 7 Agustus 2026

 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Di saat peringatan kemerdekaan ini, marilah kita refleksikan kembali cita-cita mulia dari para pendiri bangsa kita yaitu mencapai kebebasan sejati, kemajuan, dan kesejahteraan bagi negara. Apabila saat ini cita-cita tersebut terasa masih jauh dan tidak tercapai, maka inilah waktu yang tepat untuk memperjuangkannya kembali.

Pesan kemerdekaan juga disampaikan Rasulullah saw dalam khutbahnya yang berbunyi:

أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ إِلَى أَنْ تَلْقَوْا رَبَّكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هذَا فِيْ شَهْرِكُمْ هذَا فِيْ بِلَدِكُمْ هذَا …

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya darah dan hartamu haram bagimu satu dengan yang lain kecuali dengan jalan yang sah, sampai kamu sekalian berjumpa dengan Allah, sebagaimana keharaman atasmu pada harimu ini, pada bulanmu ini, dan di negerimu ini…” (HR Bukhari)

Pesan Nabi menjadi dasar yang memperkuat penjelasan Ibnu ‘Asyur tentang kemerdekaan, yang mengartikan bahwa merdeka adalah terbebas dari pengaruh orang lain, sehingga menjamin keselamatan dan kedamaian bagi diri dan harta kita. 

Baca Juga: Membongkar Mitos Bulan Safar Sial Lewat Teks Khutbah Jumat 31 Juli 2026

Semoga pada bulan kemerdekaan ini, kita senantiasa diberi perlindungan oleh Allah Swt. dan terus teguh dalam iman serta takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

khutbah jumat singkat II

  بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ، فَاعْتَبِرُوْا يَآ أُوْلِى اْلأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ   Khutbah II الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر   إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.   اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ رَبَّنَا اغْفِرْ وََارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ وَاشْكُرُوْا عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرُ. 

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Naskah Pertama dan Kedua Hikmah Rebo Wekasan Bulan Safar

 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Jangan lupa perbanyak sholawat di Hari jumat ini. 

Anjuran membaca sholawat yang terdapat pada Al-Qur’an, Surat Al Ahzab ayat 56:     

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Innallâha wa malâ’ikatahû yushallûna ‘alan-nabiyy, yâ ayyuhalladzîna âmanû shallû ‘alaihi wa sallimû taslîmâ

Baca Juga: Khutbah Jumat 31 Juli 2026 Hari Ini: Meluruskan Aqidah dari Takhayul Bulan Safar

 

Artinya: “Sungguh Allah dan malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi Muhammad ﷺ. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kalian untuk nabi. Ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Surat Al-Ahzab ayat 56).

Urgensi membaca Sholawat, terdapat beberapa hadis yang mengajak umat Islam untuk memperbanyak pujian kepada Nabi Muhammad ﷺ. 

Salah satu sabda Rasulullah ﷺ yang memotivasi kita adalah:

مَن صلَّى علَيَّ صَلاةً واحِدةً صلَّى اللهُ عليه عَشْرَ صَلواتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطيئاتٍ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجاتٍ

Man Sholla ‘Alayya Sholatan Waahidatan shalallahu ‘alaihi “Asyro Sholawat, Wahuththat ‘anhu ‘asyru khotoyatin, Warufi’at lahu ‘asyru darojaat.

Baca Juga: Viral di Kalangan Ulama! Ternyata Ini Amalan Rahasia Bulan Safar yang Bikin Hidup Tenang! Ini Teks Khutbah Jumat 7 Agustus 2026

Artinya: Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali, dihapus darinya sepuluh dosa, dan ditinggikan baginya sepuluh derajat. (HR. Muslim).

Selalu basahi lisanmu dengan sholawat.

Baca Juga: Mau Hidup Berkah Sepanjang Tahun? Jangan Lewatkan Amalan Khusus di Bulan Safar Ini Khutbah Jumat 7 Agustus 2026

 اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِمْ 

Memasyarakatkan Sholawat, Mensholawatkan Masyarakat. Agar kelak mendapatkan syafaat. (fal)

Editor : Baskoro Septiadi
Khutbah Jumat Terbaru khutbah jumat singkat khutbah jumat 7 agustus 2026 khutbah jumat 14 agustus 2026 Rebo wekasan