RADARSEMARANG.ID — Saat ini viral sebuah Syair Sholawat Jawa yang dibawakan oleh Gus Aflakha.
Syair Sholawat Jawa viral tersebut adalah sebuah syair yang dikenal dengan sebutan serat penjajah.
Syair serat penjajah ini sebenarnya merupakan sebuah syair Ciptaan KH KPP Noer Nasroh HD yang berjudul “Srakah E Panggede”.
Syair ini berisikan serakahnya penguasa pada saat zaman penjajah yang hanya memikirkan dirinya sendiri, sedangkan rakyat kecil pada waktu itu begitu sangat menderita.
Oleh karena syair ini menggambarkan penderitaan rakyat kecil ketika zaman penjajahan maka syair ini lebih dikenal dengan Serat Jaman Penjajah atau Serat Penjajah.
Sosok Profil Gus Aflakha Pendiri Majelis Jagad Sholawat Mangkunegara
Raden Mas (RM) Aflakha Mangkunegara atau yang akrab disapa dengan Gus Aflakha atau Gus Afa merupakan pendiri Majelis Jagad Sholawat Mangkunegara.
Gus Afa merupakan putra ke-5 dari pengasuh pondok pesantren Nurussalam dan Wali sembilan Gomang Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban yakni, Prof. Dr. KH. KPP Noer Nasroh HD, SH, Mba, Mmpd, dan Ibu Nyai Hj Ani Zakiati.
Baca Juga: Megawati Hangestri Pertiwi Diincar 3 Klub Liga Voli Turki Ini
Keturunan Keraton Surakarta itu asli kelahiran Kabupaten Tuban pada 18 Oktober 1999.
Dan pada 5 Mei 2022 lalu, beliau resmi dilantik di Kraton Surakarta menjadi Kangjeng Raden Mas Panji (KRMP) Aflakha Mangkunegara Adiningrat.
Gus Aflakha sejak kecil memang tidak lepas dari didikan Ayahnya begitu pula Ibundanya, sejak pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) beliau mengenyam pendidikan di TK Muslimat NU Laju kidul, Singgahan dan melanjutkan di MI Al Hidayah Laju Kidul.
Kemudian, saat Menginjak SMP beliau mondok di Ponpes At-Taroqy Sedan, Rembang dan tidak berselang lama beliau pindah di MTs Islamiyah Mulyoagung, selepas dari MTS, beliau melanjutkan di SMK Kehutanan Wali Sembilan Gomang atau di Yayasan Abah beliau sendiri, dan tidak berselang lama beliau melanjutkan di SMA Joyokusumo Pati sekalian Mondok di ponpes Al - Huda.
Selanjutnya, pada tahun 2019 Gus yang memiliki rambut Gondrong itu, melanjutkan jenjang pendidikanya Di IAIN Kudus dan tak berselang lama kemudian pindah Di UBI Banyuwangi, dan saat itu pula beliau juga membuat sebuah organisasi karawitan yang diberi nama Kanjeng Pangeran yang berdasarkan Nama dari ayah beliau, dan di tambah Nogowilogo yang merujuk nama salah satu gamelan di Surakarta Hadiningrat.
Organisasi Kanjeng Pangeran tersebut, berisikan pewayangan dan membahas filosofi - filosofi yang terkandung dalam wayang, dan sampai sekarang beliau masih aktif rutinan setiap Selasa Kliwon yang digelar di rumah beliau, atau lebih tepatnya 3 bulan sekali dan rutinan keliling pada Kamis Legi.
Selanjutnya, awal berdirinya Majelis Jagad Sholawat Mangkunegara yakni dimulai pada tahun 2016, disitulah beliau merintis jama’ah yang dulunya hanya sebuah perkumpulan dengan kegiatan kanuragan, kejadukan, dan ziarah ke maqam wali setempat, dan perkumpulan itu di namakan Kalimo Sodo.
Setelah berjalan kurang lebih 1 bulan, terdapat salah satu alumni Ponpes Gomang meminta kepada Gus Aflakha untuk membuat rutinan di Rembang, lebih tepatnya di Gunem Karang Dowo, dan pada waktu itu kurang lebih 50 orang yang ikut hadir.
Sementara itu syair Serat Penjajah yang dibawakan oleh Cantika Adella bersama Om Adella menjadi salah satu karya musik yang menarik perhatian publik.
Lagu ini dirilis pada 6 Maret 2025 dan langsung menempati posisi ke-5 di Trending YouTube, dengan lirik penuh makna menggabungkan unsur tradisional dan modern.
Cantika Adella, penyanyi muda berbakat, berkolaborasi dengan Om Adella dalam lagu ini.
Lagu ‘Serat Penjajah’ diciptakan oleh KH. Kpp Nur Nasroh Hadiningrat dan diproduksi oleh CV. Henny Adella.
Video musiknya diproduksi oleh Aeromax Production, menambah kesan estetis yang mendalam.
Lagu ini bercerita tentang penderitaan rakyat kecil di masa penjajahan, menggambarkan kesengsaraan, ketidakadilan, dan perjuangan melawan penindasan.
Syair-syairnya yang sarat makna membuat lagu ini tidak hanya enak didengar, tetapi juga menginspirasi.
“Kawulo cilik podo nelongso, sandang pangan dikurangi, kaum wanito diperkoso, kaum prio podo disikso,” adalah salah satu potongan lirik yang menggambarkan betapa beratnya kehidupan saat itu.
Lagu ini juga mengajak pendengarnya untuk merenungi sejarah dan mengambil hikmah dari perjuangan para pahlawan.
Tuning:
E A D G B E
Capo:
1st fret
[Intro]
Em D D C Em
Em D D C Em
[Chorus]
Em D
كَــلاَ مٌ قَدِ يمٌ لاَ يُمَلُّ سَمَــا عُـــهُ
kalamun qodimun laa yumalu sama’uhu
D C Em
تَنَــزَّهَ عَن قَو لٍ وَفِعلٍ وَنِيَّــــةٍ
tanazza ha an qoulin wa fi’lin wa niyati
Em D
بِهِ اَشتـَفِى مِن كُلِّ دَا ءٍ وَنُو رُهُ
bihi astafi min’ kulli da’in wa nuruhu
D C Em
دَ لِيــلٌ لِقَلبِي عِندَ جَهــلِى وَحَيرَ تِى
dalilun liqolbi inda jahli wa hiroti
[Verse]
G
kawulo cilik podo nelongso
D
sandang pangan dikurangi
D
kaum wanito diperkoso
D Em
kaum prio podo disikso
G
akeh uwong kerjo pekso
D
ngorbanake sanak bateh lan tonggo
D
soko wong jowo kang ngatong bondo
D Em
sebab edan marang bondo
Baca Juga: 1 Suro 2025 Kapan? Berikut Penjelasan dan Maknanya
[Chorus]
Em D
كَــلاَ مٌ قَدِ يمٌ لاَ يُمَلُّ سَمَــا عُـــهُ
kalamun qodimun laa yumalu sama’uhu
D C Em
تَنَــزَّهَ عَن قَو لٍ وَفِعلٍ وَنِيَّــــةٍ
tanazza ha an qoulin wa fi’lin wa niyati
Em D
بِهِ اَشتـَفِى مِن كُلِّ دَا ءٍ وَنُو رُهُ
bihi astafi min’ kulli da’in wa nuruhu
D C Em
دَ لِيــلٌ لِقَلبِي عِندَ جَهــلِى وَحَيرَ تِى
dalilun liqolbi inda jahli wa hiroti
[Verse]
G
kawulo cilik, suwal kadud
D
suwal kadud goni puniko
D
agemane saben wengi
Baca Juga: Wukuf di Arafah Jemaah Haji Ini Melahirkan Seorang Bayi
C Em
saben wengi lan saben rino
G
kukur-kukur sambat sabendino
D
sebab srakahe panggede
D
podo mikir wetenge dewe
D Em
podo nracak sak karepe dewe
Baca Juga: Majelis Gandrung Nabi Akan Bersholawat di Ungaran Ini Lokasi dan Waktunya
[Chorus]
Em D
kalamun qodimun laa yumalu sama’uhu
D C Em
Baca Juga: Sosok Ole Romeny Striker Timnas Indonesia yang Jebol Gawang China
tanazza ha an qoulin wa fi’lin wa niyati
Em D
bihi astafi min’ kulli da’in wa nuruhu
D C Em
dalilun liqolbi inda jahli wa hiroti
[Verse]
G
podo sambat podo nggletak
D
podo ngatang tanpo nyowo
D
Baca Juga: Segera Klaim Kode Redeem FF Kemenangan Indonesia dan Bonus 50 Token Timnas
separan-paran podo nangis
D Em
podo nangis ra nduwe bondo
G
tegal sawah tinandur kapas
D
tinandur kapas penjajah negoro
D
rojo koyo dirampoki
D Em
Baca Juga: 3 Teks Materi Khutbah Idul Adha 2025 Relevan Kondisi Saat Ini Arab, Latin Lengkap Artinya
dibegali anteke londo
[Chorus]
Em D
kalamun qodimun laa yumalu sama’uhu
Baca Juga: Daftar 200 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs China di Semarang dan Seluruh Kota di Indonesia
D C Em
tanazza ha an qoulin wa fi’lin wa niyati
Em D
Baca Juga: Tips dan Trik Memasak Daging Kurban Sapi maupun Kambing Agar Tidak Prengus dan Empuk
bihi astafi min’ kulli da’in wa nuruhu
D C Em
dalilun liqolbi inda jahli wa hiroti
Em D
Baca Juga: Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Hari Raya Idul Adha 6-9 Juni 2025 Sesuai Syariat
kalamun qodimun laa yumalu sama’uhu
D C Em
tanazza ha an qoulin wa fi’lin wa niyati
Em D
bihi astafi min’ kulli da’in wa nuruhu
D C Em
dalilun liqolbi inda jahli wa hiroti
Editor : Baskoro Septiadi