Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Amalan Penolak 320.000 Bala, Pantangan dan Larangan Rebo Wekasan Rabu Terakhir di Bulan Safar 2025

Falakhudin • Rabu, 20 Agustus 2025 | 12:11 WIB

 

Amalan Penolak 320.000 Bala, Pantangan dan Larangan  Rebo Wekasan Rabu Terakhir di Bulan Safar 2025
Amalan Penolak 320.000 Bala, Pantangan dan Larangan Rebo Wekasan Rabu Terakhir di Bulan Safar 2025

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Hari Rabu 20 Agustus 2025 merupakan rabu terakhir di bulan Safar.

Sungguh merugi jika hal tersebut diabaikan, untuk itu mari memperbanyak amalan di hari rebo wekasan tersebut.

Rabu Wekasan adalah salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa, Sunda, dan Madura.

 

Rabu Wekasan disebut juga dengan Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan.

Rebo Wekasan dianggap sebagai hari datangnya sumber penyakit dan marabahaya.

Rata-rata, upacara yang dilaksanakan pada Rabu Wekasan adalah bersifat tolak bala.

 

Dalam kitab Al-Risalah Al-Badi'ah dianjurkan untuk shalat 4 rakaat dengan niat shalat mutlak:

Tiap rakaatnya membaca:

  1. Surat Al-Fatihah 1x

 

  1. Surat Al-Kautsar 17x

 

  1. Surat Al-Ikhlas 5x

 

  1. Surat Al-Falaq 1x

 

  1. Surat An-Naas 1x

 Baca Juga: Air 7 Ayat Salamun dalam Al Qur’an pada Hari Rebo Wekasan dan Cara Membuatnya, Cek Disini!

 

Amalan bulan safar lainnya antara lain membaca do’a:

سْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا أَنْتَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اللهم بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ وَأُمِّهِ وَبَنِيْهِ اِكْفِنِيْ شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ تَعَالىَ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

 

Artinya: Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang.

Semoga Allah memberikan salawat kepada Sayyidina Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya.

 

Allah akan cukupkan kamu dari mereka, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Cukuplah Allah sebagai pelindung kami, dan Dia adalah Pelindung yang terbaik.

Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Semoga Allah memberikan salawat kepada Sayyidina Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya.

 

Memohon ampun kepada Allah Subhanallahu Wa Ta’ala

Memohon ampunan Allah atau beristighfar juga salah satu amalan yang dianjurkan di Rabu Wekasan.

 Baca Juga: Asal-Usul dan Makna Malam Tirakatan 17 Agustus, Ternyata Begini Sejarahnya

 

Tak hanya di Rabu Wekasan, umat Islam bahkan dianjurkan beristighfar setiap saat.

Dalam Al-Qur'an firman Allah Subhanallahu Wa Ta’ala dalam surat Hud ayat 90 disebutkan sebagai berikut:

وَاسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي رَحِيمٌ وَوَدُودٌ

Artinya: Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Mencintai.

Membaca Al Qur’an

Membaca Al-Qur'an adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Agama Islam.

Ada banyak sekali keutamaan dan pahala yang besar bagi orang yang membaca Al-Qur'an.

 

Kedua, orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an merupakan sebaik-baik manusia.

عن عثمانَ بن عفانَ رضيَ اللَّه عنهُ قال : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « خَيركُم مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعلَّمهُ » رواه البخاري

Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Tirmidzi);

Ketiga, untuk orang-orang yang mahir membaca Al-Qur’an, maka kelak ia akan bersama para malaikat-Nya;

 

 

عن عائشة رضي اللَّه عنها قالتْ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « الَّذِي يَقرَأُ القُرْآنَ وَهُو ماهِرٌ بِهِ معَ السَّفَرةِ الكرَامِ البررَةِ » متفقٌ عليه .

Dari Aisyah ra, berkata: bahwa Rasulullah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Bersabda:

Baca Juga: Mengenal Sosok Habib Husein Mutahar Semarang, Pengarang Lagu 17 Agustus 45 Hari Merdeka Juga Pendiri Paskibraka

 

“Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka kelak ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah.” (HR. Bukhari Muslim).

Demikian tadi beberapa amalan yang bisa diamalkan pada  Rabu Wekasan di bulan Safar ini. 

Larangan Saat Rebo Wekasan 

Rebo Wekasan memiliki pantangan dan larangan yang dipercaya masyarakat.

 

Sebab, Rebo Wekasan diyakini sebagai hari yang membawa kesialan dan turunnya penyakit, serta diyakini membawa energi negatif atau bencana.

Pada hari ini, banyak orang yang meyakini adanya berbagai pantangan dan larangan yang harus dipatuhi untuk menghindari kesialan dan malapetaka.

Berikut hal-hal yang tidak boleh dilakukan di hari Rebo Wekasan.

- Menghindari Keluar Rumah

Diyakini bahwa hari Rebo Wekasan merupakan hari yang penuh dengan energi negatif, sehingga banyak orang memilih mengurangi aktivitas di luar rumah.

 

Sebaiknya, keluar rumah hanya dilakukan jika ada keperluan yang benar-benar mendesak.

Hal ini untuk menghindari kemungkinan adanya kejadian yang tidak diinginkan.

- Tidak Melakukan Perjalanan Jauh

Bepergian jarak jauh dianggap kurang baik pada hari Rebo Wekasan.

Banyak orang yang mempercayai bahwa perjalanan di hari ini dapat membawa sial atau nasib buruk, bahkan kecelakaan.

Oleh karena itu, mereka lebih memilih tetap berada di rumah dan menunda perjalanan hingga hari berikutnya.

 

- Tidak Melakukan Aktivitas Berat dan Berbahaya

Melakukan pekerjaan berat atau berbahaya, seperti memanjat, menggunakan alat tajam, atau bekerja di tempat berisiko, juga dianggap tabu pada hari ini.

Hal ini didasari kepercayaan bahwa hari Rebo Wekasan adalah hari yang rentan terhadap musibah, sehingga disarankan menghindari aktivitas yang bisa memperbesar risiko kecelakaan.

- Tidak Mengadakan Pesta atau Perayaan

Mengadakan pesta atau perayaan besar dianggap kurang tepat pada hari Rebo Wekasan.

Mengadakan acara penting seperti pernikahan, khitanan, atau acara besar lainnya pada hari Rebo Wekasan tidak dianjurkan.

 

Beberapa masyarakat percaya, acara yang diadakan pada hari ini tidak akan berjalan lancar atau bahkan bisa membawa malapetaka.

Orang-orang juga percaya bahwa perayaan pada hari ini dapat membawa kesialan atau energi negatif.

- Tidak Memulai Pekerjaan Baru ataupun Mengambil Keputusan Besar

Memulai pekerjaan baru, usaha, atau proyek besar pada hari Rebo Wekasan dianggap kurang baik.

Banyak orang yang menunda pengambilan keputusan besar, seperti memulai bisnis baru, menandatangani kontrak penting, atau menikah pada hari Rebo Wekasan.

 

Hari ini dianggap kurang baik untuk memulai sesuatu yang baru atau mengambil keputusan penting.

Jika dilanggar, hal ini bisa membawa kegagalan atau kesulitan dalam menjalankan usaha tersebut.

Semua larangan dan pantangan pada hari ini dipatuhi dan tidak dilanggar. Sebagai gantinya, banyak yang memilih berdoa dan mengadakan pengajian atau ritual keagamaan yang lebih tenang dan khusyuk.

Masyarakat pun menggelar selamatan atau kenduri dengan membaca doa-doa.

Masyarakat juga percaya dengan menggelar tradisi Rebo Wekasan, seperti selamatan, akan menjauhkan dari bala dan malapetaka.

Dengan begitu, tidak hanya mendapatkan berkah selalu dalam perlindungan Allah SWT, tetapi juga mendekatkan diri pada Yang Kuasa.

 

- Tidak Boleh Meyakini dengan Berlebihan Rebo Wekasan

Meski ada hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat Rebo Wekasan karena dipercaya hari datangnya marabahaya, masyarakat tidak diperbolehkan meyakininya secara berlebihan.

Bahkan, mengarah pada syirik. Apalagi dalam Islam semua hari adalah baik dan milik Allah SWT.

Ritual-ritual yang tidak ada dasarnya dalam syariat Islam, seperti membakar dupa atau melakukan sesajen tertentu, juga sebaiknya dihindari.

Islam mengajarkan ibadah hanya dilakukan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.

 

Juga tidak boleh menganggap amalan-amalan tertentu seperti doa-doa atau salat tertentu pada hari ini pasti menjamin keselamatan.

Semua ikhtiar dan amalan dilakukan sebagai bentuk ibadah dan tawakal kepada Allah SWT, bukan sebagai jaminan mutlak. (fal)

Editor : Baskoro Septiadi
#main gadget #amalan bulan safar #rebo wekasan terbaru #shalat dhuha #menjaga Rebo Wekasan di era sekarang #kapan rabu wekasan 2025 #foto dan video prosesi Rebo Wekasan #pantai utara #tradisi rebo wekasan #Sholat Rebo Wekasan #Upacara Rebo Pungkasan #niat sholat rebo wekasan #Rabu terakhir Bulan Safar tersebut #Tata Cara Mandi Rebo Wekasan #niat sholat rabu wekasan #rebo wekasan itu apa #Shalat Rebo Wekasan #Bubur Merah Putih #tata cara sholat rebo wekasan #Akulturasi Budaya Jawa #rebo wekasan adalah #rebo pungkasan #keluar rumah #Lafal niat sholat Rebo Wekasan #dominasi teknologi #Larangan Saat Rebo Wekasan #walisongo #umat islam #pesisir Jawa #rebo wekasan tegese podo karo #malam Rabu Wekasan #rebo wekasan 2025 #Tradisi Jawa #Ketupat #gaya hidup #upacara adat di Tanah Jawa #Rabu Wekasan merupakan wujud Akulturasi Budaya #rabu terakhir di bulan Safar #Doa Rabu Wekasan #pekerjaan baru #Safaran #media sosial #organisasi pemuda #makanan khas Rebo Wekasan #Ngirab #warisan budaya #rebo wekasan kapan #ahli tamkin #rabu wekasan adalah #rabu wekasan nu #rabu wekasan jatuh pada tanggal #ahli mukasyafah #niat mandi Rebo Wekasan #anak muda #Kirab Budaya #amalan rebo wekasan nu #rabu wekasan itu apa #tolak bala #Sholat Istikharah #malam rabu wekasan 2025 jatuh pada tanggal #Jati Diri #Rabu terakhir bulan Shafar #kunci agar Rebo Wekasan tetap bertahan #nabi muhammad saw #Rabu terakhir bulan safar #Rabu Wekasan di bulan Safar #yang tidak boleh dilakukan di hari Rebo Wekasan #shalat mutlak #rabu wekasan 2025 #lingkungan spektrum #media sosial amanda manopo #rabu wekasan menurut islam #Rabu Wekasan yaitu #rabu wekasan #doa rebo wekasan #Arus Globalisasi #Pelaksanaan sholat sunnah Rebo Wekasan #surat Hud ayat 90 #sholat rabu wekasan #Waktu pelaksanaan Sholat Rebo Wekasan #apem #Tolak Balak #rebo kasan #Ziarah Makam #doa rabu pungkasan #Mandi Rebo Wekasan adalah #event budaya daerah #Asal dari Amalan Rebo Wekasan #Amalan rebo wekasan #Rebo wekasan #mandi Rebo Wekasan #rabu wekasan 2025 jatuh pada tanggal #Sedekah Ketupat