RADARSEMARANG.ID – Masih banyak dari kita yang punya prinsip "sing penting wareg" (yang penting kenyang) saat sahur.
Alhasil, piring makan malah didominasi porsi nasi putih kuli alias karbohidrat berlebih.
Padahal, kebiasaan ini justru membuat badan cepat lemas dan mudah lapar lagi di siang hari.
Baca Juga: Olah Makanan Sehat
dr. Tirta Mandira Hudhi, mengingatkan bahwa kunci kuat puasa seharian itu bukan pada jumlah nasi yang kita telan, melainkan kualitas nutrisinya.
Melalui berbagai platform edukasinya, dokter Tirta menekankan pentingnya mempertahankan fokus dari karbohidrat ke protein dan serat.
Kenapa Karbohidrat Saja Tidak Cukup?
Menurut dr. Sungguh, mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan terutama yang bersifat sederhana seperti nasi putih atau gorengan akan membuat gula darah melonjak drastis lalu turun dengan cepat juga ( sugar crash ).
gula Baca Juga: Bingung Masak Saat Puasa? Ini 30 Menu Sahur dan Buka Puasa yang Praktis dan Lezat
Efeknya? Baru jam 10 pagi, perut sudah keroncongan dan badan rasanya mau tumbang.
“Prinsipnya sahur itu jangan karbohidratnya yang dibanyakin, tapi protein dan serat (serat) yang tinggiin. Karbohidrat itu sifatnya cepat dibakar, sedangkan protein dan serat itu memberikan rasa kenyang lebih lama,” tegas dr. Tirta dalam salah satu konten edukasi kesehatan di kanal YouTube miliknya.
Resep "Kuat Puasa" ala dr. Tirta
Untuk menghindari rasa lapar berlebih, dr. Tirta menyarankan komposisi piring sahur yang lebih seimbang:
- Perbanyak Protein: Bisa dari telur, dada ayam, ikan, atau tempe-tahu. Protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh, sehingga metabolisme tetap terjaga.
- Wajib Ada Serat: Sayuran hijau atau buah-buahan sangat krusial. Serat membantu memperlambat penyerapan nutrisi, sehingga energi tersisa secara perlahan sepanjang hari.
- Karbohidrat Secukupnya: Tetap butuh nasi atau kentang sebagai sumber energi awal, tapi jangan dijadikan menu utama yang memenuhi piring.
Baca Juga: Tiga Menu Sahur Anti Ribet Bikinnya Tapi Kaya Nutrisi, Bikin Kuat Puasa Seharian
Kebutuhan Cairan Tetap Nomor Satu
Selain soal makanan, dr. Tirta juga berulang kali mengingatkan soal hidrasi. Pola minum 2-4-2 (dua gelas saat buka, empat gelas malam hari, dua gelas saat sahur) tetap jadi andalan agar tubuh tidak dehidrasi.
Dengan porsi protein dan serat yang cukup, tubuh tidak akan mengalami kejutan insulin yang bikin ngantuk setelah sahur.
Jadi, buat kamu yang mau tetap produktif kerja atau kuliah selama Ramadhan, coba deh besok kurangi nasinya, tambahin telurnya! (mg 9)
Baca Juga: Serunya Belajar Makanan Sehat dengan Metode Expert Group
Editor : Baskoro Septiadi