10 Metode Belajar Al-Quran Paling Populer di Indonesia, Pilih yang Sesuai Gaya Belajarmu

Tasropi • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 11:23 WIB
Falah Santri Cilik Hafal Al Quran 30 Juz Usia 10 Tahun, Khotimin Termuda Di Haflatul Hidzaq Ke 32 Ponpes Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Anak-Anak
Falah Santri Cilik Hafal Al Quran 30 Juz Usia 10 Tahun, Khotimin Termuda Di Haflatul Hidzaq Ke 32 Ponpes Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Anak-Anak

 

RADARSEMARANG.ID, Membaca dan menghafal Al-Quran merupakan ibadah yang terus digalakkan di Indonesia.

Dari TPQ (Taman Pendidikan Al-Quran), pesantren, sekolah Islam terpadu, hingga halaqah dewasa, beragam metode belajar mengaji telah dikembangkan agar sesuai dengan usia, tujuan, dan gaya belajar masing-masing. 

Ada metode klasik yang sudah turun-temurun, ada pula yang dimodernisasi dengan pendekatan anak zaman sekarang. 

Baca Juga: Pesona Abadi di Balik Motor Klasik, Motor Antique Club Indonesia MACI Semarang Punya Ratusan Anggota

Berikut rangkuman metode belajar Al-Quran paling populer di Indonesia beserta ciri khas dan target penggunanya.

Metode Belajar Al-Quran untuk Pemula dan Dasar Baca

1. Metode Iqro

Metode legendaris karya KH. As'ad Humam ini menjadi andalan di hampir seluruh TPQ Indonesia.

Baca Juga: Ketua DPRD Demak Gelar Dialog Bersama Guru TPQ dan Himpaudi tentang Tunjangan Kesejahteraan

Siswa belajar langsung membaca tanpa dieja, mulai dari huruf hijaiyah hingga tajwid dasar di Jilid 1–6. 

Cocok untuk anak-anak maupun dewasa pemula karena sederhana dan progresif.

2. Metode Baghdadiyah (Turutan/Ejaan)

Metode tertua yang masih banyak digunakan. Siswa dieja dulu (Alif Fathah = A, Ba Fathah = Ba) sehingga makhroj dan tajwid terbangun kuat.

Sangat bagus untuk fondasi yang kokoh meski agak lambat.

Baca Juga: Metode TAQI Antar SD Islam Tunas Harapan Semarang Raih Anugerah Pendidikan Indonesia 2026

3. Metode Al-Barqy

Metode kilat yang menjanjikan bisa membaca dalam waktu singkat (target 8 jam).

Menggunakan pendekatan suku kata seperti belajar bahasa Indonesia.

Cocok untuk privat dewasa yang ingin cepat.

Baca Juga: Merinding! Sena Pilih Naik Private Jet Demi Davina, Jihan Kesal Mati Kutu di Terikat Janji Episode 110 Selasa 21 Juli 2026!

4. Metode An-Nahdliyah

Pengembangan dari Baghdadiyah dengan sistem “Tut Wuri Handayani”.

Murid tidak boleh naik halaman sebelum benar-benar lancar. Disiplin makhroj sangat ketat, cocok bagi yang ingin dasar sangat kuat.

5. Metode Dirosa

Dirancang khusus untuk orang dewasa yang malu belajar dari buku anak-anak.

Materi langsung menggunakan kata dan kalimat Al-Quran sehingga terasa lebih dewasa. Biasanya tuntas dalam 20 pertemuan.

Metode Penyempurnaan Bacaan (Tahsin & Tajwid)

6. Metode Qiroati

Karya KH. Dachlan Zarkasyi, metode ini mewajibkan talaqqi langsung dengan guru bersyahadah.

Tidak ada kenaikan jilid tanpa tes. Fokus pada tartil dan tajwid yang benar. Digunakan luas di pesantren tahfidz.

Baca Juga: SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang : Unggulkan Program Tahfidz, Sertifikasi Guru Alquran dan Riset Siswa

7. Metode Ummi

Metode modern yang paling banyak dipakai di sekolah Islam terpadu saat ini.

Menggunakan pendekatan mother tongue dengan cerita, gerakan, dan lagu.

Ada tiga pilar: Direct Method, Repetition, dan Kasih Sayang. Guru harus tersertifikasi Ummi.

8. Metode Tilawati

Menggabungkan seni irama (lagu Rost) dengan kaidah tajwid. Bacaan menjadi indah tapi tetap benar. Dilengkapi buku Gharib Musykilat untuk kosakata sulit.

Baca Juga: Pondok Pesantren Darul Amanah Sukorejo, Kabupaten Kendal Raih Anugerah Pendidikan Indonesia Berkat Inovasi Digitalisasi

9. Metode Yanbu'a

Berasal dari Pondok Yanbu'ul Qur'an Kudus. Sangat fokus pada fashohah (kelancaran) dan makhroj.

Menggunakan Rasm Utsmani sejak awal, sehingga murid langsung terbiasa dengan mushaf asli.

10. Metode Tartila

Pengembangan praktis dari Qiroati dengan buku jilid plus buku tajwid terpisah dan alat peraga.

Cocok untuk yang ingin pembelajaran lebih terstruktur dan visual.

Metode Klasik yang Tetap Relevan

Talaqqi dan Musyafahah

Ini metode asli Rasulullah SAW dengan malaikat Jibril.

Murid membaca langsung di depan guru yang menyimak bibir dan suara. Wajib dilakukan untuk mendapatkan sanad Al-Quran yang valid.

Metode Menghafal Al-Quran (Tahfidz)

Setelah lancar membaca, biasanya dilanjutkan dengan metode hafalan:

Cara Memilih Metode Belajar Al-Quran yang Tepat

Editor : Tasropi
Taman Pendidikan Al-Quran Metode Belajar Al-Quran metode klasik Menghafal Al-Quran HURUF HIJAIYAH