RADARSEMARANG.ID — Memasuki bulan Safar dalam penanggalan Hijriyah, topik mengenai mitos bulan sial kembali menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
Fenomena ini pun diangkat menjadi tema utama dalam pelaksanaan Khutbah Jumat Bulan Safar di berbagai masjid di tanah air.
Banyak masyarakat yang masih merasa cemas dan ragu untuk menggelar acara besar, seperti pernikahan atau memulai bisnis baru di bulan ini.
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Bulan Safar: Jangan Takut Mitos Sial, Ini Cara Menjemput Berkah Menurut Hadits
Khutbah Jumat Terbaru Pertama
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُإِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas takwa kita kepada Allah SWT.
Baca Juga: Benarkah Bulan Safar Penuh Bencana? Simak Isi Khutbah Jumat Terbaru!
Ketakwaan yang sebenar-benarnya, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.
Saat ini, kita berada di dalam bulan Safar, bulan kedua dalam penanggalan Hijriyah.
Secara bahasa, kata "Safar" memiliki arti "kosong". Dinamakan demikian karena pada zaman jahiliyah, masyarakat Arab dahulu mengosongkan rumah-rumah mereka untuk pergi berperang atau bepergian setelah berlalunya bulan Muharram
Melalui mimbar Jumat, para khatib mengingatkan jamaah agar tidak terjebak dalam keyakinan keliru yang dapat merusak akidah.
Berikut adalah poin-poin penting isi khutbah Jumat mengenai bulan Safar yang perlu kita pahami bersama agar terhindar dari takhayul.
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat: Ngeri! Ini Alasan Mengapa Mitos Bulan Safar Bawa Sial Masih Dipercaya
Asal-usul Nama Bulan Safar
Dalam naskah khutbahnya, khatib menjelaskan bahwa secara bahasa kata "Safar" berarti kosong.
Nama ini diambil dari kebiasaan kaum Arab jahiliyah pada masa lampau.
Setelah bulan Muharram berlalu, masyarakat Arab zaman dulu akan mengosongkan rumah mereka untuk pergi berperang atau merantau.
Sayangnya, kondisi rumah yang kosong dan sepi ini lambat laun disalahartikan oleh sebagian orang sebagai tanda nasib buruk atau kesialan.
Islam datang untuk meluruskan pemahaman keliru tersebut. Waktu, hari, dan bulan tidak memiliki kekuatan apa pun untuk menentukan nasib baik atau buruknya seseorang.
Bantahan Tegas dari Rasulullah SAW
Untuk memperkuat argumen dan meluruskan tauhid jamaah, khatib membacakan sebuah hadits sahih yang sangat populer.
Rasulullah SAW bersabda secara tegas:
"Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada ramalan sial (thiyaroh), tidak ada kesialan karena burung hantu, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar." (HR. Bukhari dan Muslim).
Berdasarkan hadits di atas, menganggap bulan Safar sebagai bulan pembawa bencana adalah bentuk thiyaroh (merasa sial karena sesuatu) yang dilarang keras dalam Islam.
Semua ketentuan takdir dan jalannya alam semesta berada mutlak di bawah kekuasaan Allah SWT.
Baca Juga: Benarkah Bulan Safar Penuh Bencana? Simak Isi Khutbah Jumat Terbaru!
4 Amalan Bulan Safar Utama Menjemput Berkah di Bulan Safar
Alih-alih memelihara rasa takut terhadap mitos yang tidak berdasar, jamaah Jumat diajak untuk mengalihkan fokus pada peningkatan amal ibadah.
Sebuah bulan akan membawa berkah atau kerugian tergantung dari bagaimana kita mengisinya.
Baca Juga: Benarkah Bulan Safar Penuh Bencana? Simak Isi Khutbah Jumat Terbaru!
Berikut adalah 4 amalan Khutbah Jumat Hari Ini yang dianjurkan oleh khatib:
- Meluruskan Akidah: Berserah diri sepenuhnya (tawakal) kepada Allah dan membuang jauh-jauh ramalan nasib buruk.
- Memperbanyak Istighfar: Membaca dzikir dan memohon ampunan untuk membersihkan hati dari noda dosa.
- Menjaga Shalat Jamaah: Meningkatkan kedisiplinan shalat lima waktu di masjid dan menghidupkan shalat sunnah.
- Meningkatkan Sedekah: Membantu sesama yang membutuhkan sebagai penolak bala yang nyata sesuai tuntunan syariat.
Teks Khutbah Jumat Singkat diakhiri dengan pesan mendalam bahwa kesialan yang sesungguhnya adalah ketika waktu kita terbuang sia-sia tanpa adanya tabungan amal kebaikan.
Baca Juga: Benarkah Bulan Safar Penuh Bencana? Simak Isi Khutbah Jumat Terbaru!
Semoga di bulan Safar ini, keimanan kita semakin kokoh dan terhindar dari segala bentuk syirik.
Khutbah Jumat Terbaru Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِقْرَارًا بِرُبُوبِيَّتِهِ وَإِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ وَأَشْهَدُ أَنْ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ.اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى مُخْبِرًا وَكَرِيمًا: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ
الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Baca Juga: Benarkah Bulan Safar Penuh Bencana? Simak Isi Khutbah Jumat Terbaru!
Teks Khutbah Jumat Singkat diakhiri dengan pesan mendalam bahwa kesialan yang sesungguhnya adalah ketika waktu kita terbuang sia-sia tanpa adanya tabungan amal kebaikan.
Semoga di bulan Safar ini, keimanan kita semakin kokoh dan terhindar dari segala bentuk syirik. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi