RADARSEMARANG.ID — Haul Guru Sekumpul adalah tradisi tahunan yang diselenggarakan di Martapura, Kalimantan Selatan.
Tradisi ini digelar sebagai bentuk penghormatan kepada Tuan Guru KH Muhammad Zaini Abdul Ghani Al Banjari, yang sering disebut Guru Sekumpul.
Tahun ini, acara Haul digelar dua kali.
Namun, area pengunjung akan meluas hingga ke jalan utama Martapura dan sekitarnya.
Jadwal resmi dan akhir, terutama untuk Haul ke-21 di bulan Desember, telah diumumkan oleh pihak shohibul haul atau panitia Musala Ar-Raudhah.
Jemaah diminta untuk terus memantau informasi resmi.
Untuk melayani jutaan jemaah, panitia dan pemerintah daerah akan menerapkan skema lalu lintas khusus, termasuk skema satu arah (one way) di jalur utama.
Jemaah yang datang dari luar daerah, termasuk dari Bandara Syamsudin Noor (BDJ), akan menuju Martapura via Jalan A. Yani.
Ikuti petunjuk dari petugas dan relawan yang berada di sepanjang jalur.
Rute Haul Abah Guru Sekumpul 2025:
Pada tahun sebelumnya, pengaturan lalu lintas dan tempat parkir menggunakan warna stiker/jalur sesuai daerah asal jemaah.
Perhatikan dan ikuti warna jalur yang ditentukan saat tiba di gerbang Martapura.
Transportasi dan Parkir Haul Abah Guru Sekumpul 2025:
Kantong Parkir Haul Abah Guru Sekumpul 2025: Tersedia di berbagai titik sekitar Martapura.
Jemaah diimbau untuk mengikuti arahan relawan untuk memarkir kendaraan di kantong parkir yang sudah ditentukan.
Pemerintah daerah biasanya menyediakan armada angkutan gratis dari titik kumpul (misalnya Lapangan Dr. Murdjani Banjarbaru) ke titik terdekat lokasi acara.
Arus lalu lintas para jemaah yang menghadiri perayaan 5 Rajab 1447 Hijriah di Kabupaten Tanah Laut terus meningkat, namun kondisi jalan masih terpantau lancar.
Pada Jumat (26/12), di Simpang Tiga Nusa Indah, Kecamatan Bati-Bati, mulai terlihat banyak jemaah yang bergerak menuju Martapura.
Kendaraan yang melintas sebagian besar merupakan kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil.
Hari Sabtu (27/12/2025) siang, arus lalu lintas jemaah bergerak meningkat di Kabupaten Tanah Laut.
Banyak jemaah yang terus bergerak menuju Martapura.
Pantauan di lapangan menunjukkan arus kendaraan mulai membanjiri beberapa titik, mulai dari jalan poros Bundaran Angsau, Pelaihari, hingga Posko Rest Area Pemkab Tanah Laut di kawasan Gunung Kayangan, Desa Sungai Jelai, Kecamatan Tambang Ulang.
Meski volume kendaraan lebih tinggi dibanding hari sebelumnya, arus lalu lintas masih terpantau lancar.
Tidak ada kemacetan yang signifikan, hanya ada sedikit perlambatan di beberapa titik. Perlambatan terjadi di depan RS Citra Medika hingga depan Kompi Senapan C, kemudian di kawasan Pabahanan dekat Masjid Pehing, serta di pintu masuk PTPN Desa Ambungan.
Peringatan Haul Guru Sekumpul selalu menjadi momen yang dinantikan oleh ribuan jemaah dari berbagai wilayah.
Haul ini memiliki nilai spiritual yang tinggi dan menjadi ajang untuk mengingat serta melaksanakan ajaran dari Guru Sekumpul selama hidupnya.
Bagi jemaah asal Palangka Raya, Sampit, dan wilayah Kalimantan Tengah, perjalanan menuju lokasi haul tahun ini terasa lebih nyaman dan penuh keberkahan.
Hal ini karena sepanjang jalur Sampit–Palangka Raya–Pulang Pisau hingga Kapuas, terdapat puluhan rest area dadakan yang menyediakan makanan dan minuman secara gratis.
Masyarakat setempat dengan ikhlas membuka lapak-lapak sederhana di pinggir jalan.
Mulai dari air mineral, teh hangat, kopi, hingga berbagai makanan ringan dan berat disediakan untuk para jemaah yang melintas.
Menariknya, peringatan 5 Rajab Sekumpul tahun 2025 ini jatuh pada hari yang sama dengan perayaan Natal.
Meski demikian, pelaksanaan haul tetap berjalan khidmat dan dijadwalkan pada hari Minggu, 28 Desember 2025.
Kondisi ini semakin menunjukkan nilai toleransi, persatuan, dan rasa peduli sosial yang tinggi di tengah masyarakat.
Tidak hanya sebagai perjalanan spiritual, perjalanan menuju 5 Rajab Sekumpul juga menjadi pengalaman yang penuh kehangatan dan solidaritas antar sesama. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi