RADARSEMARANG.ID – Sebagaimana diketahui Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharam, sedangkan puasa Asyura jatuh pada tanggal 10 Muharam.
Keduanya merupakan bagian dari puasa sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Kedua puasa ini memiliki keutamaan besar menjadi momen spiritual yang cukup penting.
Sesuai dengan Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim)
Untuk membedakan kebiasaan dari kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada 10 Muharam, Rasulullah menganjurkan untuk menambah puasa pada tanggal 9 Muharam (Tasua).
Puasa Tasua maupun Puasa Asyura merupakan dua amalan sunnah yang dianjurkan dalam islam terutama di bulan Muharam ini.
Lantas kapankah Puasa Tasua dan Puasa Asyura ?
Karena kalender Islam mengikuti sistem lunar (bulan), maka tanggal 9 dan 10 Muharam berubah-ubah setiap tahunnya dalam kalender Masehi. Berikut prinsip dasar penentuannya:
- Puasa Tasua: 9 Muharam
- Puasa Asyura: 10 Muharam
Pemerintah dan NU menetapkan 1 Muharam 1447 H jatuh pada 27 Juni 2025, artinya puasa Tasua 9 Muharam jatuh pada Sabtu, 5 Juli 2025 dan puasa Asyura 10 Muharam jatuh pada Minggu, 6 Juli 2025.
Sementara itu ormas islam Muhammadiyah menetapkan 1 Muharam 1447 H pada 26 Juni 2025. Untuk Puasa Tasua dan Asyura sendiri menurut jadwal Muhammadiyah pada Jumat, 4 Juli dan Sabtu, 5 Juli 2025.
Untuk memantapkan hati, ulama menganjurkan seseorang untuk melafalkan niatnya. Berikut ini contoh lafal niat puasa Tasua
. نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunah Tasua esok hari karena Allah swt.”
Sedangkan contoh lafal niat puasa sunnah Asyura sebagai berikut.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah swt.”
Orang yang mendadak di pagi hari ingin mengamalkan sunnah puasa Tasua atau Asyura diperbolehkan berniat sejak ia berkehendak puasa sunnah.
Karena kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib (menurut Mazhab Syafi’i).
Untuk puasa sunnah, niat boleh dilakukan di siang hari sebelum Dhuhur sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak Subuh.
Ia juga dianjurkan untuk melafalkan niat puasa Tasua atau Asyura di siang hari. Berikut ini lafalnya.
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء أو عَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â awil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ Artinya: “Aku berniat puasa sunah Tasua atau Asyura hari ini karena Allah SWT.” Wallahu a’lam.
Selain puasa, dianjurkan juga memperbanyak: Membaca Al-Qur’an, Shalat sunnah, Sedekah dan Doa-doa harian. Amalan ini akan menambah keberkahan di hari yang mulia tersebut.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi