RADARSEMARANG.ID - Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang ke-12 dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu bulan yang sangat berharga dalam tradisi Islam. Keistimewaan bulan ini disebabkan oleh statusnya sebagai salah satu dari empat bulan haram, yang dihormati oleh Allah.
Dilansir dari Nu Online, mengenai hari-hari istimewa sepanjang bulan Dzulhijjah, ada penjelasan dari Ustadzah Arny Nur Fitri dalam artikel yang berjudul 6 Hari Istimewa di Bulan Dzulhijjah. Di bulan ini, terdapat enam hari yang dianggap istimewa, yang akan diuraikan sebagai berikut.
Sepuluh hari pertama Dzulhijjah, sering kali dianggap lebih utama daripada hari-hari lainnya, termasuk sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.
Meskipun sepuluh hari terakhir Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri dengan adanya Lailatul Qadar, sepuluh hari pertama Dzulhijjah secara keseluruhan dianggap lebih signifikan.
Puncak dari sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah Hari Arafah, jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Pada waktu ini, jutaan jemaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf. Bagi Muslim yang tidak pergi haji, disunnahkan untuk berpuasa.
Namun, untuk membedakan diri dari umat Yahudi, bagi mereka yang tidak mampu berpuasa dari tanggal 1 Dzulhijjah, sebaiknya berpuasa dua hari yang dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah, yang dikenal dengan sebutan Hari Tarwiyah.
Hari Raya Idul Adha, terjadi pada tanggal 10 Dzulhijjah, merupakan perayaan Kurban atau Yaumun Nahr.
Setelah perayaan Idul Adha, umat Islam merayakan hari Tasyrik pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada hari-hari Tasyrik ini, puasa diharamkan, sebagaimana yang dinyatakan oleh Nabi saw yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah.
Salah satu perbedaan antara Idul Fitri dan Idul Adha adalah bahwa takbir Idul Adha dilanjutkan hingga akhir hari-hari Tasyrik, sementara di Idul Fitri tidak ada hal yang sama. Ini juga menjadi salah satu keistimewaan bulan Dzulhijjah.
Ibadah haji, adalah salah satu keistimewaan paling besar dari bulan Dzulhijjah. Haji bukan hanya sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang mendalam.
Ibadah ini mencerminkan persatuan dan persaudaraan di antara umat Islam. Di tempat suci, semua Muslim, tanpa memandang latar belakang ras, warna kulit, atau status sosial, berdiri setara di hadapan Allah.
Mereka mengenakan ihram sederhana, yang melambangkan kesucian dan kesetaraan di hadapan-Nya.
Momentum muhasabah, Dzulhijjah menandai bulan terakhir dalam kalender Hijriyah. Umat Islam disarankan untuk melakukan muhasabah, yakni melakukan refleksi diri atas keseluruhan tahun yang telah berlalu.
Selain itu, diharapkan umat Islam juga mulai merencanakan strategi untuk mengoptimalkan waktu yang diberikan Allah, dengan memperbanyak amal baik dan memandu diri menuju husnul khatimah.
Editor : Baskoro Septiadi