RADARSEMARANG.ID — Bulan istimewa dalam kalender Hijriah ini kerap dijadikan momentum untuk memperbanyak ibadah sunnah, terutama puasa, sebagai langkah awal mempersiapkan diri menuju Ramadan.
Umat Islam kini tengah bersiap menyambut bulan Rajab 1447 Hijriyah, salah satu bulan yang dimuliakan dalam kalender Islam dan dikenal sebagai waktu yang baik untuk memperbanyak ibadah termasuk puasa sunnah.
Menurut kalender hijriah yang dirilis Kementerian Agama, 1 Rajab 1447 H jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025, sehingga puasa Rajab bisa mulai dilaksanakan sejak tanggal tersebut.
Keistimewaan Bulan Rajab
Puasa Rajab adalah salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan. Bulan Rajab termasuk dalam empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam, bersama Zulqa’dah, Zulhijah, dan Muharam.
Sebagai bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, Rajab juga memiliki nilai historis dan spiritual yang tinggi karena peristiwa besar Isra Mikraj diperingati pada bulan ini.
Tak heran jika Rajab sering disebut sebagai pintu pembuka menuju Ramadan.
Para ulama mengibaratkan Rajab sebagai masa menanam benih kebaikan, Syaban sebagai waktu menyiram, dan Ramadan sebagai saat memanen pahala.
Oleh karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan bulan ini untuk memperkuat ibadah sekaligus menata kesiapan spiritual.
Niat Puasa Rajab
Puasa Rajab termasuk puasa sunnah.
Niatnya dapat dilakukan di dalam hati sebelum waktu subuh atau saat hendak memulai puasa.
Berikut bacaan niat puasa Rajab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri rajaba sunnatan lillaahi ta'aala
“Saya niat puasa bulan Rajab, sunnah karena Allah Taala.”
Niat Puasa Rajab di Siang Hari (Jika Lupa Niat Malamnya)
Jika lupa berniat pada malam hari, puasa sunnah Rajab masih sah dilakukan dengan niat di siang hari, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hādzal yaumi ‘an adā’i sunnati Rajaba lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Rajab hari ini karena Allah Ta’ala.”
Jika puasa Rajab digabungkan dengan puasa qadha Ramadan, maka niat qadha (wajib) harus didahulukan dan dilakukan pada malam hari.
Keutamaan Puasa Rajab
Puasa sunnah di bulan Rajab memiliki sejumlah keutamaan yang patut dimanfaatkan, antara lain:
- Rajab termasuk bulan haram, sehingga amal ibadah memiliki nilai pahala lebih besar.
- Puasa Rajab menjadi latihan fisik dan mental sebelum memasuki bulan suci.
- Puasa sunnah dapat menjadi sarana pengampunan dosa-dosa kecil yang telah lalu.
Kalender Hijriah akan memasuki 1 Rajab 1447 H pada 21 Desember 2025.
Mengingat pergantian hari dalam penanggalan Hijriah terjadi pada Magrib, maka umat Islam telah memasuki malam 1 Rajab pada 20 Desember 2025 waktu Magrib.
Doa Bulan Rajab Nabi Muhammad SAW
Berikut bacaan doa masuk bulan Rajab yang dibaca oleh Rasulullah SAW:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا شَهْرَ رَمَضَانَ وَأَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَحِفْظِ اللَّسَانِ وَغَضِ الْبَصَرِ وَلَا تَجْعَلْ حَطَّنَا مِنْهُ الْجُوعِ وَالْعَطَشَ
Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya'ban wa ballighna Ramadan. Allahumma a'inna 'ala ash-shiyam wal qiyam, wa hifz al-lisan, wa ghadhd al-bashar, wa la taj'al nasibana minhu illa al-ju'a wal 'atash.
Artinya: Ya Allah, berkatilah kami dalam bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikan kami ke bulan Ramadhan. Tolonglah kami untuk shiyam dan qiyam serta menjaga lisan dan menundukkan pandangan. Jangan jadikan bagian kami darinya hanya rasa lapar dan haus.
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, 1 Rajab 1447 H jatuh pada tanggal 21 Desember 2025.
Sementara malam 1 Rajab jatuh pada 20 Desember 2025.
Dengan demikian, doa masuk bulan Rajab dapat dibaca pada Sabtu, 20 Desember 2025 setelah memasuki waktu Magrib.
Malam 1 Rajab 2025 ini menjadi salah satu waktu mustajab untuk berdoa. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi