RADARSEMARANG.ID, Semarang — Ada satu momentum penting pada bulan Rajab, yaitu pada amalan jumat terakhir di Bulan Rajab.
Jumat terakhir bulan Rajab tersebut terdapat satu amalan yang diyakini memiliki manfaat besar untuk keberlangsungan hidup seseorang selama setahun.
Karena faedah amalan itu dapat terhindar dari kemiskinan.
Pada Jumat terakhir Rajab terdapat satu amalan istimewa.
Jika diamalkan, insya Allah uang terus mengalir tak pernah habis sepanjang tahun.
Amalan ini masyhur di kalangan ulama dan habaib.
Sulthanul Ulama dari Yaman, al-Mukarram al-Syekh al Habib Salim bin Abdullah al Syathiri misalnya pernah mengijazahkan amalan tersebut untuk dibaca pada Jumat terakhir bulan Rajab.
Baca Juga: Sejarah Berdirinya Majelis Ta’lim dan Sholawat Az Zahir
Saat Beliau berkunjung ke Indonesia.
Amalan ini berupa bacaan yang dibaca sebanyak 35 kali saat khatib menyampaikan khutbah Jumat kedua.
Salah satu keutamaannya adalah sepanjang tahun uang di tangan kita tidak habis untuk memenuhi segala kebutuhan.
Amalan ini telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti berhasil atas izin Allah SWT.
Berikut bacaan amalan Jumat terakhir Rajab.
Baca Juga: Sejarah Berdirinya Majelis Dzikir dan Sholawat Gandrung Nabi
أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh.
Artinya: “Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah.”
Manfaat Membaca Amalan Jumat Terakhir Rajab
Al-Habib Ali bin Hasan Baharun menulis keterangan dari gurunya, al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith sebagai berikut.
فَائِدَةٌ لِإِبْقَاءِ الدُّرَيْهِمَاتِ فِيْ جَمِيْعِ السَّنَةِ الْإِتْيَانُ بِهَذَا الذِّكْرِ خَمْس وثلاثيْن مرّة فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبَ حَالَ الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ، وَهُوَ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله، وَقَدْ جَرَّبَهُ الْكَثِيْرُ وَصَحَّ عِنْدَهُمْ
Artinya: “Faedah. Agar uang tak kunjung habis di sepanjang tahun (dianjurkan) membaca amalan ini sebanyak 35 kali di akhir Jumat bulan Rajab saat khutbah kedua, yaitu ‘Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh’.
Baca Juga: Profil K.H. Taj Yasin Maimoen, dari Santri untuk Negeri, Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah 2024-2029
Amalan ini telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti berhasil.” (al-Habib Ali bin Hasan Baharun, al-Fawaid al-Mukhtarah, hal. 445).
Itulah amalan Jumat terakhir bulan Rajab.
Sebagaimana yang disampaikan para masyayikh, yang terpenting apapun amalannya maksud utamanya adalah untuk mendekatkan diri di sisi-Nya dan diniati mengikuti jejak perilaku para ulama terdahulu.
Cara Amalkan Bacaan Jumat Terakhir Bulan Rajab
Amalan Jumat terakhir bulan Rajab sebagaimana yang disebutkan di atas dibaca sebanyak 35x di saat khatib berada di mimbar menyampaikan khutbah yang kedua.
Demikian dijelaskan oleh Syaikh Hamid bin Muhammad Ali Quds dalam kitab Kanzun Najah was Surur yang menjelaskan bahwa Syaikh Ali al-Ajhuri menerangkan berikut ini:
أَنَّ مَنْ قَرَأَ فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبٍ وَالْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِأَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهْ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهْ (خَمْسًا وَثَلَاثِيْنَ مَرَّةً) لَا تَنْقَطِعُ الدَّرَاهِمُ مِنْ يَدِهِ ذَلِكَ السَّنَةَ
Artinya, “Sesungguhnya barang siapa di akhir Jumat bulan Rajab, saat khatib berada di mimbar membaca; ‘Ahmadu Rasulullohi muhammadur rosulullohi’ (sebanyak 35 kali), maka dirham tidak akan putus dari tangannya pada tahun tersebut (selama setahun akan selalu memegang uang).”
Bagaimana bisa membaca amalan Jumat terakhir bulan Rajab saat khatib berada di mimbar, sementara ada larangan berbicara saat khutbah berlangsung?
Dalam kitab yang sama, Kanzun Najah was Surur dijelaskan bahwa amalan tersebut bisa dibaca di dalam hati, atau dibaca ketika khatib duduk di mimbar sebelum khutbah, atau ketika doa untuk para sahabat yang artinya:
Artinya, “Bagaimana kita membacanya? Sedangkan khatib di atas mimbar, dan di waktu itu kita diperintahkan untuk diam mendengar khutbah?
Jawabannya, tidak disyaratkan untuk membacanya dengan mulut akan tetapi di dalam hati saja sudah cukup, atau dibaca ketika khatib duduk di mimbar sebelum khutbah, atau ketika doa untuk para sahabat, karena yang dimaksud untuk diam di dalam khutbah (inshatu) adalah diam mendengarkan rukun khutbah, bukan yang lainnya.”
Keistimewaan Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab
Amalan Jumat terakhir bulan Rajab memiliki keistimewaan, manfaat atau faedah yang besar, yakni dicukupkan kebutuhan kita sepanjang tahun.
Karena uang di tangan kita tidak bakal kunjung habis.
Dengan begitu, kita terhindar dari kemiskinan.
Semua ini tentu atas kehendak Allah swt.
Semua amalan yang kita baca tidak lain untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt dan berharap segala keinginan baik dimudahkan jalannya.
Bulan Rajab adalah bulan mulia, jadi momentum baik bagi kita umat Islam agar kian dekat kepada Allah.
Doa-doa di bulan Rajab mudah diterima dan pahala ibadah diganjar dengan berlipat-lipat.
Satu dari ibadah yang bisa dilakukan adalah mengerjakan amalan-amalan bulan Rajab, termasuk amalan Jumat terakhir bulan Rajab. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi