RADARSEMARANG.ID, Rumput Gajah, Rumput Odot, dan Tebu Telur adalah tanaman dari famili Poaceae (rumput-rumputan) yang sering dibahas di kalangan peternak dan petani Indonesia.
Namun, ketiganya memiliki fungsi utama yang berbeda: dua yang pertama populer sebagai pakan ternak hijauan, sementara Tebu Telur lebih dikenal sebagai tanaman sayuran.
Baca Juga: MBG Libur, Tani Merdeka Borong 1.200 Paket Sayuran Dibagikan Gratis ke Masyarakat
Tulisan ini membahas perbedaan utama berdasarkan data ilmiah dan sumber terverifikasi (seperti penelitian pertanian dan dinas peternakan), agar Anda bisa memilih yang sesuai kebutuhan.
1. Pengenalan Singkat Setiap Tanaman
Rumput Gajah (Pennisetum purpureum): Rumput tropis tinggi asal Afrika, dikenal juga sebagai elephant grass atau rumput kolonjono.
Populer sebagai pakan ternak ruminansia (sapi, kambing, kerbau) karena produktivitas tinggi.
Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott): Varietas dwarf (mini) dari rumput gajah. Disebut juga rumput gajah mini atau gajah odot. Lebih pendek, lembut, dan nutrisi lebih baik.
Tanaman Tebu Telur (Saccharum edule): Disebut juga terubuk, tebu telor, atau turubus. Mirip tebu biasa tapi dimanfaatkan pucuk/bunganya yang membengkak seperti kumpulan telur ikan sebagai sayuran. Bukan rumput pakan utama.
2. Perbedaan Utama (Tabel Perbandingan)
| Aspek | Rumput Gajah | Rumput Odot |
Tebu Telur (Saccharum edule)
|
| Tinggi Tanaman | 3–7 meter | 1–1,25 meter |
Mirip tebu (2–5+ meter)
|
| Batang & Daun | Batang tebal, keras, berbulu; daun panjang & kasar | Batang lunak, halus, tidak berbulu; daun lebih banyak & lembut |
Batang beruas seperti tebu; pucuk membengkak seperti telur ikan
|
| Kandungan Nutrisi (Protein Kasar) | 8–10% (bisa turun saat tua) | 12–23% (lebih tinggi) |
Lebih ke karbohidrat & serat (sebagai sayur); bukan pakan utama
|
| Produktivitas | Tinggi (hingga 200–300 ton/ha/tahun) | Lebih tinggi per luas (contoh: 36 kg/m²/tahun vs 29,5 kg gajah) |
Produksi pucuk sayur, bukan biomassa hijauan massal
|
| Bagian Dimanfaatkan | Seluruh tanaman (60–70% dimakan ternak) | Seluruh bagian (sangat palatabel) |
Pucuk/bunga sebagai sayuran manusia
|
| Waktu Panen | 40–60 hari | 40–70 hari (lebih cepat regrowth) |
9+ bulan untuk pucuk utama
|
| Adaptasi | Tahan kering & tanah marginal, tapi tidak tahan genangan | Toleran naungan, responsif pupuk, tahan kekeringan |
Daerah tropis, mirip tebu
|
| Kegunaan Utama | Pakan ternak volume tinggi | Pakan berkualitas tinggi (susu & daging) |
Sayuran (rebus, tumis, dll.)
|
Sumber data nutrisi & produktivitas: Penelitian dan dinas peternakan (contoh GDM, UIN Suska, dll.).
3. Kelebihan dan Kekurangan
Rumput Gajah:Kelebihan: Mudah dibudidayakan, produksi besar, murah, cocok lahan luas.
- Kekurangan: Batang keras saat tua (kurang disukai ternak), protein lebih rendah.
Rumput Odot:Kelebihan: Protein & palatabilitas tinggi, seluruh bagian dimakan, cocok peternakan intensif, regrowth cepat.
- Kekurangan: Produksi volume per tanaman lebih rendah daripada gajah (tapi efisien per luas).
Tebu Telur:Kelebihan: Unik sebagai sayuran lokal kaya serat & nutrisi, potensi ekonomi (pasar sayur), bentuk pucuk eksotis.
- Kekurangan: Bukan pakan ternak utama (bisa digunakan daun/batang sebagai tambahan hijauan, tapi kurang umum), budidaya lebih mirip tebu (waktu panen lebih lama).
4. Cara Budidaya Singkat
Ketiganya diperbanyak secara vegetatif (stek). Rumput Gajah & Odot: Tanam stek batang di jalur, panen rutin 40–60 hari, pupuk organik (kohe) sangat mendukung. Tebu Telur: Mirip tebu, butuh perawatan lebih untuk pucuk berkualitas. (tas)
Editor : Tasropi