RADARSEMARANG.ID, Semarang — Sebagai seorang muslim, penting bagi kita untuk memahami apa itu Nisfu Syaban.
Pasalnya, ini adalah waktu yang sangat istimewa dan kita dianjurkan untuk mengisinya dengan berbagai ibadah.
Tahun ini, kita memasuki bulan Syaban pada tanggal 20 Januari 2026 yang bertepatan dengan hari selasa.
Karena sudah memasuki bulan kedelapan dalam kalender Hijriah ini, maka kita perlu memastikan kapan Nisfu Syaban akan tiba.
Pengertian Nisfu Syaban Adalah nisfu memiliki arti ‘pertengahan’ dalam bahasa Arab.
Sedangkan Syaban sendiri merupakan bulan kedelapan dalam penanggalan Hijriah.
Jadi, secara istilah Nisfu Syaban dapat diartikan sebagai pertengahan bulan Syaban.
Bulan Syaban umumnya berlangsung selama 29 hingga 30 hari, bergantung pada posisi hilal pada hari ke-29.
Jika bulan baru atau hilal tampak, maka Syaban berakhir dan kita masuk Ramadan.
Sebaliknya, ketika hilal tidak tampak, bulan Syaban pun digenapkan menjadi 30 hari.
Oleh karena itu, Nisfu Syaban atau pertengahan Syaban adalah malam dan hari ke-15 dalam bulan tersebut.
Jadwal Nisfu Syaban
Berdasarkan Kalender Hijriah Islam Indonesia yang diterbitkan oleh Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, kita memasuki bulan Syaban pada Selasa, 20 Januari 2026.
Pada kalender tersebut, tanggal 15 Syaban 1446 H bertepatan dengan hari Selasa 3 Februari 2026.
Namun, sebenarnya kita sudah masuk Nisfu Syaban pada Senin 2 Februari 2025, setelah matahari terbenam.
Ini sesuai dengan ketentuan kalender Hijriah itu sendiri yang merupakan kalender komariah atau bulan, sehingga pergantian harinya terjadi ketika matahari terbenam dan terbitnya bulan.
Jadi, setelah waktu maghrib, kita sudah memasuki hari baru dalam penanggalan Islam.
Keutamaan Malam Nisfu Syaban
Malam Nisfu Syaban adalah salah satu malam yang memiliki keutamaan besar dalam Islam.
Berdasarkan berbagai hadits shahih, malam ini menjadi waktu yang penuh dengan rahmat dan pengampunan dari Allah SWT.
Berikut adalah beberapa keistimewaannya:
1. Malam Pengampunan Dosa
Pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT mengampuni dosa seluruh hamba-Nya kecuali bagi mereka yang menyekutukan-Nya (musyrik) dan yang memiliki permusuhan serta kebencian dalam hati (musyahin).
Rasulullah SAW bersabda:
“Allah melihat kepada hamba-hamba-Nya pada malam Nisfu Syaban, maka Dia ampuni semua hamba-hamba-Nya kecuali musyrik (orang yang syirik) dan yang bermusuh (orang benci membenci).” (HR Ibn Hibban, Al-Bazzar, dan lain-lain. Al-Albani mensahihkan dalam Silsilah Al-Ahadith Al-Sahihah).
Hadits ini menunjukkan bahwa Allah SWT memberikan ampunan secara luas, kecuali bagi dua golongan tersebut yang harus terlebih dahulu bertaubat agar mendapatkan rahmat-Nya.
2. Malam Turunnya Rahmat Allah SWT
Malam Nisfu Syaban juga merupakan waktu ketika rahmat Allah SWT mendekat kepada hamba-hamba-Nya dan mengampuni mereka yang memohon ampunan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya (rahmat) Allah mendekat kepada hamba-Nya (di malam Nisfu Syaban), maka mengampuni orang yang meminta ampunan, kecuali pelacur dan penarik pajak.” (HR Al-Thabrani dalam Al-Kabir dan Ibnu Adi dari Utsman bin Abi Al-’Ash. Syekh Al-Munawi berkata: “Perawinya tepercaya.”).
Berdasarkan penggalan hadits di atas, kita tahu bahwa Allah SWT membuka pintu ampunan bagi mereka yang bersungguh-sungguh memohon ampun, kecuali bagi mereka yang terus melakukan dosa besar tanpa bertaubat.
3. Malam Ditetapkannya Takdir Tahunan
Beberapa ulama berpendapat bahwa pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT menetapkan takdir tahunan bagi manusia, seperti rezeki, kematian, dan kehidupan.
Meskipun pendapat ini banyak dikaitkan dengan Lailatul Qadar, sebagian ulama berpegang pada dalil bahwa malam Nisfu Syaban juga memiliki keterkaitan dengan penulisan takdir.
Pendapat ini berdasarkan firman Allah SWT:
فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍۙ
Artinya: “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS Ad-Dukhan: 4)
Meskipun ayat ini lebih umumnya dihubungkan dengan Lailatul Qadar, sebagian ulama berpendapat bahwa malam Nisfu Syaban adalah momen awal sebelum penetapan takdir secara lebih rinci pada Lailatul Qadar.
4. Malam Dijauhkannya dari Azab
Allah SWT juga membebaskan banyak hamba-Nya dari azab pada malam ini, kecuali bagi mereka yang masih menyekutukan-Nya dan yang menyimpan kebencian dalam hati.
Rasulullah SAW bersabda:
“Pada malam pertengahan dari bulan Syaban, Allah akan mengampuni penduduk bumi, kecuali orang musyrik dan orang yang memiliki kebencian (permusuhan).” (HR Al-Baihaqi dari Abu Katsir bin Murrah Al-Hadirami, secara mursal. Dinyatakan sahih oleh Al-Albani).
Ini menunjukkan bahwa malam Nisfu Syaban adalah kesempatan besar untuk membersihkan hati dari segala permusuhan dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
5. Malam Istimewa yang Diketahui oleh Para Sahabat dan Tabi’in
Para sahabat Nabi SAW dan generasi tabiin mengetahui keistimewaan malam Nisfu Syaban berdasarkan hadits-hadits shahih dari Rasulullah SAW.
Ulama besar seperti Imam Al-Hafidz Ibnu Hajar juga mengakui keutamaan malam ini.
Rasulullah SAW bersabda:
“Rahmat Allah turun di malam Nisfu Syaban, maka Allah akan mengampuni semua orang kecuali orang yang di dalam hatinya ada kebencian kepada saudaranya dan orang yang menyekutukan Allah.” (HR Daraquthni dalam As-Sunnah dan Ibnu Khuzaimah dalam At-Tauhid).
Baca Juga: 221.000 Jamaah Terbang ke Arab Saudi 2 Mei, Simak Rencana Perjalanan Haji 1446 H/2025 M
Hadits ini menjadi dalil kuat bahwa malam Nisfu Syaban adalah malam penuh berkah yang disaksikan oleh para sahabat dan ulama terdahulu.
Amalan yang Dianjurkan Saat Nisfu Syaban
Beberapa amalan yang dianjurkan saat Nisfu Syaban diantaranya:
1. Menghidupkan Malam Nisfu Syaban dengan Ibadah
Baca Juga: Rekor Dunia Puncak Haul Abah Guru Sekumpul ke 20 dihadiri 3 Juta Lebih Jamaah
Seorang muslim dianjurkan untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan berbagai amalan seperti sholat malam, membaca Al-Quran, dan berzikir. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa menghidupkan lima malam ini maka diwajibkan baginya masuk Surga: malam Tarwiyah, malam Arafah, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, serta malam Nisfu Syaban.” (HR Al-Ashbihani dalam kitab At-Targhib)
2. Memperbanyak Doa dan Istighfar
Malam Nisfu Syaban adalah malam penuh pengampunan. Rasulullah SAW bersabda:
“Allah melihat kepada semua hamba-Nya di malam Nisfu Syaban, kemudian memberikan pengampunan kepada mereka semuanya kecuali kepada musyrik dan orang yang selalu mengajak kepada perselisihan.” (HR An-Nasa’i dan Al-Baihaqi)
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda:
“Malaikat Jibril datang kepadaku dan berkata, ‘Malam ini adalah malam Nisfu Syaban. Di malam ini Allah membebaskan hamba-Nya dari neraka sejumlah bulu domba Bani Kalb. Namun, Allah tidak akan melihat (tidak mengampuni) orang musyrik, orang yang bermusuhan, orang yang memutus silaturahmi, orang yang durhaka kepada orang tua, dan orang yang kecanduan minuman keras.’” (HR Al-Baihaqi)
Memperbanyak Doa Nisfu Syaban
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا ياَ كَرِيْمُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
“Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah kami wahai dzat yang maha mulia. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu pengampunan, kesehatan dan pemeliharaan yang berkesinambungan dalam hal agama, dunia dan akhirat.”
3. Memperbanyak Bacaan Al-Quran
Sebagaimana malam-malam istimewa lainnya, memperbanyak membaca Al-Quran di malam Nisfu Syaban merupakan salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
4. Berpuasa di Siang Hari Nisfu Syaban
Rasulullah SAW sangat menyukai puasa di bulan Syaban. Aisyah Ra berkata:
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebanyak puasanya di bulan Syaban. Rasulullah berpuasa di bulan Syaban sebulan penuh kurang sedikit.” (HR Al-Baihaqi)
Dalam hadits lain disebutkan:
“Rasulullah tidak pernah berpuasa selama sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihatnya berpuasa di suatu bulan, sebanyak puasanya di bulan Syaban.” (HR Al-Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)
Dari Ali bin Abi Thalib Ra, Rasulullah SAW bersabda:
“Jika datang malam Nisfu Syaban maka bangunkanlah malamnya dan berpuasalah di siang harinya, sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, ‘Tiadakah orang yang meminta ampun, maka Aku akan memberinya ampunan? Tiadakah orang yang meminta rezeki, maka Aku akan memberinya rezeki? Tiadakah yang meminta, maka Aku akan memberinya?’ Sampai terbitnya fajar.” (HR Ibnu Majah)
Baca Juga: Barokah Melihat Wajah Orang Alim, Malaikat akan Memintakan Ampun hingga Hari Kiamat.
Berpuasa pada Siang Hari Dalam haditsnya Rasululllah bersabda:
عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ أَلَا مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلَا مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ
“Dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah bersabda: “Apabila sampai pada malam nisfu Syaban, maka shalatlah pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya, karena sesungguhnya Allah akan turun ke dunia pada malam tersebut sejak matahari terbenam dan Allah berfirman: “Tidak ada orang yang meminta ampun kecuali Aku akan mengampuni segala dosanya, tidak ada yang meminta rezeki melainkan Aku akan memberikannya rezeki, tidak ada yang terkena musibah atau bencana, kecuali Aku akan menghindarkannya, tidak ada yang demikian, tidak ada yang demikian, sampai terbit fajar.” (HR Imam Ibnu Majah dalam Kitab Sunannya hadis No: 1378)
Niat Puasa Nisfu Syaban
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu souma ghadin ‘an ada’i sunnati Sya’bana lillahi ta’ala.
Artinya: “Hamba niat puasa sunah Syaban esok hari karena Allah SWT.”
Niat puasa Nisfu Syaban di atas bisa diamalkan pada malam hari sebelum tidur atau pada saat sahur.
Namun, jika muslim lupa berniat pada malam hari, puasa tetap bisa diamalkan selama tidak ada pembatal puasa yang dikerjakan, seperti makan dan minum. Niat dapat dilakukan walau sudah siang dengan bacaan niat sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu souma hadzalyaumi ‘an ada’i sunnati Sya’bana lillahi ta’ala.
Baca Juga: Mengenal Sosok Biografi Abah Guru Sekumpul, Ulama Besar yang Khumul
Artinya: “Hamba niat puasa sunah Syaban hari ini karena Allah SWT.”
Oleh karena itu, kita juga sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah pada Nisfu Syaban.
5. Salat Sunnah Mutlak
Memperbanyak Shalat Sunnah Mutlak, melaksanakan shalat sunnah secara mutlak dijelaskan dalam hadits:
قوله صلى الله عليه وسلم: “الصلاة خير موضوع، فمن شاء استكثر ومن شاء استقل” قال الحافظ في الفتح” 479/2: صححه ابن حبان
“Shalat adalah sebaik-baik syariat, siapa yang ingin memperbanyak maka perbanyaklah, dan siapa yang ingin melakukan sedikit maka lakukanlah.” (Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa hadis ini dinilai sahih oleh Ibnu Hibban. Fath Al-Bari 2/479)
Baca Juga: Mengenal Sosok Profil Ustad Dr (HC) Adi Hidayat, Lc, MA
Adapun kaifiyah shalat sunnah pada malam nisfu Syaban dalam Majmu Syarif hal 93-96 sebagai berikut:
• Shalat sunnah 2 rakaat dengan niat shalat mutlak
• Rakaat pertama setelah Fatihah membaca Surat al Kafirun (قل يأيها الكافرون...)
• Rakaat kedua, setelah Fatihah membaca Surat al Ikhlas (قل هو الله أحد...)
• Dalam setiap sujud membaca doa:
اللهم إني أعوذ بعفوك من عقابك، وأعوذ برضاك من سخطك، وأعوذ بك منك إليك، لا أحصى ثناء عليك أنت كما أثنيت على نفسك
Baca Juga: Ulama Dunia Tarekat Naqsyabandiyah Syekh Muhammad Hisham Kabbani Wafat
Shalat Sunnah Tasbih
Shalat tasbih adalah shalat yang diajarkan Rasululah saw kepada pamannya Sayyidina Abbas ra agar mendapatkan pengampunan dari Allah swt.
Para ulama menyebutkan bahwa yang lebih utama pada malam nisfu Syaban adalah melakukan Shalat Tasbih.
Shalat Tasbih berjumlah empat rakaat, jika dikerjakan pada siang hari empat rakaat dengan sekali salam dan jika dikerjakan pada malam hari empat rakaat dua kali salam dengan dua rakaat sekali salam.
Tasbih semuanya berjumlah 300 tasbih dengan rincian tiap rakaat 75 tasbih.
Berikut ini adalah lafal niat shalat tasbih dengan dua kali salam.
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Berikut ini adalah lafal niat Shalat Tasbih dengan sekali salam.
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى
Shalat Sunnah Awwabin
Shalat ini jumlahnya enam rakaat, dikerjakan setelah Shalat Maghrib dan sebelum Isya’, setiap dua rakaat satu kali salam.
Pada tiap rakaat dibaca surat al Fatihah dan al Ikhlas sebanyak enam kali.
6. Membaca Yasin
Dalam Kitab Mujribat yang dikarang oleh Ad-Dairaby bahwa salah satu amalan di malam nisfu Syaban adalah membaca Surat Yasin 3 kali dengan niat:
Pertama dibaca untuk memohon panjang umur (yang barakah) dan ketaatan/ketakwaan serta dapat istiqomah kepada Allah Subhanallahu Wa Ta'ala.
Kedua dibaca untuk memohon dijauhkan dari segala bentuk musibah, fitnah, bala/marabahaya lahir batin.
Ketiga dibaca untuk memohon sugih hati/kaya hati yang langsung dari Allah tidak mudah meminta-minta pada selain Allah serta ditetapkan Iman Islam sampai akhir hayat.
وقال العلامة الديربي في “مجرباته” (ومن خواص “سورة يس” –كما قال بعضهم- أن تقرأها ليلة النصف من شعبان “ثلاث مرات”: الأولى بنية طول العمر، والثانية بنية دفع البلاء، والثالث بنية الإستغناء عن الناس.
“Adapun pembacaan surat Yasin pada malam Nisfu Syaban setelah Maghrib merupakan hasil ijtihad sebagian ulama, konon ia adalah Syeikh Al-Buni dan hal itu bukanlah suatu hal yang buruk.” (Syaikh Muhammad bin Darwisy, Asná al-Mathálib, 234)
وأما قراءة سورة يس ليلتها بعد المغرب والدعاء المشهور فمن ترتيب بعض أهل الصلاح من عند نفسه قيل هو البوني ولا بأس بمثل ذلك (أسنى المطالب في أحاديث مختلفة المراتب ص.234)
Setiap selesai membaca Surat Yasin dilanjutkan membaca doa nisfu syaban berikut:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اللّهُمَّ يَاذَا الْمَنِّ وَلاَيُمَنُّ عَلَيْك. يَاذَا الْجَلاَلِ وَالْإِكْرَامِ. يَاذَا الطَّوْلِ والْإِنْعَامِ, لاَإِلهَ إِلاَّ أَنْتَ ظَهْرَ اللاَّجِئيْن, وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْن, وَمَأْمَنَ الْخَائِفِيْن. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ مِنْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَتَقْتِيْرِ رِزْقِيْ وَأَثْبِتْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ الْمُنْزَل, عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَل {يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ} إِلهِيْ بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَم, فِيْ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ الْمُكَرَّم, الَّتِيْ يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَم, اكْشِفْ عَنِّيْ مِنَ الْبَلاَءِ مَا أَعْلَم, وَمَا لاَ أَعْلَم, وَاغْفِرْ لِيْ مَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَم. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنْ أَعْظَمِ عِبَادِكَ حَظًّا وَنَصِيْبًا فِيْ كُلِّ شَيْئٍ قَسَمْتَهُ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ نُوْرٍ تَهْدِيْ بِهِ, أَوْ رَحْمَةٍ تَنْشُرُهَا, أَوْ رِزْقٍ تَبْسُطُهُ, أَوْ فَضْلٍ تُقَسِّمُهُ عَلَى عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِيْنَ, يَاللهُ, يَاللهُ, لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ. اللَّهُمَّ هَبْ لِيْ قَلْبًا تَقِيًّا نَقِيًّا, مِن َالشِّرْكِ بَرِيًّا, لاَ كَافِرًا وَلاَ شَقِيًّا, وَقَلْبًا سَلِيْمًا خَاشِعًا ضَارِعًا. اللَّهُمَّ امْلَأْ قَلْبِيْ بِنُوْرِكَ وَأَنْوَارِ مُشَاهَدَتِكَ, وَجَمَالِكَ وَكَمَالِكَ وَمَحَبَّتِكَ, وَعِصْمَتِكَ وَقُدْرَتِكَ وَعِلْمِكَ, يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
7. Membaca Tasbih Nabi Yunus
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Syekh Abdul Hamid Qudus dalam Kitab Kanzun Najah Was Surur mengatakan:
فإن تلاوة هذه الآية في هذه الليلة بالعدد المذكور تكون أمانا فى ذلك العام من البلايا والأوهام
Siapa yang membaca dzikir ini di malam nisfu Syaban sebanyak 2375 kali, maka dengan izin Allah Taala, ia akan diberikan perlindungan dari bala sampai tahun akan datang.
8. Membaca Ayatul Hirsh (Surat at Taubah Ayat 128-129)
ﻟَﻘَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﺳُﻮﻝٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻜُﻢْ ﻋَﺰِﻳﺰٌ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣَﺎ ﻋَﻨِﺘُّﻢْ ﺣَﺮِﻳﺺٌ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺭَﺀُﻭﻑٌ ﺭَﺣِﻴﻢٌ ( 128 ) ﻓَﺈِﻥْ ﺗَﻮَﻟَّﻮْﺍ ﻓَﻘُﻞْ ﺣَﺴْﺒِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺗَﻮَﻛَّﻠْﺖُ ﻭَﻫُﻮَ ﺭَﺏُّ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴﻢِ
Imam al-Quthb Sayyidi Abu Ali al-Ahsan al-Ba’qiliy al-Maghribiy mengutip dalam kitab Ira’ah Arais Syumus Falak al-Haqaiq al-Irfaniyah perkataan al Quthb al-Maktum Sayyidi Syekh Ahmad at-Tijani Radhiyallahu anhu:
ﻣﻦ ﻗﺮﺃ ﺁﻳﺔ ﺍﻟﺤﺮﺹ ٥٠٠ ﻣﺮﺓ ﻓﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻨﺼﻒ ﻣﻦ ﺷﻌﺒﺎﻥ ﻟﻢ ﻳﺴﺌﻞ ﻓﻲ ﻗﺒﺮﻩ
‘’Siapa yang membaca ayat al-Hirhs sebanyak 500 kali pada malam nisfu Syaban, tidak akan mendapat pertanyaan malaikat di alam kubur.’’
9. Memperbanyak Sholawat Nabi
Di antara keistimewaan Syaban yaitu bulan di mana ayat tentang sholawat diturunkan, yaitu firman Allah:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi, wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian atas Nabi dan sampaikanlah salam penghormatan kepada-Nya.” (al-Ahzab:56)
Ibnu Abi al-Shoif al-Yamani mengatakan bahwa Sya’ban merupakan bulan shalawat atas Nabi karena ayat innallaha wa malaaikatahuu yusholluuna alannabi, yaa ayyuhalladziina aamanuu sholluu alaihi wa sallimuu tasliimaa’ itu turun di bulan Sya’ban.
Sumber: Kitab Kanzun Najah Wassuruur, Kitab Al Ghunyah, Kitab Attibaul Qulub.
Nisfu Syaban adalah salah satu dari lima malam yang mustajab doanya.
Nabi bersabda: “Lima malam yang tidak akan ditolak doa di dalamnya: malam pertama bulan Rajab, malam nisfu Sya’ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.” (fal)
Editor : Baskoro Septiadi