RADARSEMARANG.ID --- Puncak Haul Guru Sekumpul ke 21 akan dilaksanakan pada 5 Rajab 1447 Hijriah, bertepatan dengan Minggu, 28 Desember 2025, yang dipusatkan di Musala Ar-Raudhah Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Sejak beberapa hari terakhir, jumlah orang yang berdatangan ke kawasan Sekumpul dan sekitarnya mulai bertambah banyak.
Haul Guru Sekumpul bukan hanya sekadar peringatan akan kepergian seorang ulama besar, melainkan sebuah acara spiritual skala besar yang penuh makna
Acara ini menyampaikan nilai-nilai kebersamaan, keteladanan, serta kasih sayang terhadap ilmu dan Nabi Muhammad SAW.
Nilai-nilai yang diteruskan oleh Abah Guru Sekumpul terus hidup dan diwariskan melalui tradisi haul yang setiap tahunnya semakin meningkat pesertanya.
Antusiasme jamaah yang sangat besar membuat persiapan Haul Guru Sekumpul 2025 dilakukan dengan matang dan kerja sama.
Salah satu prioritas utama adalah pengamanan agar acara berjalan lancar dan nyaman bagi seluruh peserta.
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengirimkan 300 personel, ditambah 1.500 personel bantuan dari Polda Kalimantan Tengah.
Polda Kalimantan Selatan juga siapkan 1.500 personel untuk membantu mengamankan acara yang diperkirakan dihadiri ratusan ribu jamaah, seperti pengalaman haul tahun sebelumnya.
Selain pengamanan, negara turut memberikan dukungan dalam memenuhi kebutuhan dasar jamaah.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan bantuan berupa empat kendaraan dapur lapangan dan sepuluh kendaraan pengolahan air portabel yang akan digunakan selama tiga hari penuh mulai 26 Desember 2025.
Bantuan ini untuk memastikan ketersediaan makanan dan air minum yang layak.
Tak hanya itu, satu ekor sapi limousin dengan berat hampir satu ton juga disalurkan untuk kebutuhan jamaah.
Panitia menyebutkan, hingga masa puncak haul, telah disiapkan ratusan hewan kurban berupa sapi, kerbau, dan kambing, dengan jumlah yang masih bisa bertambah.
Pengaturan lalu lintas juga menjadi perhatian utama.
Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan menerapkan sistem rencana arus kendaraan baik saat jamaah tiba maupun pulang.
Selama pelaksanaan haul, kendaraan angkutan barang dilarang melintas di kawasan Sekumpul mulai H-2 hingga H+2, kecuali untuk kendaraan pengangkut bahan bakar dan bahan pokok.
Berbagai fasilitas pendukung seperti layanan kesehatan, kebersihan, penerangan, serta jaringan komunikasi juga disiapkan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan nyaman.
Puncak haul diawali dengan pembacaan Maulid Diba dan Al-Habsyi, dilanjutkan dzikir, nasyid, dan doa bersama.
Upacara dipimpin oleh kedua putra Guru Sekumpul, Haji Ahmad Hafi Badali Al-Banjari dan Haji Muhammad Amin Badali Al-Banjari, serta para ulama dan habaib.
Jamaah yang hadir berasal dari berbagai provinsi di Indonesia hingga luar negeri, termasuk dari kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika Utara.
Hal ini menunjukkan bahwa Haul Guru Sekumpul merupakan acara keagamaan yang sangat besar di Indonesia serta kawasan Asia.
Puncak Haul Guru Sekumpul 2025 menjadi simbol kuatnya hubungan spiritual antara ulama dan umat, sekaligus bukti bahwa nilai-nilai Islam masih hidup dalam kehidupan masyarakat hingga generasi berikutnya.
Pelaksanaan Haul ke-21 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul di Martapura diperkirakan akan mengalami peningkatan jumlah jemaah yang signifikan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar memperkirakan peningkatan peserta hingga sekitar 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan estimasi jumlah jemaah bisa mencapai hampir 6 juta orang.
Perwakilan BPS Kabupaten Banjar, Ahmad Fajar Novianto, menyampaikan bahwa proyeksi tersebut masih bersifat awal dan belum menjadi angka resmi.
Meskipun demikian, tren peningkatan terlihat cukup kuat berdasarkan sejumlah indikator.
“Prediksi sementara menunjukkan adanya potensi kenaikan sekitar 46,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini masih gambaran awal dan belum merupakan rilis resmi BPS,” kata Fajar (26/12/2025).
Pada pelaksanaan Haul 5 Rajab tahun lalu, jumlah jemaah diperkirakan berada di kisaran 4,1 hingga 5 juta orang.
Jika proyeksi tahun ini terwujud, lonjakan jumlah jemaah akan berdampak besar terhadap kebutuhan pengaturan lalu lintas, pengamanan, serta pelayanan publik di wilayah Martapura dan Banjarbaru.
Menurut Fajar, salah satu faktor utama kenaikan jumlah jemaah adalah momentum waktu pelaksanaan haul yang berdekatan dengan libur sekolah, libur Natal, serta akhir tahun.
Kondisi tersebut mendorong mobilitas masyarakat dari berbagai daerah untuk menghadiri haul secara langsung.
“Faktor libur panjang berpengaruh besar terhadap pergerakan masyarakat, sehingga potensi kehadiran jemaah dari luar daerah juga meningkat,” jelasnya.
Untuk mendukung perencanaan teknis dan kebijakan lintas instansi, BPS Kabupaten Banjar akan melakukan penghitungan lanjutan dengan pendekatan statistik modern.
Data dikumpulkan melalui sejumlah titik kamera pengawas (CCTV) pada waktu puncak keramaian, kemudian diolah menggunakan algoritma pembelajaran mesin guna memetakan kepadatan jemaah. (fal)