Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Perbedaan Rumput Gajah, Rumput Odot, dan Tanaman Tebu Telur: Panduan Lengkap untuk Peternak dan Petani

Tasropi • Selasa, 14 Juli 2026 | 12:51 WIB
Perbedaan Rumput Gajah, Rumput Odot, dan Tanaman Tebu Telur: Panduan Lengkap untuk Peternak dan Petani
Perbedaan Rumput Gajah, Rumput Odot, dan Tanaman Tebu Telur: Panduan Lengkap untuk Peternak dan Petani
 

RADARSEMARANG.ID, Rumput Gajah, Rumput Odot, dan Tebu Telur adalah tanaman dari famili Poaceae (rumput-rumputan) yang sering dibahas di kalangan peternak dan petani Indonesia.

Namun, ketiganya memiliki fungsi utama yang berbeda: dua yang pertama populer sebagai pakan ternak hijauan, sementara Tebu Telur lebih dikenal sebagai tanaman sayuran. 

Baca Juga: MBG Libur, Tani Merdeka Borong 1.200 Paket Sayuran Dibagikan Gratis ke Masyarakat

Tulisan ini membahas perbedaan utama berdasarkan data ilmiah dan sumber terverifikasi (seperti penelitian pertanian dan dinas peternakan), agar Anda bisa memilih yang sesuai kebutuhan.

1. Pengenalan Singkat Setiap Tanaman

Rumput Gajah (Pennisetum purpureum): Rumput tropis tinggi asal Afrika, dikenal juga sebagai elephant grass atau rumput kolonjono.

Populer sebagai pakan ternak ruminansia (sapi, kambing, kerbau) karena produktivitas tinggi. 

Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott): Varietas dwarf (mini) dari rumput gajah. Disebut juga rumput gajah mini atau gajah odot. Lebih pendek, lembut, dan nutrisi lebih baik. 

Tanaman Tebu Telur (Saccharum edule): Disebut juga terubuk, tebu telor, atau turubus. Mirip tebu biasa tapi dimanfaatkan pucuk/bunganya yang membengkak seperti kumpulan telur ikan sebagai sayuran. Bukan rumput pakan utama. 

Baca Juga: Produksi Ikon Kuliner Baru dari Semarang, Lumpia Rumput Laut (Lurula) Difasilitasi oleh PKUM FPIK UNDIP

2. Perbedaan Utama (Tabel Perbandingan)

Aspek Rumput Gajah Rumput Odot
Tebu Telur (Saccharum edule)
Tinggi Tanaman 3–7 meter 1–1,25 meter
Mirip tebu (2–5+ meter)
Batang & Daun Batang tebal, keras, berbulu; daun panjang & kasar Batang lunak, halus, tidak berbulu; daun lebih banyak & lembut
Batang beruas seperti tebu; pucuk membengkak seperti telur ikan
Kandungan Nutrisi (Protein Kasar) 8–10% (bisa turun saat tua) 12–23% (lebih tinggi)
Lebih ke karbohidrat & serat (sebagai sayur); bukan pakan utama
Produktivitas Tinggi (hingga 200–300 ton/ha/tahun) Lebih tinggi per luas (contoh: 36 kg/m²/tahun vs 29,5 kg gajah)
Produksi pucuk sayur, bukan biomassa hijauan massal
Bagian Dimanfaatkan Seluruh tanaman (60–70% dimakan ternak) Seluruh bagian (sangat palatabel)
Pucuk/bunga sebagai sayuran manusia
Waktu Panen 40–60 hari 40–70 hari (lebih cepat regrowth)
9+ bulan untuk pucuk utama
Adaptasi Tahan kering & tanah marginal, tapi tidak tahan genangan Toleran naungan, responsif pupuk, tahan kekeringan
Daerah tropis, mirip tebu
Kegunaan Utama Pakan ternak volume tinggi Pakan berkualitas tinggi (susu & daging)
Sayuran (rebus, tumis, dll.)

Sumber data nutrisi & produktivitas: Penelitian dan dinas peternakan (contoh GDM, UIN Suska, dll.). 

3. Kelebihan dan Kekurangan

Rumput Gajah:Kelebihan: Mudah dibudidayakan, produksi besar, murah, cocok lahan luas.

Rumput Odot:Kelebihan: Protein & palatabilitas tinggi, seluruh bagian dimakan, cocok peternakan intensif, regrowth cepat.

Tebu Telur:Kelebihan: Unik sebagai sayuran lokal kaya serat & nutrisi, potensi ekonomi (pasar sayur), bentuk pucuk eksotis.

Baca Juga: Perempuan Sleman Berdaya Lewat Budidaya Lidah Buaya, Kisah Kelompok Wanita Tani Sumber Boga Tamanan Tumbuh Bersama Dukungan BRI

4. Cara Budidaya Singkat

Ketiganya diperbanyak secara vegetatif (stek). Rumput Gajah & Odot: Tanam stek batang di jalur, panen rutin 40–60 hari, pupuk organik (kohe) sangat mendukung. Tebu Telur: Mirip tebu, butuh perawatan lebih untuk pucuk berkualitas. (tas)

Editor : Tasropi
Rumput Odot perbedaan rumput gajah dan odot budidaya rumput odot pakan sapi manfaat tebu telur hijauan pakan ternak unggul