Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ajaib Mushola dan Al Quran Masih Utuh Dalam Kejadian Kebakaran Hebat Kemayoran yang Hanguskan Lebih dari 500 Rumah

Falakhudin • Kamis, 23 Januari 2025 | 13:02 WIB
Ajaib Mushola dan Al Quran Masih Utuh Dalam Kejadian Kebakaran Hebat Kemayoran yang Hanguskan Lebih dari 500 Rumah
Ajaib Mushola dan Al Quran Masih Utuh Dalam Kejadian Kebakaran Hebat Kemayoran yang Hanguskan Lebih dari 500 Rumah

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Kebakaran yang melanda pemukiman padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol RT 07/RW 08, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (21/1) dini hari menyorot perhatian.

Kebakaran hebat itu menyebabkan ratusan rumah hangus dan ribuan warga mengungsi.  Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah datang langsung ke lokasi kebakaran untuk meninjau keadaan.

 

Ia mengatakan kebakaran hebat yang terjadi menjadi pengingat pentingnya memitigasi bencana di kawasan padat penduduk.

Gibran yang meninjau posko pengungsian korban kebakaran Kemayoran, yang berada di lapangan Polres Metro Jakarta Pusat, pada Selasa (21/1), sempat berdialog dengan warga yang terdampak kebakaran.

Ia meminta pemerintah terus memantau kondisi warga terdampak dan memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para korban, termasuk tempat pengungsian yang layak.

 

“Pemerintah daerah dan instansi terkait juga saya harap dapat berkoordinasi aktif dan memastikan penanganan bencana, sanitasi yang memadai, pasokan logistik, serta kelayakan fasilitas untuk menjadi prioritas,” ujar Gibran.  

Hanguskan Lebih dari 500 Rumah

Kebakaran hebat yang terjadi di Kemayoran pada Selasa dini hari telah menghanguskan lebih dari 500 rumah.

Kebakaran terjadi pada 11 RT yang berada di lokasi tersebut.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan petugas pemadam kebakaran bersama petugas lainnya telah berupaya maksimal memadamkan api. 

“Data sementara ada 543 bangunan yang terdampak kebakaran,” kata Yohan. 

Kebakaran yang terjadi di Jalan Kemayoran Gempol No.30 7, RT.7/RW.8, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat,diperkirakan terjadi pada sekitar pukul 01.15 WIB pada Selasa (21/1). 

 

Ia menyatakan bahwa objek yang terbakar merupakan rumah tinggal yang berada pada pemukiman padat.

Untuk menangani kebakaran tersebut Gulkarmat Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 34 unit mobil pemadam kebakaran berikut 170 personel Lebih dari 1.700 Orang Mengungsi  Sebanyak 1.700 orang yang tercatat dalam 607 kartu keluarga (KK) menjadi korban kebakaran.

Kini para korban telah mengungsi ke lokasi aman. 

“Lokasi pengungsian sementara ada di Mushola Al-Hasanah dan Masjid Baiturrahman,” ujar Yohan.

Menurut dia, bantuan logistik telah disalurkan bagi  pengungsi kebakaran. 

 

Tiga Dapur Lapangan  Polres Metro Jakarta Pusat, menyediakan tiga dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan makan para korban kebakaran rumah padat penduduk Kemayoran.

“Kami sudah menyiapkan dapur lapangan untuk memberikan makanan bagi para pengungsi,” ujar  Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro di Jakarta, Rabu (22/1). 

Ia menjelaskan sebagian besar pengungsi terdiri dari anak-anak, wanita, orang tua, dan bayi.

Untuk itu, dapur lapangan difokuskan pada penyediaan makanan bergizi yang mudah diakses.

Kapolres juga mengungkapkan bantuan berupa pakaian, air minum dan kebutuhan dasar lainnya terus didistribusikan.

“Kami melihat banyak anak-anak yang membutuhkan bantuan dan kami berusaha memenuhi kebutuhan mereka sebaik mungkin,” ujarnya.

 

Selain membangun dapur lapangan, Polres Metro Jakarta Pusat bekerja sama dengan Dinas Sosial, TNI dan relawan untuk memastikan penanganan berjalan lancar.

Dengan adanya dapur lapangan dan berbagai bantuan lainnya, Polres Metro Jakarta Pusat berharap dapat meringankan beban para korban dan mempercepat proses pemulihan di wilayah yang terdampak kebakaran.

Opsi Gunakan Wisma Atlet Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka opsi bagi warga terdampak kebakaran Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat, untuk bisa menghuni Wisma Atlet.

Saat ini proses renovasi Wisma Atlet  masih berlangsung dan diperkirakan akan selesai pada Februari 2025.

“Kalau memang warga berminat dan proses renovasi sudah selesai.

 

Saya rasa ini cukup bagus untuk bisa menangani kekumuhan yang ada di sekitar Kemayoran,” ujar Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah.

Menurut dia, warga terdampak kebakaran termasuk juga di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, cenderung pindah ke hunian yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal lama mereka atau rumah susun terdekat.

Khusus di kawasan Kemayoran, Wisma Atlet menjadi lokasi terdekat.

Afan mengatakan para penyintas kebakaran nantinya bisa saja menghuni tower 3 Wisma Atlet. 

Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko sependapat dengan Afan.

Ia mengatakan, pemprov menawarkan hunian yang lokasinya tak jauh dari tempat tinggal lama masyarakat.

 

“Rencana ke depan, ruang dialog ini yang kami buka.

Tidak hanya dengan warga masyarakat, tapi juga dengan pengelola kawasan,” ujarnya.

Layanan Administrasi KTP Hilang Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat membuka posko pelayanan administrasi kependudukan bagi para korban kebakaran yang tidak sempat menyelamatkan dokumen seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan sebagainya.

“Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil buka posko di sini.

Untuk pendataan para korban yang kehilangan dokumennya,” kata Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin di Jakarta, Selasa.

 

Untuk dokumen administrasi, petugas dari Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) akan membuka posko di sekitar lokasi kebakaran guna mendata dan memulihkan kembali data administrasi yang hangus terbakar.

Laporan bisa berkaitan dengan kehilangan KTP, KK dan Ijazah. 

Arifin mengatakan sudah memberi instruksi kepada lurah, ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) untuk mendata jumlah anak-anak yang masih sekolah agar mereka mendapatkan kebutuhan untuk bisa terus bersekolah. 

Sementara itu,  Insiden kebakaran di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, menyisakan keajaiban yang luar biasa. 

Di tengah kobaran api yang melumat sejumlah bangunan, sebuah lemari di Musala Al Hasanah tetap utuh, tanpa tersentuh oleh si jago merah.

Di dalam lemari itu, kitab suci Al Quran tersusun rapi.

 

Sudarmadji (47), pengurus musala selama tiga periode, menjadi saksi mata peristiwa tersebut.

Insiden kebakaran terjadi di tengah malam. 

Sudarmadji yang sedang berada di rumah mendengar keributan dari luar.

Pikirnya, orang berkelahi. Ternyata, api sudah berkobar.

 

“Saya sudah mau tidur, tiba-tiba ada suara ramai.

Saya kira anak-anak muda berantem ternyata kebakaran,” ujarnya. 

Kebakaran dengan cepat meluas, melahap bangunan-bangunan di sekitar.

Namun, yang mengejutkan lemari yang ada di dalam musala yang tetap utuh.

Menurutnya, Allah menunjukkan kuasanya.

Mengingat lokasi musala sangat berdekatan dengan sumber api. 

“Ini kuasa Allah SWT. Letak musala dekat sekali dengan titik api, persis di depan yang sekarang digaris polisi,” ujar Sudarmadji.

 

“Al quran dipakai jemaah untuk tadarus.

Mungkin karena itu, Allah melindungi lemari itu,” tambahnya.

Musala Al Hasanah dibangun pada tahun 1983 menggunakan dana hasil swadaya masyarakat.

Dengan gotong royong dan bantuan berbagai pihak, musala ini kini menjadi tempat ibadah yang lebih layak dan nyaman.

“Dulu bangunnya sekitar tahun 1983. Awalnya, biayanya hampir Rp100 juta,” ujarnya.

 

“Awalnya itu triplek-nya pendek.

Kita naikkan satu meter hingga satu setengah meter.

Semuanya diganti, dicat ulang, dan dibuat lebih kokoh.

Alhamdulillah, ada bantuan juga waktu itu,” tambah Sudarmadji.

Bangunan itu terus dirawat dengan sejumlah renovasi.

Terakhir, kali renovasi menggunakan kucuran dana dari Angkasa Pura.

 

Terlihat, musala kini memiliki dua lantai dilengkapi pendingin udara (AC).

Dua unit dipasang di lantai atas, sementara empat lainnya ada di lantai bawah.

“Terakhir saya mengajukan proposal ke Angkasa Pura.

Alhamdulillah disetujui, dan langsung direnovasi,” jelasnya.

Sudarmaji mengatakan, musala ini menjadi pusat kegiatan keagamaan warga sekitar.

 

Selain salat berjamaah, setiap Maghrib dan Isya, tempat ini rutin dipenuhi jamaah untuk tadarus Al quran.

“Alhamdulillah, setiap Maghrib dan Isya jemaah selalu penuh.

Pengajian juga rutin tiga kali seminggu,” ujarnya. 

Kini, sebagian musala telah ludes terlalap api.

Sudarmaji mengharap uluran tangan dari para dermawan agar mau merenovasi kembali. Karena musala sangat bermanfaat untuk warga sekitar. 

 

“Berharap ada bantuan renovasi lagi.

Karena banyak kegiatan yang bisa dilakukan di musala ini, resepsi pernikahan terus kemarin pas pemilihan juga pakai halaman musala ini,” terangnya. (fal/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#lemari di Musala Al Hasanah tetap utuh #Kebakaran Kemayoran 2025 #Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro #kebakaran kemayoran gempol #kebakaran kemayoran terbaru #tower 3 Wisma Atlet #kawasan Kemayoran #Insiden kebakaran di Jalan Kemayoran Gempol #kebakaran kemayoran januari 2025 #wali kota jakarta pusat #kebakaran kemayoran daerah mana #Musala Al Hasanah #kebakaran kemayoran disengaja #kebakaran kemayoran kapan #Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) #Hanguskan Lebih dari 500 Rumah #Layanan Administrasi KTP Hilang Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat #Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka #wisma atlet #kebakaran kemayoran