RADARSEMARANG.ID – Berbeda dengan perayaan tahun baru Masehi yang meriah, Malam 1 Suro 2026 disambut dengan ritual dan tradisi sakral yang kental akan nuansa spiritual dan budaya.
Tradisi ini diinisiasi oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo sejak zaman Kerajaan Mataram Islam untuk menyatukan masyarakat Jawa melalui kegiatan keagamaan dan budaya.
Malam 1 Suro 2026 jatuh pada tanggal 26 Juni malam, yang menandai pergantian tahun baru Kalender Jawa 1 Suro 2026 sekaligus menyambut 1 Muharram dalam kalender Hijriah.
Bagi Anda yang ingin memahami keunikan budaya Nusantara, berikut adalah daftar 11 tradisi Malam Satu Suro di Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta yang paling populer dan masih dilestarikan hingga saat ini.
Daftar Tradisi Malam 1 Suro Paling Populer
1. Kirab Kebo Bule Kyai Slamet (Surakarta)
Prosesi mengarak kawanan kerbau albino keramat (Kebo Bule) mengelilingi rute luar tembok Keraton Kasunanan Surakarta pada tengah malam.
Hewan ini diyakini sebagai pusaka berharga pembawa keselamatan.
2. Laku Lampah Topo Bisu Mubeng Beteng (Yogyakarta)
Ritual malam 1 Suro berjalan kaki mengitari benteng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat tanpa alas kaki.
Selama prosesi, peserta dilarang keras berbicara (tapa bisu), makan, atau merokok sebagai bentuk introspeksi diri.
3. Kirab Pusaka Keraton
Tradisi Malam 1 Suro prosesi mengarak benda-benda pusaka leluhur seperti keris, tombak, dan kereta kencana milik keraton.
Pusaka ini dibawa oleh para abdi dalem yang mengenakan busana adat Jawa jangkep (lengkap).
4. Jamasan Pusaka (Siraman)
Ritual malam 1 Suro pencucian dan pembersihan benda pusaka peninggalan keluarga maupun keraton.
Pembersihan menggunakan air bunga, jeruk nipis, dan minyak khusus untuk menjaga keaslian logam pusaka.
5. Lek-lekan atau Tirakatan
Tradisi Malam 1 Suro begadang atau menjaga diri agar tidak tidur semalam suntuk hingga fajar tiba.
Warga biasanya berkumpul untuk merenung, berdoa bersama, atau menyaksikan pagelaran wayang kulit.
6. Jenang Suran (Bubur Suro)
Tradisi Malam 1 Suro memasak bubur khusus yang disajikan dengan aneka lauk tradisional.
Sajian ini kemudian didoakan dalam upacara kenduri sebagai simbol rasa syukur atas rezeki yang melimpah.
7. Larung Sesaji Kepala Kerbau di Gunung Merapi
Ritual malam 1 Suro masyarakat lereng Gunung Merapi (khususnya di Selo, Boyolali) yang mengubur atau melarung kepala kerbau di kawasan puncak.
Tradisi Malam 1 Suro ini bertujuan memohon keselamatan agar dijauhkan dari bencana alam.
8. Larung Sesaji Pantai Selatan
Prosesi menghanyutkan hasil bumi, tumpeng, dan pakaian ke laut selatan Malam 1 Suro 2026
(seperti Pantai Parangtritis).
Upacara ini bermakna membuang sial dan memohon keselamatan bagi para nelayan.
9. Mandi Besar (Padusan Malam Suro)
Ritual malam 1 Suro menyucikan diri secara fisik dan spiritual dengan mandi besar tepat pada tengah malam.
Biasanya dilakukan di sumber mata air alami (umbul) atau di rumah masing-masing menggunakan air kembang setaman.
10. Ziarah Makam Leluhur Imogiri
Ribuan warga dan abdi dalem melakukan ziarah massal ke kompleks makam raja-raja Mataram Islam di Imogiri, Bantul.
Peziarah datang untuk mendoakan leluhur sekaligus melakukan perenungan batin.
11. Grebeg Suro di Kawasan Pedesaan
Kirab gunungan hasil bumi yang diarak oleh masyarakat desa di daerah lereng gunung seperti Magelang dan Temanggung.
Setelah didoakan, gunungan tersebut akan diperebutkan oleh warga untuk mendapatkan berkah.
Makna Filosofis di Balik Tradisi Malam 1 Suro.
Secara umum, seluruh prosesi Ritual malam 1 Suro memiliki esensi yang sama, yaitu laku prihatin (keprihatinan spiritual).
Berjalan dalam keheningan, menahan nafsu, dan berdoa merupakan simbol kepasrahan total manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa serta harapan untuk memulai tahun baru dengan jiwa yang bersih. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi