RADARSEMARANG.ID, Membaca dan menghafal Al-Quran merupakan ibadah yang terus digalakkan di Indonesia.
Dari TPQ (Taman Pendidikan Al-Quran), pesantren, sekolah Islam terpadu, hingga halaqah dewasa, beragam metode belajar mengaji telah dikembangkan agar sesuai dengan usia, tujuan, dan gaya belajar masing-masing.
Ada metode klasik yang sudah turun-temurun, ada pula yang dimodernisasi dengan pendekatan anak zaman sekarang.
Baca Juga: Pesona Abadi di Balik Motor Klasik, Motor Antique Club Indonesia MACI Semarang Punya Ratusan Anggota
Berikut rangkuman metode belajar Al-Quran paling populer di Indonesia beserta ciri khas dan target penggunanya.
Metode Belajar Al-Quran untuk Pemula dan Dasar Baca
1. Metode Iqro
Metode legendaris karya KH. As'ad Humam ini menjadi andalan di hampir seluruh TPQ Indonesia.
Baca Juga: Ketua DPRD Demak Gelar Dialog Bersama Guru TPQ dan Himpaudi tentang Tunjangan Kesejahteraan
Siswa belajar langsung membaca tanpa dieja, mulai dari huruf hijaiyah hingga tajwid dasar di Jilid 1–6.
Cocok untuk anak-anak maupun dewasa pemula karena sederhana dan progresif.
2. Metode Baghdadiyah (Turutan/Ejaan)
Metode tertua yang masih banyak digunakan. Siswa dieja dulu (Alif Fathah = A, Ba Fathah = Ba) sehingga makhroj dan tajwid terbangun kuat.
Sangat bagus untuk fondasi yang kokoh meski agak lambat.
Baca Juga: Metode TAQI Antar SD Islam Tunas Harapan Semarang Raih Anugerah Pendidikan Indonesia 2026
3. Metode Al-Barqy
Metode kilat yang menjanjikan bisa membaca dalam waktu singkat (target 8 jam).
Menggunakan pendekatan suku kata seperti belajar bahasa Indonesia.
Cocok untuk privat dewasa yang ingin cepat.
4. Metode An-Nahdliyah
Pengembangan dari Baghdadiyah dengan sistem “Tut Wuri Handayani”.
Murid tidak boleh naik halaman sebelum benar-benar lancar. Disiplin makhroj sangat ketat, cocok bagi yang ingin dasar sangat kuat.
5. Metode Dirosa
Dirancang khusus untuk orang dewasa yang malu belajar dari buku anak-anak.
Materi langsung menggunakan kata dan kalimat Al-Quran sehingga terasa lebih dewasa. Biasanya tuntas dalam 20 pertemuan.
Metode Penyempurnaan Bacaan (Tahsin & Tajwid)
6. Metode Qiroati
Karya KH. Dachlan Zarkasyi, metode ini mewajibkan talaqqi langsung dengan guru bersyahadah.
Tidak ada kenaikan jilid tanpa tes. Fokus pada tartil dan tajwid yang benar. Digunakan luas di pesantren tahfidz.
7. Metode Ummi
Metode modern yang paling banyak dipakai di sekolah Islam terpadu saat ini.
Menggunakan pendekatan mother tongue dengan cerita, gerakan, dan lagu.
Ada tiga pilar: Direct Method, Repetition, dan Kasih Sayang. Guru harus tersertifikasi Ummi.
8. Metode Tilawati
Menggabungkan seni irama (lagu Rost) dengan kaidah tajwid. Bacaan menjadi indah tapi tetap benar. Dilengkapi buku Gharib Musykilat untuk kosakata sulit.
9. Metode Yanbu'a
Berasal dari Pondok Yanbu'ul Qur'an Kudus. Sangat fokus pada fashohah (kelancaran) dan makhroj.
Menggunakan Rasm Utsmani sejak awal, sehingga murid langsung terbiasa dengan mushaf asli.
10. Metode Tartila
Pengembangan praktis dari Qiroati dengan buku jilid plus buku tajwid terpisah dan alat peraga.
Cocok untuk yang ingin pembelajaran lebih terstruktur dan visual.
Metode Klasik yang Tetap Relevan
Talaqqi dan Musyafahah
Ini metode asli Rasulullah SAW dengan malaikat Jibril.
Murid membaca langsung di depan guru yang menyimak bibir dan suara. Wajib dilakukan untuk mendapatkan sanad Al-Quran yang valid.
Metode Menghafal Al-Quran (Tahfidz)
Setelah lancar membaca, biasanya dilanjutkan dengan metode hafalan:
- Wahdah — Hafal satu ayat demi satu ayat dengan pengulangan banyak kali.
- Kitabah — Menulis ayat terlebih dahulu sebelum menghafal (sangat efektif untuk daya ingat).
- Sima'i — Mendengarkan murottal berulang-ulang lalu menirukan (cocok auditory learner dan anak kecil).
- Jama' — Hafalan bersama teman, saling menyimak dan mengoreksi.
- Muraja'ah — Kunci utama keberhasilan tahfidz. Tanpa muraja'ah rutin, hafalan mudah hilang.
Cara Memilih Metode Belajar Al-Quran yang Tepat
- Pilih metode sesuai:
Usia → Anak kecil cocok Iqro atau Ummi.
Tujuan → Dasar baca (Iqro/Baghdadiyah), tartil indah (Tilawati), atau tahfidz (Qiroati/Yanbu'a).
Gaya belajar → Visual, auditory, atau kinestetik.
Waktu → Privat kilat (Al-Barqy/Dirosa) atau regular. - Di era digital saat ini, banyak platform online dan aplikasi yang menggabungkan metode-metode ini dengan murottal dan video pembelajaran.
- Namun, talaqqi langsung dengan guru tetap menjadi rekomendasi utama agar bacaan benar dan mendapatkan sanad.(tas)