RADARSEMARANG.ID, Semarang — Saat ini kita sedang berada pada bulan Safar 1447 H, bulan kedua dalam kalender Islam Hijriah.
Sebagai umat Islam, sebaiknya kita mengetahui latar belakang penamaan bulan Safar, yang sering dikaitkan dengan sejumlah mitos orang Jawa.
Safar yang memiliki arti “sepi” atau “sunyi” sesuai keadaan masyarakat Arab pada zaman dahulu yang selalu sepi pada bulan Safar.
Baca Juga: Barokah Melihat Wajah Orang Alim, Malaikat akan Memintakan Ampun hingga Hari Kiamat.
Sepi dalam arti senyapnya rumah-rumah mereka karena orang-orang keluar meninggalkan rumah untuk perang dan bepergian.
Kalender bulan Safar penting diketahui umat Islam sebagai rujukan dalam mengetahui waktu-waktu ibadah, seperti puasa.
Untuk memudahkan, umat muslim perlu mengonversi tanggal Hijriah ke Masehi.
Imam Ibnu Katsir yang wafat pada tahun 774 H menjelaskan dalam kitab tafsirnya juz 4 halaman 146 yang berbunyi
صَفَرْ: سُمِيَ بِذَلِكَ لِخُلُوِّ بُيُوْتِهِمْ مِنْهُمْ، حِيْنَ يَخْرُجُوْنَ لِلْقِتَالِ وَالْأَسْفَارِ
Shofar: Sumiya bidzalika lihuluwwi buyuu tihim minhum, hiina yakhrujuuna lil qitaali wal asfaar.
Artinya: Safar dinamakan dengan nama tersebut, karena sepinya rumah-rumah mereka dari mereka, ketika mereka keluar untuk perang dan bepergian. (Ibnu Katsir, Tafsir Al-Quranul 'Azhim Ibnu Katsîr, [Darut Thayyibah, 1999], juz IV, halaman 146).
Adapun beberapa amalan bulan Safar yang bisa dilakukan untuk menambah keimanan kita terhadap Allah Subhanallahu Wa Ta'ala, diantaranya adalah sebagai berikut;
1. Perbanyak Sholawat Kepada Nabi Muhammad
Amalan Bulan Safar selanjutnya banyak membaca Sholawat Nabi khususnya di akhir bulan bertepatan Rabu Wekasan.
2. Perbanyak Baca Istighfar
Amalan Bulan Safar berikutnya perbanyak membaca istighfar untuk memohon ampunan kepada Allah Ta’ala.
3. Bersedekah
Amalan Bulan Safar selanjutnya adalah banyak bersedekah. Bersedekah banyak keutamaannya diantaranya:
Pertama, bersedekah dapat memadamkan murka Allah Subhanallahu Wata’ala.
Kedua, bersedekah dapat menolak bala.
Ketiga, bersedekah dapat memperlancar dan memperbanyak rizki.
Keempat, bersedekah akan memperpanjang umur kita.
Baca Juga: Sejarah Asal-Usul, Arti Malam Tirakatan 17 Agustusan
Kelima, bersedekah akan memberikan keberkahan hidup di dunia dan akhirat.
4. Berdzikir
Dzikir adalah amalan yang mulia.
Perbedaan orang yang mati dan yang hidup adalah terletak pada zikirnya.
Bulan safar yang penuh dengan kemuliaan hendaknya diisi dengan zikir dan berdoa.
salah satu contoh berdzikir adalah dengan membaca;
Subhanallah 33X
Alhamdulillah 33X
Allahu Akbar 33X
5. Puasa Ayyamul Bidh
Amalan Bulan Safar berikutnya yakni mengerjakan Puasa Ayyamul Bidh yang jatuh pada tanggal 13, 14, 15 Bulan Safar.
Baca Juga: Rapelan dan Kenaikan Gaji Pensiunan PNS Benarkah Diumumkan Saat HUT RI?
Kalau dalam kalender Nasionalnya jatuh pada tanggal 18, 19, 20 Agustus 2024.
6. Shalat Sunnah
Amalan Bulan Safar selanjutnya yakni melaksanakan shalat sunnah mutlak atau shalat hajat.
Baca Juga: Alhamdulilllah, Cair Rp2,4 Juta, Ini Cara Mengaktifkan Rekening Bantuan Insentif Guru
Sholat ini dilaksanakan empat reka’at, baik dengan dua tahiyyat satu salam.
Semoga beberapa amalan bulan Safar ini bisa dilakukan untuk menambah keimanan kita terhadap Allah Subhanallahu Wa Ta'ala. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi