RADARSEMARANG.ID — Polda Kalimantan Selatan membuka 17 dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum jemaah dalam pengajian haul ke 21 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, juga dikenal sebagai Guru Sekumpul.
Acara ini rutin diadakan setiap 5 Rajab 1447 Hijriah di Martapura, Kabupaten Banjar.
Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, mengatakan bahwa dapur umum tersebut beroperasi mulai Jumat (26/12) hingga Senin (29/12).
Dapur umum ini disiapkan untuk kebutuhan jemaah, termasuk petugas pengamanan dan relawan.
“Dapur umum beroperasi dari Jumat sampai Senin untuk menyediakan makanan dan minuman bagi jemaah, termasuk petugas dan relawan,” ujar Rosyanto di Martapura (27/12/2025).
Bantuan dapur umum ini datang dari Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Kapolri juga memberikan dukungan berupa 10 unit kendaraan mobile water treatment untuk memastikan ketersediaan air bersih dan air minum siap diminum bagi para jemaah.
Untuk memastikan keamanan pengajian rutin 5 Rajab yang diperkirakan dihadiri oleh jutaan jemaah, Polda Kalsel melakukan Operasi Kewilayahan dengan sandi “Sekumpul Intan 2025”.
Operasi ini melibatkan 3.099 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait.
Di sepanjang jalur lintas Kabupaten Kapuas terdapat 37 Rest area yang siap melayani jemaah Haul Guru Sekumpul.
Di setiap rest area, pemerintah daerah memastikan tersedia fasilitas pendukung seperti makanan dan minuman, kamar kecil, serta area istirahat bagi jemaah yang membutuhkan jeda saat perjalanan menuju Martapura.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin menyiagakan enam posko kesehatan untuk memberikan pelayanan medis kepada jemaah yang melintas di wilayah Tapin, menuju Haul Sekumpul, Martapura.
Posko kesehatan itu akan dibuka sampai periode akhir Desember 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Tapin, Noor Ifansyah, mengatakan keenam posko tersebut disesuaikan dengan zona yang ada di Kabupaten Tapin.
Selain itu, puskesmas yang berada di sepanjang jalur jalan juga diminta menyiagakan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Ia menjelaskan, masing-masing posko kesehatan diisi oleh tenaga medis lengkap, mulai dari dokter, perawat hingga bidan.
Posko kesehatan beroperasi mulai 26 hingga 31 Desember 2025, dengan sistem penjagaan bergantian sesuai dengan shift masing-masing petugas.
Adapun lokasi posko kesehatan tersebut berada di Binderang Kecamatan Lokpaikat, Bundaran Dulang, Bundaran Bungur, Tatakan, Binuang, dan Margasari.
Noor Ifansyah berharap keberadaan posko kesehatan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para jemaah.
Ia mengimbau, apabila di perjalanan mengalami gangguan kesehatan atau kelelahan, jemaah tidak ragu untuk singgah ke posko kesehatan yang telah disediakan.
Dengan kesiapsiagaan ini, Dinas Kesehatan Tapin berharap arus jemaah yang melintas di wilayah Tapin dapat berlangsung aman, lancar, dan tetap terjaga kesehatannya. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi